Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TERLUKA

TERLUKA

"Bagai diiris dengan sembilu". Sebuah peribahasa yang masih segar dalam ingatan saya. Kala itu saya masih duduk di bangku SMA. Terdengar usang dalam perjalanan waktu,tetapi masih relevan dengan realita kehidupan kita saat ini. Tak bisa dipungkiri kalau kita semua pernah merasa terluka,pedih,perih bak diiris sembilu.

Kehidupan adalah sebuah ziarah panjang yang penuh dengan pernak-pernik, pengalaman,dan nostalgia. Tantangan dan masalah yang silih berganti kerap kali menggiring kita kepada suasana batin. Rasa hati yang sangat pedih. Sakit hati yang teramat sangat. Terluka dan tersakiti.

Disakiti dan dilukai akan meninggalkan bekas yang mendalam. Ketika pernah ditinggalkan oleh seseorang yang sudah begitu dekat dengan kita,atau pun ketika kita pernah dicampakkan begitu saja oleh seseorang yang sudah memberi harapan yang begitu besar. Ataukah dilukai oleh seseorang yang dulu sudah kita percaya.Pada saat seseorang yang disayanginya pergi, kehilangan anggota keluarga untuk selamanya, cinta tak berbalas, gagal dalam melakukan sesuatu, impian yang tidak pernah terwujud, atau persoalan lain di dalam kehidupan. Terluka sebagai simbol adanya ketulusan pada sesuatu yang seseorang miliki.

Perasaan terluka membuat seseorang mengalami depresi, cemas, dan menghindari diri dari keluarga,rekan kerja atau sahabat. Inilah reaksi emosional yang biasa muncul ketika hati seseorang terluka, dan menyeretnya kepada masalah kejiwaan berlanjut untuk mengakhiri hidupnya.

Setiap hati yang terluka meninggalkan perih, pedih, bahkan trauma. Ini sebuah pengalaman terpuruk, pengalaman pahit, yang membutuhkan kesabaran dan berproses seiring berjalannya waktu. Kita bisa berupaya untuk bisa menahan pandangan mata akan sebuah rekam jejak yang terpuruk.Saatnya kita harus mempunyai sebuah optimisme dan mimpi besar untuk mengubah arah keterpurukan karena terluka menuju sebuah kenyamanan. Lepaskan semua kecemasan dan kegelisahan yang berlebihan untuk membuktikan bahwa dalam diri kita ada kekuatan besar yang membuat kita bertahan. Berbagi cerita dan mencurahkan perasaan kepada orang lain atau sahabat terdekat, mungkin bisa membantu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post