GURU DAN TANTANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
Dalam programnya Kemdikbud lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Salah satu yang menjadi bidang prioritasnya adalah pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar, serta penyiapan generasi yang cakap dan terampil melalui jenjang pendidikan menengah dan pendidikan masyarakat. Hal ini seiring dengan visi presiden Jokowi, agar pembangunan karakter bangsa, budi pekerti, sopan santun, nilai-nilai etika dan agama menjadi perhatian dunia pendidikan ke depannya.
Guru merupakan sosok sentral dalam dunia pendidikan, karena perannya yang sangat strategis dalam menentukan masa depan seorang anak didik. Dengan profesionalitasnya guru mampu merespon perubahan zaman sehingga kehadirannya dapat menuntun pendidikan ke arah yang lebih baik. Seorang guru menjadi garda terdepan dan pelaku perubahan dalam dunia pendidikan.
Menjadi seorang guru tidaklah mudah. Guru harus memiliki kemampuan untuk mendidik serta memiliki ilmu pengetahuan yang memadai untuk ditransformasi kepada peserta didiknya.
Kita pahami bersama bahwa persoalan karakter tidak melulu pada peserta didik tetapi juga dari pribadi guru itu sendiri. Sejauh mana guru memiliki karakter baik seperti yang diharapkan pada anak didik, dan sejauh mana kompetensi yang dimiliki guru tersebut.
Karakter yang harus dibangun dalam pendidikan kita dalam rangka menyongsong Indonesia emas yaitu kejujuran, disiplin, kapabilitas memimpin, dan kerja sama dalam tim dan berkolaborasi, memiliki kecerdasan emosional, kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi apapun, kemampuan berbicara, mencipta, merespon, dan beradaptasi.
Pendidikan karakter adalah sebuah keniscayaan. Sebab bangsa yang mempunyai karakter yang kuat akan bisa mencapai tampuk peradaban dunia. Namun implementasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus dihadapkan pada proses perkembangan zaman yang serba digital sehingga masalah dan tantangan yang dihadapi lebih bersifat universal.
Di era digitalisasi terdapat berbagai tantangan yang harus diantisipasi. Kemerosotan nilai moral dan budaya di lingkungan masyarakat berdampak pada kenakalan remaja dan tindak kekerasan.
Yang menjadi tantangan pendidikan karakter di sekolah adalah orientasi pendidikan yang masih mengutamakan keberhasilan pada aspek pengetahuan. Kemampuan dan karakter guru, budaya dan kultur sekolah yang kurang mendukung. Sekolah belum dapat memilih nilai-nilai karakter yang sesuai dengan visi dan misi sekolah, nilai-nilai karakter yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.
Di samping itu, kompetensi yang dimiliki guru belum memadai untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter tersebut, dan berdampak pada kurang maksimalnya penanaman nilai-nilai karakter pada mata pelajaran.
Pada sisi lain pengaruh globalisasi, perkembangan sosial masyarakat mengubah tata nilai dan norma serta tatanan sosial masyarakat. Ini tantangan-tantangan yang dihadapi dan tidak bisa dihindari.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
