Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KECERDASAN INTELEKTUAL

KECERDASAN INTELEKTUAL

Setiap orang memiliki kecerdasan intelektual, hanya kadarnya berbeda-beda. Kecerdasan intelektual seseorang dapat menggambarkan kepribadian seseorang pada umumnya.Terkadang sulit bagi seseorang untuk menjelaskan bagaimana sifat yang ia miliki.

Kepribadian seseorang akan menentukan bagaimana cara ia bekerja dan juga beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan. Kepribadian seseorang akan sangat berpengaruh pada kinerja yang dimilikinya. Berpengaruh pada hasil kerja .Seseorang dengan kecerdasan intelektual yang sangat tinggi dianggap memiliki potensi dalam menunjukkan hasil positif di lingkungan kerja dan diharapkan dapat memiliki kualitas kerja yang lebih tinggi.

Secara umum, kecerdasan intelektual merujuk pada potensi yang dimiliki oleh individu untuk mempelajari sesuatu lewat alat-alat berpikir. Kecerdasan ini dapat dinilai dari kemampuan verbal dan logika berpikir seseorang. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio.

Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan intelektual terlihat dalam aktivitas seseorang. Intelektual sendiri memiliki dimensi yang beragam antara lain: kecerdasan angka, pemahaman secara verbal, kecepatan dalam menentukan persepsi, penalaran secara induktif, penalaran secara deduktif, dan visualisasi spasial. Semua dimensi ini memiliki kaitan dengan kemampuan intelektual seseorang.

Seorang guru membuat perencanaan untuk kegiatan pembelajaran di kelas. Skenario pembelajaran didesain sebaik mungkin oleh seorang guru. Atau seorang arsitek, ia membuat perencanaan untuk mendesain sebuah bangunan. Semua ini dilakukan dengan mengandalkan kemampuan intelektual yang dimiliki.

Anak-anak usia sekolah dasar, memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan kemampuan yang baik ia mudah beradaptasi dengan hal-hal baru, sehingga cenderung lebih cepat belajar dan menyesuaikan diri. Kemampuan intelektual anak-anak berada pada taraf kemampuan baca, tulis, berhitung, logika dasar, dan cara menyelesaikan masalah.

Setiap manusia yang lahir ke dunia memiliki triliunan sel termasuk sel aktif dan sel pendukung yang berkumpul di otak.Sejak dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh dewasa, kecerdasan intelektual sudah ada dalam diri setiap orang. Kemampuan intelegensia inilah yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas seseorang.

Menurut Louis Thurstone, ada lima faktor yang menyebabkan kemampuan intelektual setiap orang berbeda-beda, antara lain:a. Faktor genetik. Ini merupakan kondisi atau sifat bawaan yang sudah dibawa sejak dalam kandungan. b. Faktor minat. Minat seseorang untuk mencapai suatu tujuan akan mendorongnya melakukan sesuatu untuk hal tersebut. c. Faktor eksternal/pembentuk yang berasal dari luar. Misalnya saja lingkungan belajar, kondisi keluarga dan sebagainya. d. Tingkat kematangan dari segi fisik maupun psikis. e. Faktor kebebasan. Artinya setiap individu dapat dengan bebas memilih metode pemecahan masalah yang mereka inginkan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post