Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PENCAK SILAT SATRIA BHIRAWA ( bagian I)

PENCAK SILAT SATRIA BHIRAWA ( bagian I)

Pencak silat adalah sebuah beladiri asli Indonesia dan merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Pencak silat berkembang sejalan dengan sejarah perkembangan masyarakat Indonesia.

Sebagai warisan budaya bangsa Indonesia, maka Pencak Silat harus dilestarikan karena merupakan alat pemersatu bangsa dan identitas bangsa Indonesia. Ilmu beladiri ini berkembang dari ketrampilan suku-suku asli Indonesia.

Pencak Silat Satria Bhirawa Indonesia (Sabhira) adalah salah satu Silat lokal yang ada di Kabupaten Manggarai Flores NTT. Pencak Silat ini didirikan oleh seorang pemuda yaitu Vinsensius Sambut. Sebagai pendiri, beliau juga sebagai Guru Utama perguruan beladiri pencak silat ini.

Bermula dari kegemarannya serta berlatih pada rekan-rekan yang mempunyai ilmu mumpuni di bidang beladiri, ia meramu semua jenis teknik latihan beladiri untuk dikonsumsi sendiri sebagai alat pertahanan dan pembelaan diri. Kemudian timbullah niatnya untuk membentuk dan menciptakan suatu wadah dalam menyalurkan teknik-teknik tersebut pada sebuah perguruan beladiri pencak silat.

Bertepatan dengan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17Agustus tahun 2003, didirikanlah perguruan beladiri Pencak Silat Satria Bhirawa di Kabupaten Manggarai Flores NTT dan dibuka untuk kalangan umum mulai dari tingkat anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Memimpin dan mengembangkan sebuah perguruan beladiri pencak silat bukanlah perkara yang mudah. Semuanya membutuhkan kesabaran, ketabahan, keuletan, kerja keras, dan kemauan yang tinggi. Berbagai rintangan yang menghadang tidak mengurangi semangat dari Vinsensius Sambut selaku pendiri dan Guru Utama perguruan. Ia bukanlah tipe orang yang mudah menyerah dan putus asa.

Cita-cita luhur dari sang pendiri perguruan akhirnya terkabul. Beliau mendapatkan beberapa orang murid untuk mengembangkan perguruan pencak silat Satria Bhirawa di Kabupaten Manggarai. Secara bersama-sama, bahu -membahu mereka mengembangkan perguruan pencak silat ini dengan membuka unit-unit latihan di sekolah-sekolah.

Secara khusus juga sang pendiri perguruan melatih dan mendidik beberapa orang murid untuk menjadi pelatih/pengajar yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan perguruan pencak silat ini. Karena semangat dan pengorbanan, beberapa pelatih diangkat menjadi Pendekar utama Perguruan melalui ujian Kenaikan Tingkat ( UKT ). Dengan demikian lahirlah lima orang Pendekar utama, yakni : Agustinus Jeratu, Konstantinus Hati, Fransiskus Sutardi, Benyamin Lo, dan Ferdinandus Pantur. **

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post