Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SENJA ITU

SENJA ITU

Sore itu, aku duduk di depan teras rumahku. Ditemani secangkir kopi hangat dan sebatang rokok. Melepas lelah karena kerja seharian. Kilauan cahaya indah dan ditutupi dengan keheningan yang beku. Senja itu adalah hari Senin. Hari pertama kami mulai liburan ujian kenaikan kelas. Kupandang matahari di ufuk Barat sudah mulai tenggelam. Dalam kesendirian, aku mengalihkan rasa penasaranku pada sebuah buku berwarna merah yang ada dalam tas sekolahku. Lalu kuambil, kutulis berbagai puisi disaat aku sedang menatap senja.

Jingga keunguan, itulah warna senja yang kulihat. Rimbun pepohonan yang tumbuh di pematang sawah menghalangi pandanganku dengan batas cakrawala. Senja itu telah jauh berlalu. Kupandang ke atas langit, burung-burung berterbangan kembali ke sarangnya. Kulihat para petani kembali dari kebunnya. Aku harus sabar menanti beberapa menit lagi. Perlahan namun pasti, aku melihat keindahan matahari yang terbenam. Di langit Barat yang bersih dengan sedikit warna jingga yang memudar. Kini ia hanya tinggal setengahnya saja.

Selain warna jingga, warna pink juga kutemukan di langit sebelum bersatu dengan warna biru yang semakin redup di atas kepalaku. Aku tersenyum ketika matahari telah menghilang dibalik rimbun pepohonan. Meninggalkan sinar jingga yang masih kuat, pink dan biru gelap di langit yang maha luas. Lonceng terdengar berbunyi dari Gereja Parokiku. Pertanda doa Angelus saatnya untuk didaraskan.

Tak terasa, buku merahku penuh dengan coretan hitam. Puisi-puisi senja yang kutulis, sederhana tetapi bermakna bagiku. Sebuah cinta dan kasih sayang yang ada dalam kehidupan terlukis dalam keindahan senja yang eksotis. Sebuah romantisme sederhana yang dinikmati semua orang. Senja yang menjadi sebuah momen peralihan antara siang yang cerah ke gelap dan dinginnya sebuah malam.

Senja itu adalah saat yang istimewa. Waktu yang paling ditunggu oleh semua orang. Bisa membuat seseorang menjadi puitis dan romantis. Senja yang mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya. Senja sebagai momen untuk bersajak dengan menguntai kata-kata indah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post