Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
'ACARA'SEBUAH TRADISI

'ACARA'SEBUAH TRADISI

Sudah menjadi tradisi di kampung, pada bulan Juni hingga Agustus menjadi bulan yang penuh dengan berbagai acara. Apakah itu pesta sekolah, nikah, memberikan sesajen kepada roh leluhur yang sudah meninggal (Teing Hang) yang bernuansa persaudaraan. Banyak menyita waktu, tenaga, bahkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada acara tersebut.

Sebuah acara tentu melibatkan banyak orang. Ada keluarga inti, tetangga, kerabat dan warga kampung yang turut mengambil bagian. Partisipasi dari mereka semua merupakan bentuk dukungan dan motivasi dalam mempererat tali persaudaraan, menjalin keharmonisan antar anggota keluarga dan juga sebagai momen membagikan kisah dan pengalaman.

Berkumpul dengan keluarga bisa memberikan pengalaman yang baru pada anak-anak. Mereka bisa belajar beradaptasi dari perkumpulan tersebut, karena menghadapi banyak orang.

Pada hari Sabtu 17 Juli 2021 kemarin, saya menyempatkan diri pulang ke kampung untuk mengikuti acara"Teing Hang"( memberikan sesajen kepada roh leluhur) sebagai bentuk persembahan yang mempunyai tujuan, untuk meminta keberhasilan, memohon perlindungan, dan juga berupa ucapan syukur. "Teng Hang" sendiri merupakan salah satu ritus adat orang Manggarai Flores NTT.

Kepercayaan orang Manggarai tak dapat dilepas-pisahkan dengan kultur agraris yang memiliki keterkaitan erat antara alam dengan seluruh kehidupan alam ciptaan. Tanah, gunung, air, iklim mempunyai relasi yang tak terpisahkan dan menyatu dengan kehidupan semua makhluk.

Roh berpengaruh atas berbagai peristiwa dan kejadian yang dialami manusia dan ciptaan yang lainnya. Kepercayaan akan roh alam ini membawa orang Manggarai kepada keyakinan bahwa roh alam inilah jiwa dari alam semesta.

Selain itu, orang Manggarai juga percaya kepada roh leluhur yang telah meninggal. Roh-roh leluhur ikut berperan dalam menciptakan keseimbangan kosmos. Itulah sebabnya terhadap roh-roh ini orang Manggarai memberikan respek, penghargaan serta menjalin relasi yang tetap dan intim melalui ritus memberikan sesajen kepada roh leluhur yang sudah meninggal.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post