BUDAYA INSTAN
Seorang anak yang terbiasa diasuh dalam keluarga dengan mementingkan hasil dan tidak peduli pada cara mencapainya, cenderung akan memiliki sikap mental yang ingin semua hasratnya terwujud. Tidak peduli apakah caranya melalui jalan benar atau tidak, itu urusan kemudian.
Pada saat ini kita memasuki tahun pelajaran baru 2021/2022. Para orang tua disibukkan dengan mendaftarkan anaknya pada sekolah-sekolah. Banyak orang tua yang ingin anaknya belajar di sekolah negeri favorit tertentu. Di samping sistem pendidikannya agak lebih baik menurut mereka, pada sisi lain biaya pendidikannya relatif murah. Sayangnya, kapasitas sekolah negeri terbatas yang menyebabkan semua anak tidak bisa masuk. Seleksi biasanya dilakukan dengan standar yang ketat dan nilai hasil ujian yang tinggi.
Seleksi masuk dengan mekanisme yang ketat membuat para orang tua mencari celah dengan melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Mengikuti pintu belakang, mencari guru yang mungkin ada hubungan keluarga, kekerabatan atau tetangga, sehingga anaknya bisa lolos masuk.
Di jalanan, banyak pengguna jalan yang suka melawan arus lalu lintas. Karena diburu waktu terpaksa melanggar. Mereka tidak mau berkendara sedikit lebih jauh sesuai dengan yang ditentukan. Seorang siswa yang malas mengerjakan tugasnya, copy paste tugas dari teman-temannya biar mendapat nilai.Seorang guru yang tidak mau repot mengerjakan perangkat pembelajaran, mencarinya di google. Tidak ribet, tinggal diedit kembali. Mie rebus yang sudah dimasak dengan dibumbui, bumbu-bumbunya yang banyak mengandung zat-zat yang membahayakan kinerja otak manusia. Kita tidak menyadari ketika hal ini dilakukan setiap hari dapat menimbulkan berbagai penyakit di masa yang akan datang.
Ada banyak perdebatan terkait gaya hidup serba instan. Hal instan memang bisa mempermudah segala aktivitas di satu sisi, tetapi berdampak buruk pada sisi lain. Budaya instan sebenarnya berasal dari keinginan manusia untuk hidup serba praktis dan cepat dalam beraktivitas.
Dampak baik budaya instan: mempercepat pekerjaan rumah tangga, kantor, sekolah dengan adanya akses internet. Dengan teknologi komunikasi dan informasi yang modern, manusia akan semakin maju. Manusia berlomba-lomba untuk menghasilkan sesuatu yang pada gilirannya dapat meningkatkan standar hidupnya.
Dampak buruknya: manusia lupa dengan hal penting dalam pekerjaan, yaitu proses. Mereka ingin cepat selesai. Hal itu berpengaruh pada kualitas hasil pekerjaan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan