Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MENGELOLA EMOSI

Merasa sedih, kecewa kesal, atau marah adalah hal yang normal dalam kehidupan manusia. Tetapi ketika emosi tidak bisa dikendalikan, hal tersebut dapat merugikan diri sendiri, keluarga, bahkan orang di sekitar kita.

Emosi adalah ekspresi normal manusia atas berbagai hal yang terjadi di dalam hidupnya. Emosi yang kita miliki bisa bersifat negatif dan bisa bersifat positif. Emosi mempunyai kekuatan yang bisa mengarahkan seseorang untuk melakukan suatu tindakan tertentu.

Kemampuan seseorang dalam mengontrol emosi dapat mempengaruhi cara orang lain memandang seseorang. Misalnya ketika kita tertawa saat membaca pesan yang lucu, atau kesal ketika terjebak kemacetan di jalan. Ataukah merasa kecewa karena mendapat banyak kritikan saat memaparkan materi di depan peserta rapat.

Beberapa psikolog banyak yang setuju bahwa emosi bersifat universal. Ekspresi dari emosi di berbagai budaya memiliki kemiripan. Ada lima emosi dasar yang diketahui yaitu marah, takut, jijik, sedih, dan senang. Ada pemicu universal untuk merasakan emosi, manusia bisa marah ketika merasa diperlakukan tidak adil. Manusia merasa sedih ketika merasa kehilangan. Manusia bisa merasa jijik dengan sesuatu atau takut ketika merasa ada ancaman terhadap keselamatan diri.

Emosi adalah respon otak yang instan, kita tidak dapat memilihnya. Emosi manusia berada dalam sebuah garis waktu, dimulai dengan pemicu yang memulai pengalaman emosional dan berakhir dengan menghasilkan respon.

Menurut Gross dan Hooria Jazairi, ketidakmampuan untuk mengatur emosi merupakan akar dari gangguan psikologis seperti depresi dan gangguan kepribadian lain. Ada beberapa cara dari para ahli untuk bisa mengendalikan emosi:

1.Membuang pikiran buruk. Saat kita sedang dilanda masalah yang rumit, otak akan cenderung lebih fokus memikirkan jalan terbaiknya. Berusaha berhenti memikirkannya walaupun sulit. Tetapi dengan mencoba melupakannya sesaat dapat membuat kita lebih rileks.

2. Mencoba diam. Mencoba untuk diam merupakan salah satu cara.

3. Berusaha memberikan emosi positif. Anggap saja apa yang terjadi adalah sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan diri menjadi lebih baik lagi.

4. Menenangkan diri. Berpikir tenang untuk mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada. Coba mengalihkan pikiran agar kita lebih rileks.

Cobalah untuk berlapang dada. Sesulit apapun masalah, kita harus bangkit untuk membuktikan bahwa kita baik-baik saja.

5. Mencoba untuk mengalah. Mengalah dapat menemukan jalan keluar terhadap permasalahan yang terjadi.

7.Berolahraga. Olahraga dapat membuat saraf yang tadinya tegang menjadi lentur.

8. Membaca. Membaca buku tentang komedi, kisah lucu yang membuat pikiran lebih tenang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post