Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PENGABDIAN YANG TULUS

PENGABDIAN YANG TULUS

Menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan nurani. Oleh karena itu konsekuensinya adalah mengabdi dengan tulus untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Pengabdian yang tulus selalu memberikan lebih serta yang terbaik atas kepercayaan dan amanah yang diterima tanpa berpikir sedikitpun untuk mendapatkan keuntungan dari pengabdian tersebut sebelum semua amanah terbayarkan. Itulah yang dilakukan oleh Santi, seorang guru yang mengajar di sebuah SD Negeri terpencil di kabupaten Manggarai Flores NTT. Di sekolah tersebut, hanya memiliki 4 orang guru termasuk Kepada Sekolah. Dari keempat-nya, hanya ibu Santi yang masih berstatus guru honorer. Ibu Santi mengajar di kelas satu dan dua.Tanpa pernah mengeluh ia mengajar full time dengan sistem shift karena keterbatasan ruang kelas. Pagi ia mengajar kelas satu dan siang masuk di kelas dua. Tidak saja itu, sore hari ibu Santi mempunyai jadwal bimbingan belajar untuk anak-anak yang belum lancar membaca, menulis, dan berhitung. Tanpa merasa beban ia selalu tersenyum,ramah terhadap siswa,rekan guru dan masyarakat sekitarnya.

Ibu Santi dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana,rajin, disiplin,dan kreatif. Ia selalu datang dan pulang pada waktunya. Baginya waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Tahun lalu saya sempat berkunjung ke sekolahnya yang cukup jauh dari kota. Dengan sepeda motor saya menempuh perjalanan selama lima jam.Tampak dari jauh saya melihat sebuah bangunan yang sudah agak tua. Ternyata itu sekolah tempat ibu Santi mengajar. Terlihat usang, temboknya rapuh karena sudah dibangun sejak lama. Saya diajak masuk ke ruangan kelasnya. Saya amat kagum, kulihat dinding kelas kiri dan kanan penuh gambar dengan huruf alfabet hasil karyanya sendiri. Di belakang ruangan kelas ada pojok baca. Buku-buku disusun rapi pada meja kecil. Meskipun buku-bukunya terlihat usang, anak-anak tetap bisa menambah pengetahuannya dengan membaca. Di sebuah lemari, saya melihat portofolio kumpulan hasil kerja dari anak-anak yang sudah dimasukkan dalam map masing-masing sesuai dengan nama siswa menurut abjad.

Saya tertegun dan bangga dengan kreativitasnya. Ibu Santi bukanlah guru PNS yang rutin mendapat gaji setiap bulan dari pemerintah. Dia seorang guru honorer yang gajinya didapatkan dari sumbangan masyarakat desa. Walaupun gajinya di bawah standar, ia tidak pernah berkecil hati. Dengan sumber daya yang sangat terbatas, ia dengan senang hati mengajar anak-anaknya. Suasana desa yang sangat terpencil dengan segala keterbatasannya, tidak mengurangi semangat dan pengabdian dari ibu Santi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Dia sadar bahwa menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan nurani. Komitmen pada pengabdian adalah sesuatu yang sangat berharga dan mulia.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post