TETAP OPTIMIS
Perasaan cemas akan situasi yang terjadi pada saat ini sungguh menguras energi, bahkan membuat kita stres. Bagaimana tidak, penyebaran Covid-19 secara masif dan sangat cepat menyebabkan rusaknya tatanan kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Aktivitas belum berjalan normal. Suasana serba tidak menentu. Proses pembelajaran di sekolah menggunakan metode daring. Tekanan psikologis bisa saja terjadi, tidak saja dialami oleh peserta didik tetapi juga orang tua karena bertambahnya pengeluaran dalam keluarga untuk membeli pulsa internet.
Kesulitan ekonomi dalam keluarga karena pengurangan gaji, bisnis tidak berjalan, sampai pada pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan. Hal-hal seperti ini berdampak buruk bagi kesehatan, mudah terserang penyakit karena dibebani oleh kesulitan-kesulitan tersebut. Berpikir positif, mungkin menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Berpikir positif sangat dipengaruhi oleh cara pandang kita. Jika kita menganggap semua hal dapat membuat pribadi menderita, tentunya kita akan selalu merasa buruk dan tidak bisa memiliki sikap optimis. Agar selalu optimis, maka perlu mencari hal-hal yang bisa membuat bahagia. Kita bisa menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Misalnya berolahraga, membaca buku, atau menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan.
Hidup mestinya selalu disyukuri. Meskipun peristiwa yang kita alami mempunyai sisi keburukan. Tetap optimis.
Orang yang selalu memiliki sikap optimis memiliki pikiran akan masa depan yang baik, dan sudut pandang yang positif dalam melihat suatu persoalan. Saat mengalami kegagalan, jangan sepenuhnya menyalahkan diri sendiri. Kita harus melihat paradigma kegagalan sebagai sebuah pembelajaran untuk bisa diperbaiki di kemudian hari.
Banyak orang yang berprestasi karena memiliki sikap optimis. Sikap optimis mampu memberikan sesuatu hal yang positif. Lebih semangat bekerja, serta pikirannya pun cenderung ke arah perbaikan untuk maju.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan