Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HARI GURU NASIONAL 25 NOVEMBER 2024  (Momentum  Instropeksi Diri )

HARI GURU NASIONAL 25 NOVEMBER 2024 (Momentum Instropeksi Diri )

Hari Guru Nasional 2024 mengusung tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat". Peringatan nasional ini merupakan bentuk penghormatan serta penghargaan terhadap profesi guru di Indonesia. Tema ini diambil sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap semangat belajar, berbagi, dan berkolaborasi dari guru-guru hebat Indonesia dalam memberikan layanan pendidikan untuk anak bangsa, serta menjadikan profesi guru semakin bermartabat, terhormat, dan membanggakan.

Sejarah Hari Guru Nasional tidak dapat dipisahkan dari keberadaan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang didirikan pada tahun 1912.

Awalnya, organisasi ini bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB), yang mengumpulkan para guru dari berbagai latar belakang pendidikan. Pada tahun 1932, ada 32 organisasi guru sepakat bersatu dalam satu wadah dengan nama Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Kemudian pada zaman pendudukan Jepang terbentuknya sebuah organisasi bernama Guru pada tahun 1943 di Jakarta oleh Amin Singgih dan rekan-rekannya. Organisasi itu bertujuan untuk memberikan teladan jika guru-guru Indonesia tetap menempuh kesatuan nasional. Pada masa itu, Jepang rutin mengadakan pelatihan guru di Jakarta yang diikuti oleh tiap-tiap guru di kabupaten dan daerah. Namun tak lama setelah itu, Jepang hengkang saat Indonesia memerdekakan dirinya pada 17 Agustus 1945.

Beberapa bulan setelah merdeka, para guru melangsungkan Kongres Pendidik Bangsa di Sekolah Guru Puteri di Surakarta, Jawa Tengah. Kongres tersebut dipimpin para tokoh pendidik seperti Amin Singgih, Rh. Koesnan, dan kawan-kawannya, serta berlangsung selama dua hari 24-25 November 1945. Kongres tersebut melahirkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai wadah perjuangan kaum guru untuk turut serta menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan. Hari lahir PGRI kemudian ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Tujuan utama dari peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2024 adalah memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan, merayakan semangat kolaborasi guru Indonesia menguatkan visi guru sebagai pembelajar sepanjang hayat, setta merayakan semangat menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Spirit ini lahir dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, menyiapkan generasi-generasi muda bangsa yang bisa berkompetitif. Hari Guru Nasional 25 November 2024 sebuah peringatan yang tidak hanya menghormati para pendidik tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat akan kontribusi mereka dalam membentuk karakter dan membimbing generasi muda. Perayaan ini mengajak kita untuk merefleksikan peran luar biasa guru dalam mengembangkan potensi anak-anak bangsa, baik secara akademis maupun moral.

Guru tidak sekadar menjadi penuntun dalam pembelajaran, melainkan juga teladan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial kepada siswa. Mereka berfungsi sebagai garda terdepan dalam mendidik generasi penerus, mengajarkan pemahaman tentang toleransi, persatuan, dan tanggung jawab sosial. Seperti yang dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” yang berarti guru harus memberi contoh, semangat, dan dorongan bagi siswa.

Dengan pendidikan yang baik, yang dimotori oleh guru-guru hebat, Indonesia akan memiliki generasi penerus yang memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan global. Dalam konteks ini, guru berperan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, kreatif, dan siap untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2024 merupakan momen instropeksi diri dalam hal meningkatkan kompetensi guru, tenaga pendidik, seperti skill, kemampuan penguasaan teori, aplikasi dan praktik. Jadi, guru harus dapat menguasai semuanya. Selain itu, momen hari guru ini bisa menjadi salah satu momen untuk introspeksi diri terutamanya buat para guru dalam hal mendidik siswa agar lebih disiplin dan berkarakter.

Guru bukan hanya penuntun dalam pembelajaran akademis, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk nilai-nilai moral dan sosial siswa. Mereka berperan sebagai garda terdepan dalammendidik generasi penerus agar memiliki pemahaman yang baik tentang toleransi, persatuan, dan tanggung jawab sosial.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post