JERITAN DI TENGAH KEBAHAGIAAN
Jeritan di tengah kebahagiaan adalah penggalan lagu yang sangat ikonik dari lagu legendaris Indonesia berjudul "Layu sebelum berkembang".
Lagu ini dipopulerkan oleh Tetty Kadi dan juga dinyanyikan ulang oleh banyak artis lain seperti Broery Marantika, Ruth Sahanaya, Rio Febrian, sampai Koes Endang.
Dianggap sebagai salah satu lagu sedih terbaik di era -70-an hingga 70-an. Layu sebelum berkembang adalah sebuah ungkapan yang mempunyai makna mendalam, sesuatu yang berakhir gagal, harapan, ide, cinta, atau kehidupan muda yang terhenti secara prematur, usaha yang kandas sebelum benar-benar terwujud, hilangnya sesuatu yang indah, atau berharga, ataupun patah hati.
Dalam konteks budaya Manggarai yang kental dengan metafora alam, ungkapan tersebut menekankan pada "kuncup yang hancur" Kiasan untuk anak muda, atau sesuatu yang berharga, yang meninggal atau hilang sebelum waktunya. Dunia berseri menjadi hancur, dari kebahagiaan menjadi kesedihan yang mendalam.
"Layu sebelum berkembang" Menggambarkan kesedihan mendalam akibat cinta yang berakhir tragis atau dikhianati. Lagu ini identik dengan lirik " Habis manis sepah dibuang ". Mengisahkan seorang yang ditinggalkan kekasih setelah memberikan segalanya.
" Mengapa ini harus terjadi,
di tengah kebahagiaan... "
"Ingin kurasakan lebih lama lagi, hidup bersama denganmu... "
Jeritan di tengah kebahagiaan, seringkali digambarkan sebagai kontradiksi emosi yang mendalam, dimana puncak kesenangannya tiba-tiba hancur oleh kesedihan atau kehilangan yang tidak terduga, hancur berderai, dan rapuhnya kebahagiaan.
Jeritan di tengah kebahagiaan adalah metafora untuk perasaan hampa, cemas, atau duka yang muncul justru saat situasi hidup terlihat sempurna atau menyenangkan.
Mindfulness: fokus pada momen saat ini (masa sekarang) bukan mengkhawatirkan apa yang akan terjadi di masa depan, atau menyesali masa lalu.
( Ancik Sutardi)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
