Fransiskus Sutardi, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SENYUM MENJELANG SENJA

SENYUM MENJELANG SENJA

Langit yang sama

Awan sore itu berwarna jingga keemasan, seolah langit sedang tersenyum pelan sebelum beranjak tidur. Di balkon perpustakaan kampus, Sintia menatap cakrawala sambil memeluk buku catatannya. Hari ini melelahkan. Bukan karena tugas menumpuk, tapi karena hati yang tak kunjung paham. "Kenapa hidup harus secepat ini?" gumamnya. Di sebelahnya tanpa aba-aba, muncul suara yang sudah akrab . "karena senja cuma sebentar." Sintia menoleh, Saulus,dengan jaket denim lusuh dan senyum yang selalu berhasil menenangkan. "Kau selalu punya jawaban aneh," kata Sintia. "Bukan jawaban. Hanya cara lain melihat hal yanng sama. Seperti senja,sama setiap hari tapi tak pernah sama." Sintia tersenyum kecil. Mungkin benar. Senja memang tak pernah sama. Seperti perasaan manusia.

Cerita di antara warna

Sejak hari itu mereka sering menghabiskan waktu menjelang senja. Tidak harus bicara. cukup duduk berdampingan, membiarkan angin memindahkan helai rambut, dan mendengarkan kota yang mulai pelan. Saulus suka bercerita tentang mimpinya membuat film. Sintia suka menulis tentang hal-hal kecil yang sering diabaikan orang. Mereka berbeda, tetapi entah kenapa merasa pas. "Kau tahu," kata Saulus suatu sore,,"aku percaya,setiap orang punya satu senja yang akan selalu diingat." "satu?" "iya, senja saat kita sadar, kita tumbuh.." Sintia tak jawab. Ia hanya menyimpan kalimat itu di hatinya.

Awan yang pergi

Semua terasa baik-baik saja sampai semesta memberi pengumuman yang tak bisa mereka tolak. "Saulus mendapat beasiswa pertukaran pelajar ke Jepang Enam bulan.. Enam bulan yang terdengar singkat, tetapi terasa seperti memindahkan senja ke musim yang berbeda.. "Kau harus pergi," kata Sintia, meski hatinya berteriak untuk menahan. "Aku tahu," Saulus menatapnya lama. "Tapi aku janji,akan pulang dengan cerita baru. Dan kita akan lihat senja lagii di tempat yang sama." Sintia mengangguk. Senyumannya terlihat tegar, tapi tangannya gemetar saat melambaikan. Kereta bergerak, Saulus melambaikan tangan dari jendela. Sintia menatap sampai gerbong terakhir menghilang. Langit sore itu, entah kenapa, terasa lebih sunyi.

Menunggu bukan berarti diam

Hari-hari tanpa Saulus tidak mudah. Bahkan perpustakaan terasa kosong. Senja tetap datanng, tapi warnannya seolah kurang lengkap. Sintia mencoba menulis lebih sering. Ia menuangkan semua rasa rindu, cemas, dan harapan dalam kata-kata. Ternyata, menunggu bukan berarti diam. Menunggu bisa cara lain untuk tumbuh. Sesekali mereka bertukar pesan. Saulus : "Hari ini salju turun. Tetapi aku teringat langit jingga di kampus kita. " Sintia : "Di sini juga senja cantik. Kau cepat pulang ya." Pesan sederhana ,tapi cukup untuk membuat hati hangat.

Senyum yang kembalil

Enam bulan berlalu. Sore itu, saat Sintia sedang membaca di balkon, langkah seseorang menghentikannya. "Masih suka senja?" tanya suara itu. Sintia menoleh. Saulus berdiri dengan tas ransel dan senyum yang sama. "Masih." Mereka duduk berdampingan. Banyak cerita yang dipertukarkan, banyak tawa yang tertinggal. Saulus membuka kotak kecil. "Untuk penulis senja." Di dalamnya ada notebook kulit dengan tulisan : Untuk semua senja yang kita lewati, dan yang akan kita lalui bersama. Sintia menatapnya, lalu tersenyum. Bukan senyum bahagia yang meledak, tapi senyum tenang yang datang dari hati yang tahu: beberapa orang memang hanya singgah , tetapi ada juga yang pulang untuk tinggal.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post