Saat Tim Fasilitator Alla-Curio Meredefinisi Penyusunan Modul Kokurikuler
Saat Tim Fasilitator Alla-Curio Meredefinisi Penyusunan Modul Kokurikuler
Kolaborasi lintas peran antara pendidik, K3S, Pengawas, hingga Korwildik membuktikan bahwa perubahan kualitas pendidikan selalu dimulai dari ruang kerja bersama. Pendidikan hari ini tidak lagi berbicara tentang siapa yang paling pintar berdiri sendirian di depan kelas. Semangat Kurikulum Merdeka telah mengubah narasi tersebut menjadi satu kata kunci: kolaborasi. Langkah nyata inilah yang baru saja ditunjukkan oleh Tim Fasilitator Kolaborasi Alla-Curio dalam menggarap Modul Kokurikuler untuk Fase A, Fase B, dan Fase C.
Kecamatan Alla_ Curio merancang jadwal kokurikuler dengan sistem blok adalah model penjadwalan di mana alokasi waktu kegiatan kokurikuler dikumpulkan dan dilaksanakan dalam satu rentang waktu yang utuh dan berkelanjutan (durasi waktu 140 jam), tanpa diselingi jam pelajaran intrakurikuler reguler. Karena selama sistem blok jam pelajaran mata pelajaran biasa "diliburkan", pastikan tim kurikulum sudah menghitung dan memadatkan alokasi jam intrakurikuler pada minggu-minggu biasa agar target materi tetap tercapai.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif atau formalitas menggugurkan kewajiban. Yang membuatnya menarik dan patut diapresiasi adalah hadirnya ekosistem pendampingan yang utuh. Duduk bersama dalam satu meja, para fasilitator didampingi langsung oleh Koordinator Wilayah Pendidikan (Korwildik) Bapak Muis Suli,S.Pd.,M.Pd, Pengawas Sekolah Kecamatan Alla dan Curio ( Dr.Edy Wardoyo, S.Pd.M.Pd dan Azis Taba, S.Pd ), serta jajaran Pengurus K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Idris Rahman,S.Pd.,M.Pd dan Nur Salam,S.Pd.,SOR.
Menembus Sekat Birokrasi Demi Kualitas Modul
Selama ini, tak jarang ada jurang pemisah antara penyusun kebijakan (Korwildik/Pengawas), manajerial sekolah (K3S), dan eksekutor lapangan (guru/fasilitator). Namun, dinamika kerja tim di Alla-Curio ini berhasil mematahkan paradigma lama tersebut.
Pendampingan dari Korwildik dan Pengawas tidak diposisikan sebagai "penilai yang mencari kekurangan", melainkan sebagai mitra diskusi strategis dan penjamin mutu. Sementara Pengurus K3S hadir memastikan dukungan manajerial di tingkat satuan pendidikan selaras dengan modul yang disusun. Dengan keterlibatan lintas unsur ini, modul kokurikuler yang dihasilkan tak lagi menjadi beban sepihak bagi guru, melainkan produk pemikiran kolektif yang matang dan realistis untuk diterapkan.
Menyusun Modul yang "Bernapas" di Tiap Fase
Penyusunan modul untuk tiga fase sekaligus (Fase A, Fase B, dan Fase C) membutuhkan ketelitian ekstra karena karakteristik tumbuh kembang murid yang sangat dinamis:
Fase A (Kelas 1–2): Ditekankan pada pembentukan karakter dasar, eksplorasi sensori, dan pembiasaan positif yang menyenangkan.Tema disiplin dan tanggung jawab. Fase B (Kelas 3–4): Mulai melatih penalaran kritis kontekstual serta kerja sama kelompok dalam proyek-proyek sederhana. Tema disiplin dan tanggung jawab. Fase C (Kelas 5–6): Mengarahkan murid pada pemecahan masalah (problem solving) yang lebih mandiri dan relevan dengan lingkungan sekitar. Tema disiplin dan tanggung jawab.Melalui diskusi intensif antara fasilitator dan para pendamping, modul yang dirancang tidak terjebak pada tren copy-paste dari internet. Modul ini benar-benar disesuaikan Berdasarkan panduan dokumen kegiatan kokurikuler G7KAIH .
Praktik Baik yang Patut Menjadi Inspirasi
Inisiatif dari Alla-Curio ini memperlihatkan praktik baik (best practice) yang menyegarkan. Ketika birokrasi dan praktisi pendidikan bergerak dalam frekuensi yang sama, maka kualitas pembelajaran muridlah yang menjadi pemenang utamanya.
Modul kokurikuler yang lahir dari rahim kolaborasi seperti ini akan jauh lebih bertenaga saat diimplementasikan di kelas. Sebab sejak lembar pertama dirancang, ada rasa kepemilikan bersama (sense of belonging) dari seluruh pemangku kepentingan.
Kokurikuler dengan menerapkan system blok Pembiasaan Senam Anak Indonesia Hebat dan Latihan PBB Bervariasi untuk anak SD Negeri Alla_Curio merupakan tema dalam penyusunan modul. Modul ini disusun sebagai panduan teknis bagi guru dan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan kokurikuler berbasis penguatan karakter Dimensi Profil Lulusan, yang meliputi: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Kesehatan, serta Kemandirian.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tentu tidak terlepas dari sinergi dan peran aktif berbagai pihak. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan dorongan, motivasi, serta melanjutkan pembiasaan hidup sehat dan disiplin di lingkungan rumah. Begitu pula dukungan masyarakat sekitar yang turut menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, serta mendukung pembentukan karakter positif peserta didik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memiliki kebugaran jasmani yang optimal, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya disiplin waktu, kerapian, kepemimpinan, dan sikap saling menghargai. Semoga modul ini bermanfaat dan dapat menjadi sarana kolaborasi yang kokoh antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mencetak generasi Anak Indonesia Hebat yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
Langkah progresif Tim Fasilitator Alla-Curio bersama Korwildik, Pengawas, dan K3S ini patut menjadi acuan: bahwa kualitas modul pembelajaran bukan ditentukan dari seberapa tebal kertasnya, melainkan seberapa dalam kolaborasi di balik penyusunannya.



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
