Awal Mula Menulis
Oleh Hermin Agusini
Tantangan hari ke – 12
#TantanganGurusiana
Selamat pagi para pembaca. Kembali ke pembahasan tentang awal mula aku menulis.
Buku yang telah berdebu itu selalu mengusik pikiranku. Selalu muncul pertanyaan dalam hatiku. Kapan ya aku bisa menulis buku lagi ? Hanya rencana. Hanya angan – angan. Tapi aku tak pernah beranjak untuk memulai. Selalu ada alasan untuk diriku menunda.
Sampai Suatu ketika. Ada keterpaksaan yang mengharuskan aku menulis lagi. Menjelang ujian Nasional siswa kelas Sembilan. Aku tidak punya cukup waktu untuk menjelaskan Grammar Bahasa Inggris. Aku melihat siswaku selalu kebingungan dalam materi ini. Hatiku tergerak. Aku ingin memberi mereka catatan lengkap mengenai grammar bahasa Inggris.
Mulailah aku membuat catatan untuk mereka. Terbesit dalam pikiranku sebuah pertanyaan. Mengapa gak sekalian dijadikan buku?. Supaya anak – anak semakin tertarik untuk belajar? Akhirnya catatan itu aku jilid menjadi sebuah buku dengan judul “Cara Mudah Memahami English Grammar”.
Dengan design sampul yang sederhana. Tanpa proses proof reading. Meminta bantuan Pak Agus. Seorang teman guru yang punya percetakan. Tercetaklah bukuku. Disampul depan sengaja aku tulis “ For My Lovely Student “. Aku berharap siswaku mengingatku. Tak lupa aku tulis “untuk kalangan sendiri”.
Gak aku sangka. Banyak juga siswa yang memesan buku itu. Aku tidak memberi harga mahal pada buku itu. Para siswa cukup mengganti uang foto kopi dan sampul. Buku itupun sudah pernah aku bagikan kepada beberapa temanku. Yang putra atau putrinya membutuhkan. Sampai sekarang. Bukuku masih ada saja yang memesan. Terutama para siswa kelas Sembilan.
Pengalaman itu membuatku galau. Penasaran dengan bagaimana supaya bisa menerbitkan buku. Bertanya kepada teman yang sudah pernah beberapa tahun lalu menerbitkan buku.
“Eh, pie bhen iso nerbitkan buku ?” ( bahasa jawa yang artinya bagaimana supaya bisa menerbitkan buku ).
“Yo nulis disek, mbak !” ( ya menulis dulu Kak ). Jawab temanku singkat sambil tertawa. Tawanya membuatku sadar. Bahwa supaya buku bisa terbit itu ya menulis dulu. He..he..iya ya, menulis.
Waktu terus berjalan. Gaung sagusabu mulai sayup –sayup terdengar. Aku menunggu berita. Aku semakin galau ketika Bu Mimin sahabatku sudah berhasil menerbitkan bukunya. Dia mengikuti pelatihan sagusabu yang diadakan MGMP IPA.
Sejak saat itu, Bu Mimin sering mengirim informasi pelatihan untukku. Aku terus memantau jadwal pelatihan sagusabu.
Pernah sudah mendaftar untuk ikut pelatihan sagusabu. Namun pelatihan itu batal diadakan. Semua uang pendaftaran dikembalikan oleh panitia. Aku tidak mau tahu tentang alasan pembatalan acara itu. Yang aku tahu, aku harus mencari jadwal baru.
( Bersambung ).
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
