Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Awal Mula Menulis ( Merindu SaguSabu )

Awal Mula Menulis ( Merindu SaguSabu )

( SaguSabu MediaGuru )

Oleh Hermin Agusini

Tantangan hari ke – 13

#TantanganGurusiana

Selamat pagi pembaca. Semoga masih setia mengikuti kisahku. Kisah perjalanan menjadi penulis.

Aku tak pernah putus asa merindu. Terus mencari informasi tentang pelatihan Sagusabu Media Guru. Aku terus menunggu jadwal baru

Setelah pembatalan acara sagusabu itu.. Aku bersyukur, akhirnya ada juga jadwal pelatihan menulis sagusabu. Meskipun bukan di kotaku. Tapi tergolong lumayan dekat. Hanya di kabupaten sebelah.

Aku mengajak sahabatku dengan harapan agar diapun memperoleh ilmu baru. Seperti biasa, pelatihan menulis sagusabu dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Aku berangkat diantar suami dan anakku.Sampai di tempat pelatihan masih sangat pagi. Belum ada siapa – siapa. Aku dan sahabatku memilih tempat yang nyaman. Kami siap menimba ilmu menulis buku.

Sudah menjadi kebiasaan. Mumpung suasana sepi, kami berselfi di depan banner. Setelahnya, langsung share di grup whatsapp. Pamer bahwa kami sudah tiba di tempat pelatihan. Beberapa saat kemudian. Hadir sepasang panitia.

Seorang wanita muda, langsing cantik dan energik langsung menuju meja tamu. Bu Luluk namanya. Orangnya lemah lembut dan sangat ramah. Beliau langsung mempersiapkan kertas absensi dan lainnya.

Seorang pria ..hehe…gak berani memuji. Wajahnya tidak asing karena terpampang di banner. Beliau memasuki ruangan menuju bagian depan. Tak lupa beliau menyapa kami, juga dengan ramah. Ternyata beliau berdua memang pasangan suami isteri yang sangat ramah.

Singkatnya, pelatihan dimulai oleh pembicara utama. Wajah beliau sangat tidak asing. Selalu muncul di banner SaguSabu di manapun. Benar saja, karena beliau memang Chief Executive Officer MediaGuru Indonesia. Bapak Mohammas Ihsan.

Beliau memberikan materi dengan sangat jelas dan mudah dimengerti. Membuka pikiran menjadi lebih luas. Memotivasi alasan menulis menjadi lebih kuat dan bermakna.. Disinilah aku kenal pertamakali “ the power of kepepet”. Beliau menebar virus menulis tanpa bisa ditangkis. Beliau membuka wawasan sangat luas. Ternyata banyak sekali manfaat di balik menulis.

Sesi berikutnya, dilanjutkan oleh seorang ustad yang ramah tadi. Pak Febri namanya. Beliau mengajak kami langsung berpraktek menulis. Mengajari kami “free writing”. Bak dukun memberi mantra. Pak ustad itu berhasil membuktikan bahwa semua bisa menulis. Merubah mindset kami. Beliau membuka mental blok para peserta.

Materi hari itu membuat aku semakin yakin. Bahwa aku akan bisa menulis. Materi hari itu serasa air hujan membasah bumi. Aku merasa bagai ikan menemukan airnya. Keinginan menulisku menemukan wadahnya. Di MediaGuru Indonesia. Kerren, kan?.

Tugas hari itu mulai gendeng mangan semir. Menulis tiga hal paling menyenangkan dalam hidup. Dan menulis sinopsis. Semua serba harus dan dengan batasan waktu yang tidak bisa di tawar

Pikirku, di sempitnya pemahamanku. Bukankah sinopsis itu di akhir buku?. Tapi hari itu aku di bimbing agar bisa menuliskannya. Membuat synopsis, berarti berpikir buku selesai. Hebat, kan?

Semua tugas harus dikirim ke Pak Yasin. Yang akan memberi the best cover bagi peserta yang berhasil menuliskan sinopsis terbaik. Yang Orisinil, unik dan menarik. Dan entah apalagi kriterinya.

Alhamdulillah. Aku bisa mengirim tugas tepat waktu. Di hari kedua pelatihan. Pak Yasin mulai membacakan lima sinopsis terpilih. Kelima synopsis itu akan memperoleh cover. Tak kusangka. Tak ku duga. Ternyata sinopsisku adalah salah satu di antaranya. Dan, jreng ! aku terpukau ketika cover bukuku terpampang. Sungguh sensasi perasaan yang luar biasa waktu itu.

Sesi ini adalah sesi penuh air mata. Tiap peserta yang dipanggil ke depan untuk memberi kesan pesan atas sinopsisnya pasti sulit berkata – kata. Penuh haru atas kisah bukunya. Dan pasti penuh haru tak percaya. Bahwa hari itu ternyata berhasil menulis.

Demikian pula denganku. Tak percaya bahwa hari itu dengan cover yang telah terpampang di slide besar. Dihadapan sekian banyak peserta. Aku, dan empat orang lainnya. Dinyatakan siap menulis buku dalam limabelas hari.

Karena masih terbawa suasana senang. Aku hanya tersenyum lebar. Gak nyadar, jika aku dimasukkan ke dalam lingkaran “the power of kepepet”. Didorong sedemikian rupa untuk mengeluarkan kemampuanku . Demikian para trainer handal itu memotivasi kami dengan sangat luar biasa.

Mampukah aku menyelesaikan buku dalam limabelas hari? Jangan lewatkan kelanjutan pengalamanku besok.

( bersambung )

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post