Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Awal Mula Menulis ( Semakin Ditekan Semakin Lenting )

Awal Mula Menulis ( Semakin Ditekan Semakin Lenting )

Oleh Hermin Agusini

Tantangan hari ke – 14

#TantanganGurusiana

Selamat pagi pembaca.

Menyambung cerita kemarin. Aku harus menyelesaikan bukuku dalam waktu limabelas hari. Aku tidak ragu. Karena aku percaya kepada para trainer handalku. Pasti beliau punya alasan super dibalik deadline itu. Para trainer sedang mendorong kami untuk keluar dari mental block.

Oke ! dengan ucapan Bismillah. Aku mulai merencanakan apa yang akan aku tulis. Namun hanya di angan – angan. Karena waktu itu masih perjalanan pulang.

Aku posting fotoku di status whatsapp. Nampak aku dengan latar belakang cover buku di slide besar. Dibawah foto itu aku tulis, “Alhamdulillah, sinopsis atas buku berjudul “Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku” terpilih memperoleh the best cover. #merasakerren#.

Tak lama kemudian ada yang memberi komen. “Kamu memang jago berhayal. Kalau cuma tulisan kayak gitu sih gampang. Eh, jangan sampe loh tulisanmu dibaca orang itu. Nanti malah tambah dicibir.”

“he..he..iya ya…cuma tulisan kayak gitu,” balasku memuaskannya. Aku sadar sepenuhnya jika tulisanku memang jauh dari sempurna. Kan masih pemula?. Jadi wajarlah jika masih jelek. Meskipun gak jelek – jelek amat sih. Kalau jelek amat, mana mungkin kepilih menjadi sinopsis yang memperoleh the best cover. Ya, nggak?

Sewaktu membuat sinopsis, aku memang bingung mau menulis apa. Menulis buku pembelajaran sangat tidak mungkin karena aku malas banget mencari referensinya. Aku harus menulis sesuatu yang menarik. Ya yang mungkin gak semua orang mau. Sebab tulisanku hanya khayalan. Catet ya ! ha..ya…lan..!.

Waktu itu, aku berpikir bahwa aku harus menulis pengalamanku. Siapa tahu bisa bermanfaat menginspirasi orang lain. Nggak salah dengan pernyataan bahwa aku memang ahli menghayal. He..he…ya sudahlah…lanjut menulis hayalanku.

Hari berlanjut, bukuku sudah hampir separuh jalan. Aku ingin meminta kata pengantar kepada kepala sekolahku. Aku mencoba berbicara tentang bukuku. Namun low respon. Karena beliau saat itu masih sangat sibuk. Ada hal sangat mendesak yang harus beliau persiapkan.

Kata – kata di whatsapp terus menggangguku. Aku menulis buku hayalan. Mulai tidak percaya diri. Hatiku mulai ciut. Aku urungkan meminta kata pengantar dari pimpinanku.

Jika sudah seperti ini. Aku butuh tenaga ekstra untuk melawan diriku sendiri. Aku makin galau. Kepada siapa aku akan meminta kata pengantar.

Entah apa yang merasukiku. Aku mencoba berkomunikasi dengan bupatiku. Melalui ajudan beliau. Aku menyampaikan maksudku. Dan Alhamdulillah aku diminta mengirim naskah berupa soft file dan print out.

Bukan senang. Tapi semakin galau. Aku berkonsultasi ke Pak Febri. Meminta contoh kata pengantar. Aku coba buat. Tapi rupanya Pak Febri tidak tega dengan tulisan kata pengantar yang aku buat. Pasti jelek,..heheh…

Akhirnya, Pak Febri membuatkan naskah kata pengantar. Aku susulkan kata pengantar itu via whatsapp kepada ajudan Bupati. Hampir satu minggu menunggu. Tak ada berita.

Sampai pada akhirnya, aku menerima soft file dengan tulisan “ Sekapur Sirih “ lengkap dengan foto bupati. Ternyata beliau berkenan membuat kata pengantar untuk bukuku. Sebuah buku inspiratif yang disebut hayalan. He..he…setelah itu aku berani menyebut bukuku dengan sebutan buku inspiratif. Mulai percaya diri.

Semakin aku galau. Semakin aku terdesak. Semakin aku takut. Semakin aku ingin bangkit. Aku yakin di ketidak yakinanku. Mungkin ini yang disebut “the power of kepepet” atau “the power of ke ennyek”…He..he…

Apakah bukuku selesai tepat waktu ? Tidak !...Karena aku sulit mengakhiri ceritaku. Hiks..terlanjur lancar menulis. Gak bisa berhenti. Rem blong !. Konsul lagi dengan Pak Febri. Inilah fungsi pendampingan dari para trainer MediaGuru.

Aku yang tidak bisa menulis. Merasa amat sangat terbantu karena memang masih selalu mendapat pendampingan. Batas waktu pendampingan hanya satu bulan. Nyatanya, sampai hari ini masih bisa bertanya banyak hal. Meski sangat banyak yang harus dilayani. Namun para trainer itu masih dengan sangat sabar dan professional membimbing kami.

Alhamdulillah. Bergabung di komunitas sagusabu MediaGuru memang luarbiasa. Penuh support satu sama lain. Editor yang luarbiasa mendampingi hampir duapuluh empat jam. Siap mempercantik tulisan yang kacau.

Akhirnya, bukuku berhasil terbit. Ber ISBN ! kerren, kan ? ( Bersambung )

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post