Lepas Dari Rencana
Oleh Hermin Agustini
Tantangan Hari ke - 11
#tantanganGuruSiana
Selamat siang pembaca.
Maaf hari ini aku terlambat posting. Dan kali inipun aku keluar dari pembahansan kita kemarin. Manusia memang hanya bisa berencana. Tapi Allah tetap penentu segalanya.
Sejak belajar menjadi penulis. Aku berusaha menaklukkan diriku sendiri. Dari sekian banyak hal yang harus aku kerjakan. Sebagai ibu. Sebagai istri. Sebagai menantu. Sebagai guru. Akan aku ulas satu persatu tugasku itu. Untuk menyenangkan hati. Aku sebut semua sebagai pekerjaan multi talenta. Pengganti dari kerja serabutan...heheh..
Sebagai ibu aku harus menyiapkan keperluan puri semata wayang. Kebetukan dia alergi makanan. Jadi aku harus memasak masakan yang cocok untuk kesehatannya. Di sore hari, sepulang sekolah aku harus menemaninya berkegiatan di rumah. Sampai dia beranjak tidur di jam sembilan malam.
Sebagai istri, tentulah aku harus memperhatikannya. Memenuhi semua kewajibanku. Untungnya, suamiku sangat pengertian dan kami terbiasa bekerja sama dalam mengerjakan pekerjaan di rumah.
Sebagai menantu, aku berupaya melayani sepenuhnya orang yang telah melahirkan suamiku. Yang karenanya, aku mempunyai suami. Kebetulan, ibu mertuaku selalu menginginkan aku memasak. Bukan membeli masakan warung.
Sebagai guru, aku punya banyak kewajiban yang harus aku tuntaskan sejak jam 07.00 pagi sampai dengan jam 03.30 sore. Tak jarang, aku membawa pekerjaan sekolah pulang.
Kini, aku belajar menjadi penulis. Tentu saja aku butuh waktu lebih banyak untuk menuntaskan tulisanku. Butuh upaya luarbiasa menaklukkan lelahku, penggantik kata malasku.
Dari sekian banyak yang harus aku selesaikan. Aku harus bisa mengatur waktuku. Skala prioritas sudah tentu. Namun, sungguh tidak mudah untuk dilakukan. Jadwal kerjaku masih morat - marit alias tidak menentu. Namun, tetap harus aku taklukkan.
Aku mulai mengintip jadwal para pelatih menulisku. Termasuk para editorku. Hehe...jam berapa beliau-beliau biasa online dan jam berapa beliau-beliau terakhir online.
Aku melihat kebiasaan rutin jam tayang beliau beliau hampir sama disetiap waktu. Wah, ini harus ditiru. Aku harus bisa membuat irama jadwalku padu. Supaya banyaknya pekerjaan tak lagi menjadi beban.
Di tantangan menulis GurusSana selama 30 hari berturut benar benar memberi manfaat bagiku. Aku mulai bisa mengatur jadwalku. Merutinkan kegiatan menulisku. Tanpa mengabaikan tugas2 lainku.
Meskipun itu terasa sangat tidak mudah. Ingat, sangat tidak mudah!, bergantung seberapa inginnya aku menaklukkan diriku.
Mungkin dinhari ke enam atau ke tujuh. Aku lupa tepatnya kapan. Aku sudah mulai terbiasa mengakhiri aktifitas dengan menulis sebelum tidur. Baru di pagi harinya. Sebelum aku ke dapur. Aku posting tulisanku. Kebiasaan ini mulai rutin terlaksana dan nyaman untukku.
Namun, kemarin terpaksa semua berubah. Putri semata wayangku sakit. Sampai hari inipun dia masih sakit. Putriku alergy makanan tertentu. Jika kambuh, dia sesak nafas. Semalaman dia tidur di pangkuanku. Badannya yang panas harus dalam penjagaanku untuk kompres. Rewel sudah tentu.
Di keadaan seperti itu. Aku tak punya waktu untuk laptopku. Biasanya aku menulis di laptop. Aku simpan dengan nama tantangan hari ke sekian dan sekian. Aku berharap, di akhir tantangan. Tulisanku bisa kau terbitkan menjadi sebuah buku.
Hari ini, aku terpaksa langsung menulis di tabku. Sambil menemani anakku. Menulis di laptop menurutku agak sulit aku lakukan. Kurang leluasa. Kurang terbiasa mengatur bentuk tulisan dan margin. Jadi harap maklum ya, jika tulisan kali ini tidak serapi biasanya. Tapi tak apalah. Hari inipun aku tak bisa posting sesuai jadwalku.
Semalam aku sempat menanggapi postingan leck Murman di FB tentang rencana hari ini. Aku bilang bahwa aku aku menulis lalu jalan - jalan merefresh pikiranku. Lagi - lagi aku harus belajar. Apapun upayaku, ada Allah pengatur semuanya.
Dan aku masih dengan keyakinan yang sama, bahwa Allah sedang mengajariku hal yang lebih baik untuk memantaskan aku. Menuju kualitas yang lebih baik di lain waktu. InshaAlalh.
Alhamdulillah. dibalik ketiadaan waktuku. hari ini aku belajar menulis langsung di gurusiana melalui tabku. Ternyata aku bisa. Hanya belum terbiasa.
Apa yang disampaikan oleh Bapak Ihsan memang terbukti. The power of "kepepet" memang berdampak munculnya kemampuan lebih yang kita tidak sadari. Menaklukkan hati sendiri lebih sulit daripada mencuri hati suami.hehe...salam literasi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
