Terbitnya Buku Pertamaku
Oleh Hermin Agusini
Tantangan hari ke – 15
#TantanganGurusiana
Selamat pagi pembaca. Terimaksih masih setia menyimak kisah melunisku.
Kali ini akan aku ceritakan tentang buku pertamaku. Jujur aku bangga. Karena masih belum banyak yang bisa menulis dan terbit. Apalagi, penerbitan bukuku dikelola oleh Tim MediaGuru Indonesia. Kerren, kan?
Namun semua itu tak menjadikanku sombong. He..he..belum cukup modal untuk itu. Dan semoga saja jika kelak aku sudah pandai menulis. Aku tetap menjaga rasaku seperti sekarang. Tidak sombong. Karena memang tidak ada yang akan bisa aku sombongkan di kegiatan menulisku.
Buku pertamaku berjudul “ Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku”. Sinopsisnya sudah pernah aku share. Tapi bagi pembaca yang belum sempat membacanya. Tidak apa – apa. Dengan senang hati dan sabar akan aku sampaikan ulang di sini. Catet ya, dengan senang hati dan sabar…hiks…
Sinopsis
Judul: Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku
Penulis: Hermin Agustini
Instansi: SMP NEGERI 1 BALUNG JEMBER
Mengajar siswa pintar dan berprestasi akademis pastilah menyenangkan bagi semua guru. Proses belajar mengajar akan mengalir mudah tanpa kendala. Pembelajaran akan berjalan sebagaimana mestinya.
Namun, tak semua siswa pandai dalam akademisnya. Terkadang guru dihadapkan kepada siswa yang tingkat kecerdasan akademis lemah? Metode pembelajaran menjadi macet. Berbagai kendala lain muncul. Hal yang pasti tidak memuaskan sekolah, guru dan orang tua.
Cerita tentang siswa berprestasi merupakan hal biasa. Di dalam buku ini penulis berbagi kisah menarik pengalaman mengajar siswa dengan tingkat kecerdasan akademis di bawah rata-rata. Dengan Bahasa bertutur, buku ini sangat layak dibaca kalangan pendidik dan orang tua.
Buku ini aku tulis berdasarkan pengalamanku mengajar selama kurang lebih duapuluh tahun. Aku memilih menulis buku ini dengan harapan bisa menginspirasi banyak orang. He..he…keinginan yang ketinggian ya?
Sebenarnya keinginanku ini sangat sederhana. Hanya ingin bercerita tentang jejak mengajarku. Siapa tahu, ada pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Sebab, mustahil bagiku menasihati orang lain. He..he..siapalah aku? Siapa pula yang mau mendengar nasihatku. Sebaik apapun itu. Tetap tak cukup pantas bagiku.
Namun melalui tulisan, aku yakin jika suatu hari nanti akan ada yang benar – benar terinspirasi oleh tulisanku. Dan itupun bagi yang benar – benar mau membaca bukuku. Hehe…
Lagi – lagi aku posting bukuku di status whatsappku. Banyak komen yang menyatakan tak sabar menunggu ingin baca tulisanku. Ada yang mau beli. Ada juga yang mau baca saja.
Tapi, aku masih belum berkeinginan untuk menjual bukuku. Ini sebenarnya strategi. Syiiaah…, strategi…hiks. Untuk buku pertamaku, biarlah orang – orang terdekat dulu yang tahu. Berikutnya aku belajar dulu. Suatu saat nanti. Bukuku pasti meluncur juga di rak rak toko buku terkenal. Meski ini bukan tujuan utamaku. Tapi jika iya, itu adalah bonus dari jerih payahku.
Darilimapuluh exemplar buku yang aku cetak. Semua habis aku bagi. Hanya tiga buku yang terjual. Itupun karena kebetulan aku membawa beberapa exemplar di pelatihan menulis sagu sabu.
Bagimanakah nasib buku – bukuku setelah aku bagikan ke teman – teman dekatku? Juga kepada mantan muridku ? Tunggu kelanjutan kisah bukuku besok ya. Pada jam tayang yang sama. Semoga bisa. ( Bersambung )
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan