Dear Gurusianers Pencapaian suatu target. Atau sukses. Bukan sekedar tentang reward yang d
Oleh Hermin Agusini
Tantangan hari ke 30
#TantanganGurusiana
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Atas segala kelimpahan nikmatNYa. Tiada daya dan upaya kecuali atas kehendakNya. Selamat pagi Pembaca. Khusus untuk para gurusianer aku ucapkan salam SUMANGAT!.Super Semangat !.
Hari ini aku merasa kerren. Bahkan lebih kerren dari sebelumnya. Aku semakin percaya ! bahwa Allah SWT memang Maha Pengasih dan Penyayang. Allah Maha Baik. Allah memberikan kesedihan satu paket dengan kebahagiaannya.
Kemarin aku marah tak tahu pada siapa. Kemarin aku mengeluh kepada orang – orang tersayang. Yang dengan sabar semua membuatku tenang. Kepada The Chief Executive Officer, Bapak Ihsan. Kepada Pak Leck Murman. Mohon maaf telah saya kirimi pesan berlembar – lembar. Pasti kemarin saya sangat menjengkelkan. Tapi saya bersyukur. Semua tetap dengan sabar dan halus membimbing saya.
Terimaksih kepada Bu Luluk yang telah menyampaikan curhatan saya kepada Pak ustad Febri. Terimakasih kepada Emak Mimin sahabatku. Ucapmu yang spontan bak mantra dari mbah dukun. Candamu membuatku bisa tertawa meski menangis.
Spesial khusus kepada Mas bojo. Kalimat tanyamu “ wes mari?” atau “sudah selesai?” adalah pertanyaan yang mendorongku agar lebih cepat menuntaskan tulisan. Untuk putriku Chalisa, bunda selalu belajar agar bisa menjadi idola terbaikmu.
Begitulah yang terjadi padaku. Kemarin aku meronta tidak mau menerima kenyataan. Meskipun dengan cara yang sangat tidak disengaja. Tulisan di hari ke 27 terhapus. Dan sayangnya, aku tak bisa memunculkannya kembali. Aku hanya bisa posting ulang. Tapi percuma. karena tatanan posting tulisanku tetap tidak urut tanggal. Artinya, postinganku dianggap kosong satu hari.
Perjalan panjang penuh perjuangan dan pengorabanan. Dari hari ke 1 menuju ke hari 30. Harus kandas di hari ke 28. Kebayang kan rasanya? Aku tak mau menerima itu. Aku berupaya semampuku meyakinkan admin. Namun nasi sudah menjadi bubur. Tak ada yang bisa mengembalikan urutan postinganku. Menangis? Pasti !.
Apakah aku harus mengulang? Iya. Kembali ke hitungan hari pertama. Sanggupkah aku? Tentu tidak. Bayangkan jika aku mengulang dari hari pertama. Bagaimana sakitnya melihat yang lain sudah di hari ke 29. Dan jika aku di hari ke 2, maka yang lain sudah tembus ke hari 30. Dan itu adalah hari ini. Siapa yang tahan untuk tidak menangis?
Ku nikmati sedihku kemarin. Dan harus segera tuntas. Aku tidak mau berlama – lama menangis. Tidak merubah apapun. Jadi aku harus kembali fokus. Aku harus mengambil keputusan. Yang semua jawabannya adalah tetap MENULIS.
Jika aku menginginkan sertifikat gurusianer biru, maka persyaratan posting wajib urut harus aku penuhi. Aturannya begitu. Aku harus menulis dengan hitungan kembali ke hari 1. Ini menyakitkan Ferguso!...hehe…
Jadi aku putuskan untuk tetap MENULIS dengan hitungan hari sesuai yang sudah aku lewati. Yaitu hari ke 29 dan 30. Tak perduli lagi apakah aku akan memperoleh sertifikat atau tidak.
Believe or not ! ketika aku tak berpikir lagi tentang sertifikat. Hatiku mendadak plong. Tak ada lagi beban. Semangatku kembali ke seratus. Bahkan mungkin seratus limapuluh! Eh kebanyakan…hehe…Tawaku kembali rekah.
Bukankah tujuan yang sebenarnya dari tantangan ini adalah continuitas setiap gurusianer untuk menulis? Dan aku memang sudah menulis, kan ? Tanpa henti berlatih. Selama tigapuluh hari terus menerus.
Jika kita mau memperhatikan. Jika kita mau membaca ulang tulisan kita. Dari awal posting sampai pada hari ini. Maka sudah pasti banyak perubahan. Diakui atau tidak, tulisan kita semakin baik. Iya kan?
Aku jadi ingat tayangan Pak CEO diawal pelatihan. Dimana seorang pelatih memotivasi atletnya berjuang sepenuh kemampuan dengan mata tertutup.
“Don’t give up !. Keep going !” Dengan kata – kata bersemangat memotivasi agar sang atlet terus berusaha mencapai target.
“Hurt !” teriak sang atlet kesakitan.
“Don’t give up!. Keep going!. Give all the best of you !” teriak sang pelatih menyemangati. Sampai akhirnya. Tanpa disadari oleh sang atlet. Dia melampaui batas target. Dan yang lebih menakjubkan, sang pelatihpun tidak menyadari bahwa bobot beban yang ia berikan lebih dari yang iya tahu.
Dan itulah yang sedang dilakukan oleh Pak CEO pada kita. Mendem Mangan Semir. Tanpa dorongan yang kuat, kemampuan kita tak akan muncul maksimal. Padahal pada kenyataanya. Semua dari kita memiliki kemampuan lebih dari yang kita tahu.
Selama kita mau bergerak. Selama kita tidak berhenti berupaya. Maka target sudah pasti akan terlampaui. Di sini, di GuruSiana. Kita sedang dilatih melampaui target. Sehingga pada saatnya nanti. Menulis tidak dilakukan hanya untuk memperoleh pengakuan berupa sertifikat. Pada saatnya nanti. Ketika kita mencapai kepantasan kualitas sebagai penulis. Maka bukan hanya sertifikat yang akan kita raih. Tapi akan banyak hal membanggakan yang akan kita peroleh.
Disinilah aku merasa tidak pernah gagal di tantangan menulis GuruSiana. Aku meraih suksesku. Aku berhasil menulis secara terus menerus dan runtut selama tigapuluh hari. Sampai hari ini. Masalah tulisan terhapus. Itu ketidaksengajaan. Jika dengan kejadian itu aku tidak bisa memperoleh sertifikat, bukan lagi masalah.
Aku bersyukur. Allah menggerakkan jariku untuk menghapus tulisan ke 27. Karena dengan itu aku belajar lebih banyak. Aku punya semangat baru yang mendorongku lebih kuat. Untuk terus menulis. Bukan lagi demi sertifikat. Jika pun aku memperolehnya disuatu hari nanti. Itu adalah kepantasan atas semua yang telah aku perjuangkan.
Dan akhirnya. Aku merasa sangat lega. Ternyata aku mampu mencapai target tigapuluh hari petama. Meskipun tanpa sertifikat. Aku kerren, kan? Kemarin aku ucapkan ini untuk mengibur diri. Tapi hari ini, aku menuliskan ini untuk menginspirasi.
Salam Literasi !
Never give up Marimar ! Menulis…Menulis…Menulis…
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
