Geliat Kecilku ( part 2 )
Oleh Hermin Agusini
Tantangan hari ke – 22
#TantanganGurusiana
Selamat pagi pembaca.
Apakah harapanku akan tercapai di kisah hari ini? Simak ceritaku.
Aku terus menggeliat. Buku karyaku terus aku bagikan. Termasuk kepada kepala sekolah yang kisahnya sudah aku dahulukan berkenaan dengan meninggalnya beliau. ( Baca kisahku ditantangan hari ke 18 ). Semoga beliau Husnul Khotimah. Amiiin.
Bukuku masih tersisa. Maka aku bergerak untuk meletakkannya di perpustakaan SMP 14 Jember. Seperti biasa, sambutan selalu hangat dan bersemangat. Respon yang aku peroleh adalah ucapan selamat dan dorongan semangat. Meskipun bukan hanya itu harapanku
Yang pasti, aku tetap sangat berterimaksih atas sambutan dan ucapan – ucapan itu..Di akhir pertemuan selalu aku ucapkan, “ hadir ya di pelatihan sagsabu PGRI !”
“InsyaAllah hadir Bu,” jawab beberapa guru.
“Alhamdulillah, “ ucapku menimpali.
Aku berharap, pertemuanku dengan penanggung jawab program beserta ketua MGMP dan beberapa kepala sekolah akan mampu memotivasi minat guru-guru untuk mengikuti pelatihan menulis sagusabu. Apalagi ini dilaksanakan oleh PGRI kita.
Buku karya pertamaku dengan penyampaian bahasa bertutur pastilah belum sempurna. Namun aku tetap bersemangat untuk membagikannya. Bukan maksud untuk pamer. Sekali lagi bukan pamer. Tapi untuk membuktikan bahwa memulai menulis itu tidak perlu menunggu sempurna.
Diantara yang telah membaca bukuku. Ada yang berkomentar, ”sebenarnya hanya seperti itu ya?”. Aku tidak sakit hati dengan komentar ini. Justru aku senang. Berarti yang mengucapkan itu telah membaca bukuku. Dan kesempatan bagiku untuk menyampaikan, “ ya itulah, makanya ayok menulis!”
“Ibu sajalah yang jadi penulis, saya gak sempat.” Hehe…okelah. Alasan diterima.
Dari semua itu aku mulai paham. Ternyata, untuk memotivasi orang lain itu bukan hanya tentang siapa yang menyampaikan. Buktinya, menggunakan daya pengungkit orang – orang yang lebih berkompeten pun belum bisa memotivasi minat menulis.
Hallo, apakabar kotaku ! Apakabar guru – guru sahabatku ? Di manakah kalian? Aku tahu kalian semua sibuk dengan urusan sekolah dan murid - murid kita. Gerakan literasi sudah menggeliat di seluruh negeri. Semua sudah bergerak membiasakan diri. Aku berharap, semangatku tak seorang diri.
“Sudah ada berapa orang pendaftar, Mbak?” tanyaku kepada panitia pelaksana pelatihan Sagusabu PGRI Jember.
“Sudah tigapuluh lima orang, Bu.” Mbak Yeni menyebutkan jumlah pendaftar. Aku melihat anggota grup whatsapp peserta pelatihan. Memang masih sekitar tigapuluh orang. Mungkin yang lain belum masuk grup. Bahkan ada yang ingin mendaftar dengan cara langsung bayar di tempat.
Hampir setiap hari sebelum pelatihan aku mengintip jumlah aggota grup. Semoga ada tambahan peserta. Itu pasti teman – teman guru yang aku undang saat aku membagi buku. Yakinku dalam hati. Hari pelaksanaan hampir tiba. Dari semua daftar peserta, tak satupun yang aku undang tertera namanya. Pasti mereka mendaftar langsung. Batinku masih yakin.
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Pelaksanaan latihan menulis sagusabu PGRI jember dihadiri oleh tujupuluh enam orang. Dan yang satu orang malah dari kabupaten lain nunjauh di sana. Dari Jawa tengah.
Pikiran dan hatiku terus bertanya. Mengapa perhelatan sebesar ini tidak bisa menggerakkan seluruh guru? Bukankah PGRI adalah wadah bagi guru untuk menyalurkan segala inspirasi dan aspirasi? Dan pelatihan ini saatnya, kan?
Aku belajar satu hal. Memang tidak mudah memotivasi banyak orang. Perlu keterlibatan semua pihak. Iya betul. Keterlibatan semua pihak yang saling mendukung. Dari jajaran paling tinggi sampai pada yang mengurusi catering dan tukang sapu. Semua harus bahu membahu. Saling bergandengan tangan melangkah maju. Semoga geliat kecilku tidak dianggap lucu. Semog…semoga…semoga…
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
