Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Iri Akibat Mengungsi

Iri Akibat Mengungsi

Oleh Hermin Agusini

Tantangan hari ke – 20

#TantanganGurusiana

Selamat pagi pembaca.

Maaf cerita terjeda oleh kisah yang mendesak untuk diposting. Hari ini aku kembali fokus dengan kisah perjalanan buku pertamaku.

Musim banjir. Memang banyak warga mengungsi mencari tempat aman. Namun dalam kisah hari ini bukan tentang banjir. Mengungsi yang aku maksud dalam kisah hari ini adalah mengungsi dalam menimba ilmu. Kenapa sampai mengungsi? Ya, itu hanya istilah supaya kisah ini lebih menarik untuk di baca.

Ceritanya begini, setelah beberapa kegiatan berbagi buku kepada para sahabat. Aku kembali mengikuti kegiatan sagusabu dua di kota tetangga. Kota Bondowoso. Untuk kegiatan sagusabu dua itu aku tidak mengikuti seluruh proses pelatihan. Meskipun sangat ingin. Namun ada perhitungan lain yang membuatku harus menahan hoby yang satu ini.

He..he..he..ikut pelatihan kok hoby? Entahlah. Mataku selalu berbinar jika melihat banner bertulis Pelatihan Menulis Sagusabu MediaGuru Indonesia. Darahku langsung berdesir. Apalagi sudah pernah mengikuti sekali pelatihannya dan merasakan banyak manfaat yang aku peroleh.

Bertemu langsung dengan CEO MediaGuru Indonesia. Mendapat pelatihan langsung oleh beliau. Semuanya sangat berarti. Meskipun tidak bisa foto bersama. Tapi menimba ilmunya adalah hal teristimewa. Bergabung dengan komunitas pecinta menulis adalah hal yang juga sangat luar biasa. Banyak orang hebat di sekelilingku membuatku lebih bersemangat untuk belajar.

Meskipun harus mengungsi ke kabupaten tetangga. Mengikuti kegiatan sagusabu di kabupaten Bondowoso adalah hal yang tak mungkin bisa aku lupakan. Di sanalah aku pertama kali memperoleh ilmu menulis. Dan di sana pula lounching buku pertamaku dilaksanakan..

Aku bersama peserta pelatihan lainnya. Bagai menjalani wisuda. Para penulis yang berhasil menuntaskan tulisannya. Mendapat tempat kehormatan. Duduk berjajar beserta satu pigura dengan gambar masing – masing buku. Siap dipanggil satu persatu.

Acara demi acara dimulai. Acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan – sambutan. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia. Dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan diakhiri dengan sambutan oleh wakil Bupati.

Dari semua sambutan yang disampaikan. Semua sangat memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh guru. Khusus kepada para guru penggeliat literasi melalui MediaGuru Indonesia.

Wakil Bupati menyampaikan kepada Kepala dinas, melalui wakilnya untuk memperhatiakan para guru terutama yang berhasil membuat karya tulis. Tidak hanya berguna untuk kenaikan pangkat. Namun juga memperoleh penghargaan dan kemudahan lain. Inti dari semua sambutan adalah dukungan penuh kepada para guru yang penulis.

Semua itu sangat luarbiasa. Meskipun hanya berlaku untuk guru di sana. Aku berdo’a semoga suatu saat nanti juga terjadi di kotaku sendiri.

Acara berlanjut pada detik – detik Lounching buku. Melalui panduan pembawa acara. Kami dipanggil satu persatu ke panggung besar. Berjalan melalui sekian banyak undangan. Masing – masing membawa pigura bergambar buku yang sudah kami selesaikan.

Ketika namaku dipanggil. Akupun berjalan dengan membawa pigura bergambar buku karya pertamaku. Tepuk tangan riuh para peserta. Tatapan bahagia para trainer MediaGuru. Hela nafas bangga panitia penyelenggara. Mengantarkan langkahku menuju panggung kehormatan.

Benar – benar sangat bermakna. Berdiri berjajar bersama para penulis MediaGuru. Berfoto bersama orang – orang penting. Dilanjutkan dengan penyerahan buku kepada beberapa pejabat. Sungguh pengalaman tak terlupakan.

Jangan ditanya berapa foto selfi bersama emak – emak penulis. Di setiap kesempatan selalu sadar kamera. Aku terharu. Bangga pasti. Tapi bukan hanya disitu lalu berhenti. Peluncuran buku pertama itu adalah titik awal pembuka jalan bagiku untuk terus meningkatkan kualitas diriku sebagai penulis.

Di perjalanan pulang hatiku galau. Mengapa semua itu tidak terjadi di kotaku sendiri ? Mengapa aku harus mengungsi ?. Kemanakah para penggeliat literasi di kotaku?. Mengungsi membuatku iri.

“Bagi Bapak/ibu peserta pelatihan sagusabu mohon mengisi list berikut untuk medapatkan sertifikat penghargaan dari Dinas Pendidikan,” demikian pesan di whatsapp grup membuat hatiku iri. Mengapa ? Karena yang memperoleh sertifikat penghargaan itu hanya para guru dibawah naungan kabupaten Bondowoso.

Jadi para peserta di wilayah itu memperoleh dua sertifikat. Yang pertama dari hasil pelatihan sagusabu Mediaguru. Yang kedua dari Dinas Pendidikan. Kerren kan?

Apakabar kotaku ? Meski sudah lama pelatihan sagusabu ini digaungkan. Bahkan di beberapa MGMP wilayah sudah ada yang melaksanakan. Namun geliatnya masih belum aku rasakan. Apa aku saja yang ketinggalan berita ya ? Ah mungkin saja memang aku satu – satunya yang ketinggalan. Semoga saja seperti itu.

Dan semoga saja kegiatan serupa segera ada ada kotaku. Tak akan aku sia – siakan. Semoga…semoga…semoga…..doaku waktu itu.

( Bersambung…)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post