Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Komitmen ( part 1 )

Oleh Hermin Agusini

Tantangan hari ke – 25

#TantanganGurusiana

Selamat pagi pembaca.

Alhamdulillahirobbil alaamiin. Kata pertama yang ingin aku ucapkan pagi ini. Rasa syukur bahwa sampai detik ini Allah memberiku kesempatan menikmati hangatnya mentari. Aku bersyukur Allah membangunkan aku dalam keadaan sehat. Dan aku terus bersyukur masih bisa memeluk keluargaku dengan hangat.

“Selamat pagi Indonesia. Selamat pagi anak bangsa. Rekah senyum bahagia penuh asa. Terkembang di pintu gerbang sekolah kita.” Tulisku di status whatsapp di awal pagi. Ketika aku bersiap menyambut para siswa di pintu gerbang sekolah.

Semangat pagi kemarin sebenarnya sama dengan pagi – pagi sebelumnya. Meski harus berjibaku dengan waktu. Sudah konsekuensi pilihan profesi yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati.

Hari Jum’at kemarin adalah jadwal sekolah mengadakan kegiatan rutin membersihkan kelas dan lingkungan. Kegiatan pembiasaan kepada seluruh warga sekolahku untuk hidup sehat dan bersih dengan lingkungan bersih.

Tak ketinggalan kelas sembilan E di mana aku adalah wali kelas mereka. Telah satu semester aku berjuang mengajarkan mereka kebiasaan – kebiasan bersikap baik dan perduli. Perduli pada kebersihan diri sendiri. Perduli pada meja kursi. Perduli pada kelas. Sampai keperdulian pada lingkungan di luar kelas. Hingga kami berhasil meraih juara satu lomba kelas.

Piala sudah terpajang di kelas kami. Keadaan masih serba rapi dan indah serta nyaman. Bukan piala targetku. Kepada siswaku juga sudah aku sampaikan. Yang terpenting dari perolehan piala itu adalah menjadikan mereka memiliki rasa saling perduli yang nyaris habis terkikis.

Oke, aku akan ceritakan komitmen apa yang sudah aku lakukan bersama mereka. Di mading kelas, masih terpampang kalimat – kalimat mereka dengan tanda tangan mereka yang isinya adalah komitmen untuk bersikap perduli pada kelas, teman sekelas dan pada lingkungan kelas. Janji – janji positif yang mereka buat sendiri.

Aku, sebagai wali kelas mereka tidak tianggal diam menjadi diktator yang menuntut dan hanya memerintah mereka. Tapi aku tempatkan diriku sebagai bagian dari mereka. Aku turut serta dalam iuran kelas. Bahkan aku menjadi jalan keluar bagi mereka jika uang iuran tak cukup. Bukan pamer atau riya’. Tapi begitulah caraku memberi contoh nyata supaya mereka bersemangat.

Komitmen itupun berlaku untukku. Dalam menghias kelas, aku ikut serta membuat kreasi hiasan dinding. Menghias taman kelas dan taman di luar kelas selalu kami lakukan bersama. Aku ingin mereka memahami bahwa segala sesuatu jika dilaksanakan bersama terasa ringan.

Aku ingin membentuk kebiasaan sikap perduli pada apapun atau siapapun di kelas dan di luar kelas. Namun entah apa yang ada di benak para siswa. Satu semenster berjalan itu tak cukup waktu untuk membentuk pembiasaan baik.

Apa memang sudah jamannya demikian? Meski sudah diberi contoh. Meski sudah dibantu jalan keluar. Meski sudah di dampingin dan sering diingatkan. Tetap saja ada yang tak tercapai.

Aku jadi berpikir. Apa iya aku terlalu banyak berharap banyak pada mereka? Atau mungkin aku terlalu banyak menuntut ?

Apa keliru jika aku ingin mereka menyiram bunga yang kami tanam bersama tanpa harus mengingatkan? Apa keliru jika aku ingin mereka menjaga keindahan taman milik kami ? Apa salah jika aku ingin mereka mengembalikan posisi hiasan dinding yang miring kemabali tegak? Apa tidak boleh aku berharap siswaku tanggap saat aku bersusah payah meraih tutup penaku yang terjatuh ke dekat kaki mereka ?

Kamis dua hari yang lalu aku mengingatkan mereka mengenai acara hari Jum’at. Aku umumkan pembagian tugas membawa bahan dan alat yang dibutuhkan. Dan mereka sepakat. Bahkan ada yang bertanya mau beli cat warna apa untuk pagar taman? Tentu saja dengan senang hati aku menjawabnya. Aku sampaikan bahwa mereka bebas berkreasi apasaja asal baik.

Hari Kami situ kami telah berhasil membuat kesepakatan – kesepakatan untuk acara hari Jum’at. Aku pulang dengan lega. Apakah komitmen itu terlaksana? Tunggu kisah selanjutnya besok….( Bersambung ).

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post