Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Komitmen ( part 3 )

Komitmen ( part 3 )

Oleh Hermin Agusini

Tantangan hari ke – 27

#TantanganGurusiana

Selamat pagi pembaca. Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan melakukan kegiatan literasi bersama. Tanpa terasa kita sudah sampai pada hari ke duapuluh tujuh. Baca yuk !.

“Kapan kalian akan perduli?” Pertanyaan yang selalu berulang dengan kasus yang sama. Dan lagi – lagi mereka hanya diam. Aku tahu suasana seperti ini sangat tidak nyaman. Aku pun tak nyaman. Hmmm…oke, aku sadar dan mengerti sepenuhnya jika harus bersabar menghadapi siswa.

Namun mana kala semua janji terabaikan. Senyumpun pudar. Guru juga manusia. Bukan penghormatan siswa pada dirinya. Bukan keperdulian siswa pada dirinya. Bukan itu yang guru inginkan.

Tapi keperdulian siswa kepada dirinya sendiri . Agar mereka terbiasa dengan hidup sehat. Hidup di lingkungan yang bersih. Dan pembiasaan – pembiasaan lain supaya kelak mereka menjadi insan yang mulia dan berbudi pekerti.

Disaat senyum guru pudar. Ada sedih terbalut khawatir. Akan seperti apakah nasib bangsa ini di tangan para generasi penerus yang tak punya rasa perduli? Tidak punya rasa memiliki dan memperjuanagkan apa yang dimiliki bersama.

Contoh, mematikan kipas angin di akhir pembelajaran saja harus terus diingatkan dan mununjuk langsung. Jika hanya berupa himbauan seperti, ”anak – anak jangan lupa mematikan kipas angin sebelum pulang.” Kalimat seperti ini tak akan ada yang menghiraukan kecuali menyebut nama salah seorang siswa.

Ada sapu tergeletak di belakang kelas. Jika tidak diingatkan, ya akan tetap seperti itu. Bunga – bunga yang kering tak akan ada yang mau menyiram meskipun petugas piket sudah ditentukan. Setiap yang piket mendapat giliran menyiram bunga. Alhasil, bunga di taman yang ditata bersama itu tak terselamatkan.

Semua tentang kebiasaan baik dari hal – hal sepele saja mereka tak mampu melakukannya. Bagaimana para generasi penerus bangsa ini akan bisa memperjuangkan dirinya sendiri? Bagaimana mereka akan memperjuangkan keluarga? Bagaimana mereka akan membela Negara. Serasa ketinggian berbicara nasionalisme. Rasa kebersamaan di kelas saja mereka tak punya.

Ini lingkup kecil yang aku bina. Di lingkup lebih besar masih banyak sampah berserakan meskipun sudah tersedia bak sampah besar di setiap halaman kelas. Yang paling menyesakkan adalah menemukan sampah di dalam laci – laci meja.

Yang lebih mengherankan, mereka merusak bangku – bangku yang menjadi kebutuhan merek belajar. Peringatan oleh guru yang berkali – kali menyebabkan mereka menyebut gurunya galak. Gurunya cerewet. Bahkan ada siswa yang ingin melaporkan gurunya ke BK gara – gara diingatkan untuk mengumpulkan tugas.

Di mana rasa hormat mereka? Yang mereka inginkan adalah guru yang super ramah. Sabar dan menyamankan mereka saat kapanpun di sekolah. Mereka belum sadar jika rasa nyaman itu akan tercipta diantara semuanya dengan rasa saling perduli. Seperti yang sudah mereka tulis sendiri.

Setiap bertemu guru, mereka memang selalu bersalaman. Namun apa arti bersalaman itu? Serasa kebarohakan ilmu belum terserap ke hati mereka.

Ya Allah Ya Robbi. Tiada daya dan upaya melainkan Engkau. Telah kami lakukan upaya untuk medidik para siswa kami. Semaksimal apapun upaya yang kami lakukan. Tak akan berhasil tanpa RidhoMu. Ya Robbi Yang Maha membukakan hati. Cerahkan hati kami dan seluruh siswa kami. Aamiin Ya Robbal alaamiin.

Membuat komitmen bersama mereka. Membimbing mereka. Memberi contoh konkrit. Mendukung sepenuhnya kemampuan mereka. Semua itu akan tetap kami lakukan karena memang itu kewajiban.

Semoga semua yang kami lakukan memperoleh ridho kemudahan Ya Allah. Agar semua siswa mengerti, bahwa kami melakukan semuanya dengan sepernuh hati. Demi masa depan bangsa ini.

Berilah keluasan dan kelapangan hati. Meski anak didik kami terus menguji kesabaran kami. Semoga mereka segera mengerti, kini maupun nanti.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post