Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Rahasia di balik Kata Pengantar (part 3)

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 44

#TantanganGurusiana

Baiklah pembaca. Hari ini saya masih ingin melanjutkan pengalaman saya dalam proses memperoleh kata pengantar.

Setelah pengiriman naskah kata pengantar. Saya harus menunggu. Meskipun terdesak waktu. Saya bertahan menunggu dengan sabar. Etikanya kan memang harus begitu. Jadi aneh, kan? Kalau kita meminta sesuatu, apalagi kepada pimpinan, lalu menggunakan cara memaksa atau mendesak waktu ? Memangnya siapa saya? Hehe…hanya remah rengginang yang terlalu banyak keinginan.

Galau sudah pasti. Sebab disisi lain saya harus memenuhi target selesai di deadline yang ditentukan. Di saat kepepet itu saya memberanikan diri untuk meminta konfirmasi sebagai berikut :

“Assalamu alaikum wr.wb

Mohon maaf Ibu, apakah konsep kata pengantar yang kami kirim sudah mendapat koreksi? Mohon petunjuk. Berikutnya langkah apa yang harus kami lakukan untuk memperoleh kata pengantar dari Ibu?

Saat ini naskah kami sedang proses editing oleh tim editor Media Guru Indonesia. Saya adalah salah satu alumni gerakan Satu Guru Satu Buku ( Sagu Sabu) yang diadakan oleh Bapak Mohammad Ihsan selaku founder dan CEO Gurusiana.

Berikut adalah Cuplikan Terakhir dari buku yang saya tulis.

Wassalamu’alaikum wr.wb

(Di sini saya tidak menyertakan cuplikan cerita saya, hanya sekedar pemberitahuan )

Dari kalimat permohonan yang saya sampaikan. Sebagai seorang yang masih level remah rengginang, saya harus bisa meyakinkan beliau. Maka saya harus menggunakan daya pengungkit. Bagi saya, sangat penting untuk menyebutkan team di belakang saya.

Hari gini, siapa yang tidak mengenal Media Guru Indonesia? Siapa yang tidak kenal CEOnya? Siapa yang tak kenal istilah sagusabu yang pelatihannya sudah meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia?

Oleh karena itu, sekali lagi. Saya merasa penting untuk menyebutkan siapa di balik penerbitan buku saya. Istilah yang saya peroleh di saat pelatihan yaitu “Man Behind the Book”.

Dan Alhamdulillah. Setelah berhasil meyakinkan beliau. Beliau meminta draft daftar isi. Setelah itu beliau mengirim naskah berikut kepada saya :

Assalamu`alaikum WR WB.

Yang abadi di dunia adalah perubahan itu sendiri. Seiring perjalanan waktu, perkembangan informasi melaju begitu cepat. Semua bisa mengakses informasi dengan mudah di era digital. Salah satunya melalui buku yang menjadi `pintu dunia`. Barang siapa menguasai informasi, maka akan menguasai dunia.

Salah satu kunci penting agar mampu bertahan di tengah arus perubahan yang demikian cepat adalah kemampuan di bidang literasi. Kemampuan literasi tidak hanya akan mampu membawa perubahan bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Bisa dikatakan, tidak ada kemajuan bagi suatu negeri tanpa diawali oleh kemajuan bangsanya di bidang literasi.

Sudah seharusnya pula program literasi diterapkan pada seluruh siswa dan tidak tergantung pada kurikulum tertentu. Dengan kata lain, kegiatan literasi menjadi suatu kewajiban bagi semua guru dan bidang studi.

Literasi ini dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Budaya literasi bermanfaat dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek pembangunan negara.

Dalam buku ini pula bisa dilihat visi kuat dari penulis. Visi kuat ini telah menjadi kekuatan utama penulis dalam menuangkan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan. Dengan terbitnya buku ini diharapkan penulis tidak mudah lekas puas dengan capaian karya. Seorang penulis harus terus belajar dan belajar. Apa yang diraih saat ini hanyalah sebagian dari sebuah proses panjang yang patut disyukuri menjadi bekal untuk karya buku lainnya.

Terakhir kali, saya sampaikan selamat atas terbitnya buku ini. Teruslah berkarya dan bermanfaat bagi banyak orang melalui ide-ide dalam penulisan buku seperti ini. Salam Literasi.

Wassalamualaikum`WR WB

dr Hj. Faida, MMR

Bupati Jember

Sebagai penulis pemula. Saya merasa sangat brsyukur. Buku saya, tentu saja bukan apa-apa. Tetapi dengan adanya “Man behind the book, saya yakin, akan memberi nilai lebih. Bukan karena tulisan saya. Tapi karena adanya siapa saja yang mengantarkan buku saya sampai bisa terbit.

Untuk buku berikutnya, saya mulai bisa memberanikan diri. Membuat naskah kata pengantar. Dan mengirimkannya kepada beliau-beliau yang menurut hemat saya, sangat Kerren Menewen.

Seperti apakah naskah kata pengantar yang saya persiapkan untuk buku kedua? Dan kepada siapakah saya memberanikan diri memintanya?

Simak besok di kelanjutan tulisan saya

( Bersambung…)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post