Selamat Jalan Pak…
Oleh Hermin Agusini
Tantangan hari ke – 18
#TantanganGurusiana
Selamat pagi pembaca.
Maaf Pembaca. Hari ini ceritaku kemabli terjeda.
Sebenarnya, kisah ini akan menjadi bagian ceritaku di episode – episode yang akan datang. Cerita tentang berbagi buku pertamaku.
Namun, manusia hanya bisa berencana. Dan Allah penentu segalanya. Kejadian kemarin sore mendesakku untuk menuntaskan kisahnya hari ini.
Innalillahiwa innailaihiroji’uun. Telah berpulang ke Rahmatullah saudara, sahabat dan kawan kita tercinta :
Bapak Drs. H. Didiek Triyanto, S.Pd. M.Pd
Kepala SMPN 10 Jember
Semoga Husnul Khotimah
Demikian pesan di whatsapp grup yang aku baca kemarin siang selepas sholat Jum’at. Kebetulan beliau pernah menjadi kepala sekolahku beberapa tahun yang lalu. Dan baru beberapa minggu yang lalu. Menjelang pelaksanaan sagusabu PGRI Jember. Aku menemui beliau.
Pagi itu, tanggal 14 Januari 2020. Aku masih menjumpai beliau dalam keadaan segar bugar. Aku menemi beliau dalam rangka memberikan beberapa buku pertamaku di perpustakaan sekolah beliau.
Seperti biasa, beliau menyambut tamu – tamunya dengan ramah. Demikian pula terhadapku dan suamiku beserta anakku. Beliau adalah sosok yang tidak asing bagi kami. Keramahan beliau tidak berubah meski sudah sangat lama tidak pernah bertemu. Aku kira aku hanya akan sebentar saja menemui beliau. Namun, beliau memintaku untuk menunggu beberapa saat. Beliau masih memanggil beberapa ibu guru untuk turut menemuiku.
Beliau memperkenalkan aku kepada bebrapa orang guru dan menceritakan bahwa aku adalah guru yang penulis.
Agak lama kami mengobrol tentang buku. Baliaupun berkisah tentang pengalaman beliau mendapat hadiah buku. Yang menurut beliau, memperoleh pemberian buku itu sangat berharga. Karena hanya orang – orang terpilih yang akan mendapatkannya. Beliau menambahkan bahwa setelah memperoleh buku berarti ada tugas untuk membacanya.
Beliau bercerita, jangan sampai apa yang pernah dialaminya terjadi. Beliau pernah mendapat pemberian buku dari seseorang. Beberapa waktu kemudian, beliau bertemu dengan orang itu kembali. Dan orang itu meminta pendapat tentang isi bukunya.
Pertanyaan tentang isi buku itu membuat beliau sungkan, pengganti kata malu. Karena kebetulan beliau belum tuntas membaca. Menurut beliau, pengalaman itu cukup sekali saja terjadi. “Ya sungkan, juga malu,” kata beliau sambil tertawa.
Dan sempat – sempatnya beliau mendownload cuplikan buku yang ditulis oleh Abdurrahman Wahid awal tahun 1986 tentang Mati Ketawa Cara Rusia yang disunting oleh Z.Dolgopolova. Diantara cuplikannya berbunyi sebagai berikut,
“…Kalau tidak puas, tentu tidak mungkin buku ini dikembalikan kepada penerbit, dengan ganti rugi. Itu tidak lucu sama sekali. Masih lebih lucu kalau para pembaca meloakkan saja buku ini, agar tidak tertawa seorang diri karena orang lain tidak mampu membacanya. Karena tidak mampu membelinya dengan harga asli. Diloakkan boleh. Tapi jangan dipinjamkan. Mengapa? Karena banyak peminjam tahu bahasa ampuh berikut : orang yang meminjam buku adalah orang bodoh, tetapi mengembalikan buku pinjaman adalah perbuatan orang gila,”
Lalu beliau bertanya, “buku-buku ini, dipinjamkan apa diberikan?”
“Ya saya berikan untuk perpustakaan, Pak. Semoga ada siswa maupun guru yang berkenan membacanya,” jawabku. Tak lupa aku meminta suamiku untuk memotret kami pada saat aku menyerahkan buku. Sudah menjadi salah satu ritual setiap kali aku berbagi buku.
Dan kini, foto bersma beliau menjadi kenangan. Begitu pula dengan nasihat dan motivasi beliau. Tidak hanya aku yang memperoleh motivasi untuk bersemangat menulis.
Tapi semua terman – teman guru selalu beliau support. Masih sangat terngiang di telinga saat beliau menyebut namaku, “ Ini loh, Bu guru yang penulis yang pernah saya ceritkan,” demikian beliau memperkenalkan diriku pada teman beliau.
Selamat jalan Bapak….
Semoga segala amal baikmu selalu tercurah sebagai limpahan anugerah yang pahalanya terus mengalir untukmu. Bagiku, engkau adalah bagian dari cerita dibalik buku. Semoga Allah senantiasa merahmatimu. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kesabaran atas kepergianmu. Aamin Ya Robbal alaamiin.
Jember, 30 Januari 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
