Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tak Bisa ke Lain Hati.

Tak Bisa ke Lain Hati.

Ingin melupakanmu sejak saja. Bukan aku tak mencintaimu. Aku hanya butuh waktu untuk sendiriku. Aku ingin sejenak saja mengabaikan semua tentangmu. Namun aku tetap rindu…..

Oleh Hermin Agusini

Tantangan hari ke 31

#TantanganGurusiana

Selamat siang pembaca. Alhamdulilaah, kita masih dipertemukan lagi di siang ini. Semoga kita semua tetap dalam keadaan baik.

Sebenarnya aku ingin jeda sebentar saja tidak menulis di gurusiana. Sejak pagi aku berupaya mengabaikan tentang menulis. Laptop aku biarkan duduk manis di meja. Sengaja aku letakkan kipas angin lucu diatasnya. Ku nikmati saja anginnya menerpa wajahku.

Di blog GuruSiana aku hanya membaca baca artikel teman- teman. Berkomentar kecil saja. Aku berupaya serelax mungkin. Aku nikmati waktuku tanpa niatan menulis. Aku ingin hari ini selonjor nyaman di kasur depan TV. Tak ingin mengerjakan apapun. Catet ya, hari ini aku tak ingin melakukan apapun. Termasuk menulis.

Pulang sekolah aku letakkan semuanya. Tas berat yang lebih berat dari mbok jamu langsung aku geletakkan di meja begitu saja. Enggan mengeluarkan isinya. Hape juga aku abaikan. Nggak mau liat postingan apa-apa. Apalagi postingan di grup FB MediaGuru.

Hari ini aku tidak ingin terpengaruh oleh siapapun dan apapun. Aku ingin melakukan aktifitas normal. Bebas laptop. Bebas hape. Bebas medsos. Termasuk bebas tantangan yang itu tuh…mendem mangan semir. Aku inigin bebas dari terjangkit racun akibat mangan semir.

Kurebahkan badan diantara tumpukan bantal dan guling empuk vavoritku. Kumulai menyalakan TV. Kipas angin. Rumahku sedang sepi. Putriku masih di sekolah. Suamiku masih ke masjid. Acara TV tak banyak yang bisa menyenangkan hati.

“Jacko ! Jacko Jacko!” Aku memanggil kucing kesayanganku untuk menemani. Dasar si kucing. Sebentar saja sudah lelap di ujung bantal. Ingin kulenakan mata. Tapi tak bisa. Berguling ke kanan dan ke kiri. Kapan relaxnya?

Hampir setengah jam berlalu. Istirahat nggak. Relax juga nggak. Buang waktu sia-sia yang iya. Maka aku segera bergegas. Bangun saja. Buka hape. Buka laptop. Duduk manis dengan secangkir kopi. Kumulai menulis. Ternyata aku memang ingin menulis. Ya sudahlah, menulis saja.

Ternyata menulis memang hal yang lebih menarik daripada kasur empuk. Hmmm…apa pengaruh mendem mangan semir masih merasuki aku ya? Entahlah. Pusing kalau dipikir. Ditulis aja. Aha..!...atau jangan-jagan aku sudah mulai jadi penulis ya? Rasa- rasanya aku memang sudah mulai jadi penulis. He..he…

Karena masih musim tantangan menulis. Ya…aku harus ada di alur itu jugalah. Tulisanku tetap aku hitung. Tapi, aku tidak mau menulis dari Hari satu. Karena aku memang sudah sampai di hari ke tigapuluh satu. Dan kenyataannya aku memang menulis secara terus menerus dan runtut.

Apa aku sedang ngeyel? alias memaksakan diri? Nggaklah…! Karena aku menghitung tantanganku sendiri. Dengan motivasi dan semangatku sendiri. Aku ingin merasakan sensasi apa di hari ke sembilan puluh. Jika aku bisa memperoleh sertifikat, itu namanya rejeki. Semoga Allah meridhoi.

Salam literasi !

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post