Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Agendaku (part 2)

Agendaku (part 2)

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 53

#TantanganGurusiana

“Adek, bunda berankat dulu ya,” kataku ketika menemui anakku di depan kelas. Seperti biasa anakku mencium tanganku. Aku mencium pipi kiri kanan-kanan dan keningnya. Berikutnya, dia yang akan membalas menciumku. Diakhiri dengan berpelukan. He..he..ini semacam ritual yang melakukannya tidak boleh salah urutan. Anakku akan meminta ulang atau dia akan manyun jika aku lupa urutannya.

Hehe…ini alay ya? Tapi begitulah bahasa kami. Dan hari itu antara aku dan anakku tidak ada yang menangis. Meskipun ini adalah pertama kalinya aku harus melepasnya pergi jauh dengan rombongan sekolahnya.

Dalam hati sih, ingin sekali melarangnya. Dalam hati sih, ingin mengajaknya rekreasi ke tempat yang sama bersama keluarga saja. Tentu saja dalam hal ini aku tidak boleh egois. Aku harus mulai belajar bisa melepasnya mandiri.

Aku melihat keriangan dan ketidak sabaran anakku untuk mengikuti rekreasi itu. Aku merasa tenang. Mesipun aku tidak akan bisa menemaninya sampai dia berangkat. Wajah riangnya membuatku tenang.

Pada jam 15.30. Sesuai yang dijanjikan pihak travel. Sebuah mobil Luxio abu-abu berhenti tepat di depan halaman rumahku. Di dalamnya sudah ada tiga orang temanku. Aku segera bergegas. Bergabung dengan mereka. Tak lupa aku berpamitan pada suamiku. Tentang bagaimana caraku berpamitan, tidak ingin aku ceritakan. Biarlah hanya menjadi ritual kami. Hehe…

Mobil hampir saja berbelok ke arah kiri menuju Kasyian untuk menyusul satu teman lagi. Namun tiba-tiba salah seorang temanku menghentikan mobil. “Maaf Pak, jaket saya ketinggalan di masjid,” kata Mas Pram. “Astagfirullah, semoga gak hilang ya.” Kataku. “Iya, semoga masih ada,” kata bu Ghik.

Mobilpun berbalik arah menuju masjid di mana jaket itu tertinggal. “Ma’af Pak, kami tidak parkir, hanya sebentar saja. Ada yang ketinggalan.” Kata sopir travel kepada Bapak yang memandu parkir ke halaman masjid. Kemudian Mas Pram bergegas mengambil jaketnya.

“Alhamdulillah…,” seruku dan Bu Ghik hampir bersamaan ketika melihat Mas Pram kembali dengan mengenakan jaket miliknya. Kami sangat senang dengan ditemukannya jaket itu karena di dalam jaket itu ada seluruh uang sakunya.

Sesaat kemudian hapeku berdering. “Halo, Bu sudah sampai mana?” tanya Bu Ummi kepadaku.”Iya,Bu, ini baru meluncur menuju Ibu,” jawabku. Kamipun meluncur dengan kecepatan normal ke alamat Bu Ummi.

Waktu telah menunjukka hampir jam lima. Kami mulai menjauh dari rumah masing-masing. Jalanan mulai padat merayap. Kecepatan mobil melaju pelan. Waktu magrib pun tiba. Kami memutuskan untuk berhenti di masjid untuk sholat.

Setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan. Perjalanan terasa semakin lamban. Kendaraan semakin merayap. Maka kami memutuskan untuk melewati jalur tol menuju LPMP.

Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh sekitar empat jam menjadi lebih lama. Kami tiba di tempat dua jam lebih lambat dari seharusnya. Kami tiba sekitar jam 22.30. langsung menemui panitia untuk meminta kunci kamar.

Ternyata, aku masih terhitung lebih dahulu tiba daripada teman sekamarku, bu Nisa dari Bondowoso. Yah, terpaksa aku harus menuju kamar sendiri. Menghidupkan semua lampu. Menghidupkan AC termasuk televise. Sementara pintu kubiarkan tetap terbuka lebar.

Aku hanya duduk di kasur. Mencoba menghubungi suami agar bisa aku ajak mengobrol. Aku juga tidak berani berbaring. Aku tidak berani melihat sekeliling kamar apalagi ke kamar mandi. Aku takut sendirian

Keadaan seperti ini sangat aku tidak suka. Perutku juga terasa lapar. “Mengapa bu Nisa belum jaga datang?” pikiranku semakin mencekam. Akankah bu Nisa segera datang? Simak episode yang akan datang (Bersambung…)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post