Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Agendaku (Selepas Pelatihan Editor IPP Jatim)

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 56

#TantanganGurusiana

           

            Sore itu pelatihan usai. Seperti biasa, selfi adalah ritual yang tak bisa ditinggalkan. Grup whatsapp menjadi penuh dengan foto dan ucapan perpisahan dan harapan-harapan.

            Aku yakin semua peserta membawa semangat baru dan pikiran baru. Demikian pula dengan diriku. Ada beberapa hal yang sangat aku ingat tentang seorang editor. Dalam tampilan slide tertulis,

“Ia bekerja dalam diam, ia tak disebut ketika sebuah karya panen pujian.  Ia ibarat   buah kelapa, tanpanya masakan takkan terasa nikmatnya.  Namun, ia bisa menjadi dirinya sendiri. Sudah nikmat meski tanpa dicampur yang lain.”

Tulisan ini membuatku tertunduk. Merenung. Sadar diri. Sebagai penulis, apalagi yang masih belajar menulis, sudah tentu aku pasti sangat membutuhkan jasa editor. Dari pelatihan ini aku mencatat dalam hatiku, dibalik tulisan yang hebat, pasti ada editor yang hebat.

            Mengapa editor disebut hebat? Karena ia harus mampu memahami alur pikiran penulis. Harus mampu menata tulisan tanpa merubah tulisan penulis. Gimana coba? Selain itu, dalam bekerja ia tidak boleh melanggar kode etik editor, diantaranya ; seorang editor tidak boleh mengubah gaya penulis naskah, tidak boleh merubah konten dan tidak boleh membocorkan naskah yang akan, sedang dan telah dieditnya.

Di pelatihan itu aku juga mengetahui bahwa seorang editor harus memenuhi syarat, diantaranya harus mampu memperbaiki struktur kalimat yang ruwet agar lebih lancar dan komunikatif. Editor juga harus menjaga isi naskah dapat dipertanggungjawabkan dan menyesuaikan naskah dengan gaya media bersangkutan, strandar bahasa serta kelayakan naik cetak.

Untuk itu, hal yang sangat wajib dilakukan oleh editor adalah bersahabat dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai acuan akurat penlisan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Belajar hanya dengan teori tentu saja kurang. Harus disertai dengan praktek. Hal itu dilakukan di grup whatsapp tetap dalam pendampingan ibu Istiqomah dan ibu Sakdiyah. Kami seluruh peserta mendapat tugas untuk meneliti dan mengomentari beberapa naskah dari semua peserta. Kami dibimbing melakukan keterampilan editing.

Bagiku, mengikuti pelatihan editor bukan karena aku ingin menjadi seorang editor. Keninginan seperti itu masih ketinggian untukku.hehehe …. Pelatihan ini adalah caraku meningkatkan kemampuanku untuk menulis buku dengan lebih baik, yang baru ku ketahui istilahnya saat pelatihan, disebut swasunting.

Untuk tujuan itu pasti membutuhkan proses yang lama. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk membeli buku yang aku yakini bisa membantuku dalam belajar. Kedua buku itu adalah hasil karya ibu Istiqomah, salah satu pemateri pada saat aku pelatihan.

Aku memilih Buku berjudul “Cerdas Berkarya” sebagai bahan penunjang belajarku untuk merubah Penulisan Tindakan Kelas dan Penelitian Karya Ilmiah lainnya menjadi sebuah buku. Hal ini sangat aku butuhkan sebagai persyaratan kenaikan pangkatku.

Buku berikutnya dengan judul “Seribu Musim Merindumu” adalah sebuah novel yang aku perlukan sebagai bahan acuan untuk menulis buku-buku ceritaku. Aku menyukai buku ini karena akupun suka menulis kisah yang mengharu biru.

Selepas pelatihan, yang bagi orang lain disebut melelahkan, aku punya semangat baru dan bekal baru untuk memulai menulis  buku. Seluruh proses pendampingan akan aku ikuti dengan seluruh kemampuanku dalam berjibaku dengan waktu.

Akankah aku bisa menuntaskan seluruhnya ? tunggu kisahku (Bersambung)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post