Kehadiranmu Sangat Didambakan
Oleh Hermin Agustini
Tantangan hari ke – 49
#TantanganGurusiana
Apakabar pembaca. Masih setia menunggu tulisanku, kan? Hari ini aku ingin berbagi bahagia. Kala itu di ruang praktek dokter kandungan. Aku dan suamiku sedang berkonsultasi kepada seorang dokter. “Selamat ya, bayinya perempuan.” Kata dokter sambil menyusur perut buncitku dengan alat USG.
“Alhamdulillahirobbil alamiin…” jawab kami hampir serempak. Maklumlah, kami sudah menunggu saat itu selama tujuh tahun. Kami memang pasangan yang baru dikaruniai putri setelah sekian lama menunggu.
“Karena bayi ini adalah bayi pertama. Lagi pula, memang sangat kita tunggu-tunggu. Maka sebaiknya resiko persalinan diperkecil.” Kata dokter menjelaskan. “Bagaimana, Dok ?” tanyaku penasaran.
“Tenang, Bu. Cara teraman untuk ibu dan bayi adalah melahirkan secara Caesar.” Dokter menjelasankan dengan seksama. “Apalagi, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa ibu berpanggul sempit.” Demikian dokter menjelaskan secara detail.
Aku dan suamiku setuju saja dengan saran dokter. Karena sejak dinyatakan positif hamil. Aku memang selalu dalam pengawasan seorang bidan dan dokter. Aku benar-benar menjaga kehamilanku. Aku ingin semua selamat.
Singkat kisah. Aku merencanakan kelahiran Caesar dilaksanakan pada tanggal sebelas Maret. Tanggal yang akupilih hanya untuk memudahkan mengingatnya. Yaitu tanggal yang sama dengan tanggal SK CPNSku.
Persiapan demi persiapan aku lalui. Sampai di suatu sore. Pada tanggal 2 maret. Air ketuban pecah. Aku menelpon suamiku agar segera pulang. Dengan persiapan yang sudah lengkap. Kamipun tinggal angkat koper menuju rumah sakit.
“Kita harus segera mengambil tindakan operasi besok pagi.” Kata dokter menjelaskan. Akupun mulai diinfus. Beberapa tindakan medis mulai aku terima malam itu. Tak ada kendala. Semua lancar.
Pada jam 03.00 dini hari. Aku mulai gelisah. Kuraba perutku mulai menyusut. Sementara bayiku tak bergerak. “Yah, panggikan Dokter,” kataku pada suamiku. “Kenapa, Bun?” tanya suamiku.
“Anak kita tidak bergerak,” jawabku cemas. “Panggil dokter segera, Yah,” pintaku lagi. kemudian terlihat suamiku bergegas keluar ruangan. Tak lama kemudian, dokter diikuti oleh beberapa perawat datang.
Mereka dengan seksama memeriksaku. “ Tidak ada masalah apa-apa, Bu. Bayi ibu akan tetap sejahtera sampai duapuluh empat jam kedepan.” Kata dokter sambil memperdengarkan detak jantung bayiku. Aku tak sabar menunggu pagi. Detak jam dinding serasa lambat. Aku terus berdo’a semoga bayiku selamat.
Waktu yang ditunggu pun tiba. Beberapa perawat menjemputku. Dengan tetap terbaring. Dengan menggunakan tempat tidur berjalan. Aku diantar ke ruang operasi.
Beberapa dokter dan perawat berpakaian khusus. Ruangan dipastikan sangat steril. Aku diangkat ke meja operasi. Terasa dingin. Diatasku ada lampu besar. Tangan dan kakiku mulai diamankan dengan ikatan khusus. Sementara seorang perawat bertugas mengajakku bicara.
“Ibu mau mengikuti jalannya operasi apa tidur?” tanya perawat itu padaku. “ Saya ingin istirahat saja,” jawabku. Aku tak berani mengikuti jalannya operasi.
Antara sadar dan tidak. Sayup terdengar tangis bayi memenuhi seluruh ruang operasi. Airmata haru terasa hangat membasahi pipiku. Aku bersyukur tak terhingga. Teruslah menangis, Nak. Lantangkan suaramu pada dunia.
Antara sadar dan terlelap. Terdengar suamiku mengumandangkan adzan. Sebagai panggilan sholat pertama yang diperdengarkan. Dengan seluruh untaian do’a terbaik. Dengan seluruh harapan terbaik. Semua tercurah untuk bayiku.
Itulah kebahagiaan duabelas tahun yang lalu. Semakin bertambah setiap waktu.Hari ini genap duabelas tahun usiamu. Untaian doa terbaik selalu untukmu.
Di duabelas tahun langkahmu. Semoga semakin sholihah. Semoga Allah mencerdaskan akalmu. Semoga Allah melembutkanhatimu. Semoga selalu menjadi penyejuk hati. Semoga selalu dalam lindungan kasih sayang Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alaamiin.
Do’a ayah bunda selalu yang terbaik untukmu. Selamat ulang tahun permata hatiku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
