Pilih yang Mana?
Mengahadapi Epidemic Corona, sikap Anda adalah :
A. Santai saja, virus mati dengan berjemur, olahraga dan minum ramu-ramuan jahe,kunyit dan serai.
B. Pasrah karena umur di tangan Tuhan, urusan virus sudah ada dokter yang menangani.
C. Tidak panik, patuh mengikuti anjuran diam di rumah sebagai bentuk sekecil-kecilnya tindakan perduli
Oleh Hermin Agustini
Tantangan hari ke – 69
#TantanganGurusiana
Apakabar pembaca …,
Hari ini saya masih tetap terheran-heran dengan yang terjadi di sekitar saya, sekitar Anda juga. Apa sebenarnya yang saya dan Anda pikirkan pada saat membaca atau melihat berbagai berita tentang betapa cepatnya penyebaran virus corona?
Mungkin Anda adalah golongan yang berpikiran santai karena meyakini bahwa virus akan mati dengan cara berjemur, berolahraga dan minum ramuan yang diperacaya dengan sangat serta merta bisa menghadang terpapar dari virus corona.
Pertanyaan saya atas golonga A adalah, seberapa sering dan seberapa lama Anda berjemur setiap hari? Seberapa rutin Anda berolahraga? Mengenai minuman dari rempah-rempah itu, seberapa efektif? Bukankah itu semua adalah cara pencegahan agar Anda tidak terpapar?
Semua yang anda yakini di golongan A akan berubah menjadi kepanikan berjama’ah jika Anda tidak mengurangi resiko terpapar dengan cara bersabar berusaha patuh untuk sebisa mungkin ada di rumah. Sikap santai tidak salah, asal tetap perduli minimal menjaga diri sendiri jangan sampai terpapar atau bahkan menjadi pemapar virusnya.
Lalu bagaimana dengan sebagian orang yang memilih pasrah karena umur di tangan Tuhan dan virus sudah menjadi urusan dokter yang menangani? Pendapat ini tidak keliru. Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa umur manusia memang ada di tangan Tuhan. Kita tidak tahu apa yang akan menjadi penyebab kematian masing-masing orang. Begitu pula kita tidak tahu apakah Corona atau penyebab lain yang akan menjemput ajal. Dengan demikian, alangkah baiknya jika kita bersama-sama berikhtiar agar supaya terhindar dari kematian yang diakibatkan oleh Corona ini. Selanjutnya, berdo’a dan pasrah memohon perlindungan kepada Tuhan.
Memasrahkan urusan virus kepada dokter, yang memang sudah ahlinya, juga tidak keliru. Tapi bukan berarti kita lantas pasrah ‘bhongko’an’ tanpa berbuat apa-apa. Kita semua tahu bahwa tenaga medis yang tersedia saat ini tidak akan memadai jika korban terus bertambah. Bahkan, sudah ada tiga orang dokter yang menjadi korban virus ini.
Tidakkah kita ingin meringankan beban para medis? Bagaimana caranya? Tidak perlu ikutan menjadi tenaga medis untuk membantu mereka. Cukup dengan perduli pada anjuran-anjuran untuk menghentikan penularan agar tidak menambah korban adalah tindakan yang sangat membantu. Sebisa mungkin diamlah di rumah, kurangi kontak langsung dengan orang lain dan tidak menganggap remeh semua tindakan yang mesti dilakukan sebagai tindakan preventif.
Andai saja semua orang bisa berpikiran sama seperti golongan C, yaitu tidak panik namun tetap patuh mengikuti kebijakan pemerintah serta mengikuti anjuran-anjuran pihak kesehatan. Andai saja semua bisa bersama-sama berdisiplin menjaga diri dan keluarga agar tidak terpapar virus dan tidak menjadi media pemapar virus.
Namun sayangnya, masih banyak diantara kita yang berada di zona A dan B. Masih sedikit yang dengan sepenuh hati melakukan hal di zona C. Padahal kita ini terkenal sebagai bangsa yang selalu bersatu, guyub dan bergotong-royong dalam menghadapi setiap permasalahan. Bukan sikap kita untuk cuek atau acuh, apalagi menghadapi musibah global bernama corona ini.
Semoga saja kita semua masih mempunyai hati untuk perduli. Semoga saja kita semua masih punya hati untuk merasakan penderitaan mereka yang terlanjur menjadi korban. Semoga saja kita semua segera menyadari bahwa virus yang tak terlihat ini bukan hanya urusan yang dianggap ‘CUMA’
Di zona manakah kita berada? A,B, atau C? Semoga kita tidak terlambat untuk menyadari bahwa urusan ini adalah urusan yang harus kita hadapi bersama ….
Semoga virus Corona segera teratasi. Semoga kita semua selalu dalam lindungan kasih sayang Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alaamiin …
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan