Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebungkus Nasi Pecel

Sebungkus Nasi Pecel

Entahlah mengapa aku tiba-tiba kepikiran siswa disaat sarapan menu pecel. Apa hubungan antara siswa dan menu pecel ya? Silahkan simak kisahnya si sini.

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 50

#TantanganGurusiana

Entahlah, mengapa aku tiba-tiba kepikiran dengan para siswa di saat aku hendak sarapan pagi ini. Kalau disebut sarapan mungkin terlalu siang karena waktunya sudah hampir jam sepuluh pagi.

Aku merasa lebih lapar dan lebih haus dari biasanya. Maklum, barusaja aku mendapati siswa yang bermain hape disaat proses belajar berlangsung. Dan sudah tentu proses pembelajaran agak terganggu karena aku harus mengurus anak tersebut menemui guru Bimbingan Konseling.

Peraturan yang melarang siswa membawa hape ke sekolah beberapa kali dilanggar. Lalu apa hubungan antara siswa dan nasi pecel ya? Simak kisah berikut.

Nasi pecel adalah salah satu makanan kuliner Indonesia yang bahan dasarnya adalah bumbu kacang dan sayuran. Selebihnya disajikan bersama nasi putih atau nasi jagung beserta berbagai lauk pauk lain sesuai selera dan harga. Komposisi nasi pecel dari berbagai bahan tadi menghasilkan cita rasa khas yang disebut ‘pecel’ dimanapun ia disajikan.

Demikian pula dengan negeri tercinta Indonesia. Keragaman yang kita miliki semoga bisa tetap menjadikan kita satu sebagai bangsa Indonesia. Kata semoga sebenarnya kurang tepat bagi bangsa kita yang sudah merdeka berkat semangat persatuan dan kesadaran bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan bahasa persatuan bahasa Indonesia. Kata semoga seharusnya ada di jauh sebelum kita meredeka.

Diperjalanan waktu panjang kita, rasa persatuan dan kesatuan itu seakan tergerus oleh zaman. Di era milenial dengan teknologi yang semakin maju dan semakin memudahkan informasi diantara kita yang memberikan dampak-dampak positif luar biasa bagi kita semua. Kemudahan- kemudahan informasi dan ilmu pengetahuan bisa dengan sangat mudah diperoleh. Bahkan kemudahan-kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari- haripun serasa ada di genggaman.

Namun sayang sekali, mengapa kemudahan-kemudahan yang tersedia dalam genggaman itu juga berdampak menjauhkan kita? Masih adakah rasa dan semangat persatuan diantara para generasi muda?. Mengapa kita menjadi asing dengan saudara kita sendiri?. Sedikit saja tersulut pemberitaan yang belum tentu kebenarannya sudah mampu memicu perpecahan, pertengkaran bahkan perkelahian dan ngerinya mengarah pada perang diantara kita.

Dari dua hal yang bertolak belakang tersebut, kemajuan teknologi ibarat madu dan racun yang hadir bersamaan. Sebagai guru sekaligus seorang ibu, ada harapan yang sepenuhnya harap.

Semoga ada perbaikan oleh para ahli IT. Semoga para ahli IT bisa membuat program bebas pornografi dan kekerasan dari semua bidang yang bisa di akses anak-anak.

Di sini saya membayangkan kemajuan teknologi sebagai jalan-jalan yang akan kita lalui bersama. Harus ada jalur-jalur tersendiri yang bisa ditempuh masing-masing. Anak-anak , remaja, dan dewasa memiliki jalur masing-masing. Di setiap pintu masuk ada persyaratan yang harus dipenuhi. Sehingga para anak- anak dan remaja hanya bisa masuk melalui jalur mereka sendiri.

Semoga ada program yang memudahkan orang tua untuk bisa mengontrol kegiatan putra-putrinya dalam menggunakan kecanggihan teknologi. Semoga kemajuan teknologi tidak menjebak kita semua ke dalam masalah baru. Semoga kemajuan kemudahan ini tidak menggerus semangat juang generasi muda.

Kemajuan teknologi adalah kepastian. Dampak positifnya tidak perlu diragukan. Namun kesemuanya itu ada hal yang sangat penting untuk didahulukan. Sebagai persiapan paling mendasar untuk menyambut kemajuan yang amat pesat melesat.

Yaitu persiapan hati dan mental sumber daya manusia Indonesia seluruhnya. Bagi genersi muda agar mampu memilah dan memilih sisi positif dan negative dari pesatnya kemajuan teknologi dihadapan mereka.

Dengan bekal keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha Esa. Serta kesadaran- kesadaran berbudaya dan ber etika yang baik dalam setiap pergaulan mereka. Bukan hanya tentang teori bagaimana ber iman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan teori tentang berbudaya Indonesia.

Namun, semoga semua bisa tertuang dalam sikap dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari hari. Semoga kita semua bisa merangkai semua harapan menjadi sebuah keharmonisan.

Keharmonisan antara masa depan kemajuan teknologi gemilang dengan karakter mulia Bangsa. Sehingga dimanapun kita, dengan siapapun kita bekerja sama, semua akan tetap bisa melihat bahwa kita adalah Indonesia.

Sama seperti pecel sarapanku tadi. Dimanapun, apapun sayurnya. Apapun komponennya tambahannya. Di manapun tempat jualnya. Ia tetap disebut pecel.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post