Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Selendang Merah Jambu untuk Chaca (2)

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 59

#TantanganGurusiana

“Ayah, sekarang tanggal berapa?” tulisku di whatsapp yang ku kirim ke suamiku saat aku sudah di sekolah. Terlihat centang biru.

“Wah tumben langsung dibanca,” ucapku dalam hati. Aku tunggu sampai dia mengetik. Hehehe, jarang sekali suamiku menulis jawaban di whatsapp. Biasanya dia lebih suka langsung menelpon. Rupanya dia sednag tidak sibuk.

“Iya ayah lupa,” tulisnya singkat.

“Trus…???” tanyaku mulai sewot.

Berikutnya samiku menelpon, “Hmmmm,” sapaku saat membuka percakapan. Aku tidak mengucap salam. Suamiku pasti sudah hafal dengan ekspresi “hmmmmm” ku.

“Iya, Bunda, nanti malam kita rayakan. Kita tanyakan anaknya mau kemana.” Kata suamiku menenangkan. Tanpa sempat aku mengomel lebih panjang, telepon sudah terputus. Itu memang gayanya untuk menaklukkan marahku.

Sebenarnya tidak ada perayaan khusus. Kami hanya terbiasa makan di luar dan jalan-jalan ke mana Chaca suka sebagai penanda hari khususnya. Sekalian sedikit memberi kebebasan kepadanya untuk sekedar membeli barang yang ia inginkan.

“Leherku sakit, Bun,” kata Chaca tiba-tiba ketika ia sedang asyik memilih bantal leher sebagai persiapan rekreasinya. Seperti biasa, aku akan langsung memeriksa apapun yang menjadi keluhannya. Aku akan pastikan bahwa dia tidak sakit.

“Lihat?” pintaku. Tanpa menunggu persetujuan, aku langsung meraba bagian leher yang dikeluhkan.

“Au …! Pelan, Bun!” kata caca sambil menjauhi tanganku.

“Bunda sudah pelan, kok?” kataku tak mau disalahkan.

Ada rasa khawatir yang menyelinap di hatiku. Namun aku tak ingin merusak suasana gembira malam itu. Untuk sementara, aku menyimpan galauku sendiri. “Ya Allah, ini hari ulang tahunnya yang ke duabelas. Semoga Chalisa tidak sakit apa-apa Ya Allah,” doaku dalm hati.

Malan itu hanya aku yang menatapnya penuh khawatir. Sambil menunggu pesanana makanan di warung lesehan, aku peluk dia. Kusandarkan kepalanya di dadaku. Aku bercerita ulang tentang kelahirannya yang kami dambakan, tentang kebahagiaan ayah bunda disaat ia hadir. Kupegang kedua tangannya. Kuceritakan sepeerti apa tangan kecilnya dulu. Airmataku mulai mengaburkan pandangan. Aku menahannya agar kegembiraan malam itu tak terusik.

“Selamat ulang tahun ya sayang. Semoga selalu menjadi penyejuk hati ayah bunda. Semoga selalu bisa menjadi dambaan dan kebanggaan. Itu arti namamu, Nak. Selalu ada do’a terbaik untukmu. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin …”

Kututupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya untuk mengamini. Ayahnyapun tak mau kalah memberi ucapan dan pelukan. Aku semakin ingin menangis. Aku takut anakku sakit. Ingin segera bercerita dan berunding dengan suamiku.

“Yah, coba periksa leher anaknya. Ada benjolannya, katanya sakit.” Bisikku pada suamiku ketika Chaca telah terlelap. Suamiku mulai mengamati.

“Eit … eit …!” kataku sambil menangkis tangan suamiku yang juga ingin menyentuh bagian leher Chaca yang bengkak. Tentu saja suamiku kaget sambil menatapku penuh tanda tanya. Dengan kedipan aku mengajaknya meninggalkan Chaca tidur sendiri. Ku ajak suamiku berbicara di ruang tamu.

“Benjolan di leher anak e, katanya sakit. Makanya jangan di sentuh. Nanti dia kaget,” Jelasku pada suami yang mulai mengerutkan keningnya.

“Kita harus segera periksakan ke dokter anak di Patrang,” kata suamiku.

“Ayah ambil rujukan dulu di Puskesmas, kalau sudah beres kabari Bunda.” Kataku semakin khawatir. Malam itu aku dan suamiku memeluk Chaca dengan lebih lekat. Lama kami memandanginya penuh khawatir. Aku dan suamiku terlarut dalam kecamuk tannya masing-masing. Kami terlelap namun sering terjaga. Serasa pagi tak kunjung tiba.

( Bersambung…)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post