Tegakkan Hukum Seadil-adilnya
Oleh Hermin Agustini
Tantangan hari ke – 48
#TantanganGurusiana
Apakabar pembaca.
Mungkin terkesan terlambat jika aku baru membicarkan hal ini. Sementara yang lain sudah membahas kejadian-kejadian baru yang lebih hangat.
Namun tidak mengapa. Karena keprihatianku memang masih belum selesai. Meskipun telah ada deklarasi “Move On” dari para siswa SMPN 1 Turi.
Para siswa telah bertekad untuk terus belajar menggapai cita-cita. Bergandengan tangan dalam Keceriaan. Saling menghormati dan menyayangi. Mereka semua siap move on.
Begitu pula dengan para orang tua yang kehilangan. Bisa dipastikan, siapapun akan kecewa. Geram. Marah semarah-marahnya marah. Menerima kenyataan harus kehilangan buah hati karena kelalaian. Semoga Allah memberi ketabahan dan diberi kelapangan hati dalam menerima semua itu. Meskipun tak akan mudah. Dan tak akan pernah bisa mudah.
Keadilan wajib ditegakkan. Para pelaku wajib diusut seadil-adilnya. Akan tetapi. Aku masih melihat ketidak adilan. Mereka mendapat perlakuan berbeda. Membuat hati ini semakin terluka.
Terluka akan kehilangan anak bangsa. Terluka akan perlakuan tidak adil terhadap para tersangka.
Di beberapa kasus. Bahkan di sebagian besar kasus. Di saat para penegak hukum menegakkan keadilan. Kepada para rampok. Kepada pelaku pembunuhan. Kepada Bandar narkoba. Kepada koruptor. Mereka semua diperkenankan mengenakan penutup wajah.
Jika pelakunya adalah artis. Jika pelakunya adalah pejabat. Yang meskipun artis maupun pejabat tertangkap karena berbuat jahat. Entah kepada dirinya sendiri yang membahayakan orang lain ( pengguna dan pengedar narkoba). Atau tindakan merugikan Negara dan rakyat.
Proses peradilan dilaksankan dengan sangat terhormat. Meskipun berbalut jaket pesakitan. Tapi mereka masih bisa mengenakan baju mahal mereka. Mereka bisa tetap mengenakan sepatu mahal mereka.
Di saat di meja hijau. Akan nampak para tersangka semakin terhormat. Penampilan berubah menjadi bertaubat. Yang laki-laki dengan baju koko berkopyah putih. Yang perempuan tiba-tiba berhijab plus kacamata hitam. Privasi mereka masih terjaga dengan sangat hormat.
Namun mengapa ketika ada guru yang melakukan kesalahan. Mereka harus diperlakukan dengan sangat berbeda? Mengapa mereka harus plontos? Mengapa mereka harus dipermalukan di depan kamera tanpa penutup apapun. Mengapa mereka harus di arak bertelanjang kaki?
Padahal yang terjadi pada mereka adalah musibah. Mereka tidak pernah merencanakan tragedy itu terjadi. Mereka lalai. Hal itu memang kesalahan yang harus di usut sampai tuntas. Detail dan adil.
Para guru itu tidak akan melarikan diri dari tanggungjwabnya. Peristiwa itu sudah pasti memilukan batinnya. Para anak didik adalah anaknya. Mereka tentu saja kehilangan dan terpukul. Tanpa harus dipermalukan di depan media. Para guru itu sudah sangat malu dan menyesali kelalainnya. Mereka akan menerima peradilan itu dengan ketulusan hatinya.
Wahai para penegak hukum. Perlakukan mereka dengan seadil-adilnya. Perlakukan mereka sama dengan para pelanggar hukum yang lainnya. Jika artis dan koruptor dan pelaku kejahatan lainnya bisa melaui peradilan dengan tetap terhormat dengan baju koko atau hijab. Mengapa guru tidak ?
Sekali lagi. kelalaian adalah kelalain. Memang patut diusut sampai tuntas. Dan keadilan adalah keadilan. Semua wajib diperlakukan sama. Jangan karena penjahat adalah pejabat dilakukan terhormat. Sementara guru lalai dipermalukan dengan tidak hormat.
Tak akan ada pejabat. Tak akan ada penegak hukum yang hebat. Tanpa didikan guru hebat. Namun guru juga manusia. Tak akan luput dari salah dan khilaf. Sama seperti manusia lainnya. Biarkan mereka menjalani peradilan dan bertanggung jawab dengan terhormat.
Ditulis dengan rasa duka yang mendalam. Semoga para korban husnul khotimah. Semoga kelurga yang ditinggalkan mendapat kekuatan hati dan ketabahan. Semoga selalu dalam rengkuhan kasih sayang Allah. SWT. Aamiin.
Kepada Bapak guru yang sedang menajalani peradilan. Hatimu pasti terpukul. Jiwamu pasti pilu. Tetap bersabarlah. Semua guru mendoakanmu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
