Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kaos Telasan
hermin.gurusiana.id

Kaos Telasan

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke –104

#TantanganGurusiana

 

            “Kalau sudah terima kaos segera posting foto,ya !” tulis bukcar Nanik, panggilan akrab si Nanik di grup whatsapp ‘Neng Nget’ 91.

            “Aku belum terima kaosnya,” ketikku.

            “Masih otw bu Dina yang berbunga-bunga,” jawab Nanik untukku, banyak cerita hingga namaku berubah menjadi sebutan itu. Dan memang banyak sebutan diantara kami. Semua sesuai dengan kisah masa lalu ataupun hobby masa kini asalkan bisa dijadikan bahan guyonan dan tidak ada kata saling tersinggung. 

            Dari berbagai kebiasaan guyonan yang betul-betul mengocok perut karena lucu, maka grup alumni SMA Negeri 2 Bondowoso tahun 1991 itu dinamai grup “Neng Nget’ 91. Kata “Neng Nget’ diambil dari bahasa Madura yang artinya kurang lebih “terlalu yang keterlaluan” karena satu bahasan penting ataupun sepele bisa dibahas kemana-mana tidak jelas yang intinya kami bisa bebincang-relax mengenang masa-masa remaja.

            Kami terjalin seperti saudara tak kenal latar belakang pekerjaan ataupun jabatan. Meski jauh, kami saling support dan saling kepo satu sama lain. Jika di grup lain memposting sesuatu yang “wah” seperti perjalanan ke luar negeri, akan dianggap pamer atau sombong, tapi di grup kami malah menjadi kesenangan bersama. Kami justru menikmati kisah perjalannya.

            Ada teman yang buka warung, bu ‘erte’ panggilan untuk si Era, posting tentang masakannya menjadi hal yang selalu kami tunggu. Rujak ‘ghobhet’ adalah rujak yang selalu kami rindu dan menjadi menu favorit jika bertemu. Ada juga penjahit, pedagang, ibu rumah tangga, petani, apoteker, pejabat di balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam yang postingannya mendekatkan kami pada keindahan-keindahan alam termasuk kabar-kabar seputar binatang yang dilindungi.

            Memposting kegiatan apapun dan di manapun bukan hal aneh. Bahkan ada teman yang suka posting saat solat di masjid, hehehe … kalo di grup lain ini disebut ‘riyak’ tapi di grup kami tidak begitu. Kami bisa saling mengharagai dan memaklumi.

            Semua pokok bahasan mulai dari sayur, sandal jepit, kucing peliharaan atau buah-buahan, bunga atau bahasan nggak penting lainnya akan menjadi bahasan seru. Terlebih jika diantara kami ada yang curhat, maka grup ini akan siap memberi solusi sesuai keahlian masing-masing atau memberi support nasehat. Sehingga grup ini bisa juga sebagai tempat berbagi pengalaman juga sebagai tempat bercanda.

            Setiap tahun, di momen Idul Fitri, kami selalu mengadakan reuni dengan prediksi saat-saat lebaran akan banyak yang pulang kampung. Sebenarnya kami telah merencanakan acara reuni akbar tahun ini, beberapa persiapan awal sudah dimulai. Tapi akbiat Corona melanda, maka kami memutuskan untuk menunda acara tersebut.

            Namun kami tetap punya cara untuk bersilaturrahim meski melalui medsos. Kaos yang sudah dipesan untuk acara reuni terpaksa dikirim ke alamat masing-masing dan setiap yang telah menerima kaos wajib posting dengan wajah paling ceria.

            “Teman-teman, mengingatkan sekali lagi, yang belum foto sempetin foto ya dengan kaos telasan,” ketik Anang Efendy di grup wa ‘Neng Nget’.

Tak ada yang menolak perintah pak ustad, begitu sebutan untuk Anang yang sebenarnya bukan ustad dan jauh dari keustadzan, hehehe …, Beliau (agak berat ngucap kata ‘beliau’, hehe …) sebenarnya adalah ‘Head of Enterprise’ di Google, orang penting ya? Tapi ndak pernah mau ngaku. Pasti takut dipalakin grup, hahah ….

Padahal menurut sahabat karibnya, Iwan Kate, dia semacam pembantu umum di sana, haha… beneran kepingkel nulis ini. Iwan pasti ngasih keterangan menyesatkan. Begitulah cara ‘Neng Nget’. Jabatan tidak membedakan kami. Kami justru saling support satu sama lain.

Kami akan tetap bersilaturrahim dengan cara kami. Kami akan bersama-sama mengenakan kaos seragam bertulis Kaos ‘Telasan’ dan bertemu di udara melalui video call, yang tidak ingin saya sebut menggunakan fasilitas apa namanya, yang penting kami akan bertemu dalam satu ruang di udara nantinya.

Apapun itu, saya bersyukur masih terhubung dengan para sahabat yang sudah seperti saudara. Untuk kaos, terimakasih ya pak ustad. Terimkasih pak dosen, sebutan untuk Priyatno Prasetyo yang sering posting wilayah kerja di pertambangan atau apalah, orang penting ndak pernah jelas, hehehe ….

Terimaksih juga kepada seluruh teman-teman yang tetap saling bekerja sama untuk terlaksananya reuni di udara kita. Semoga jalinan kasih sayang ini terus berlangsung dalam lindungan kasih sayang Allah. Aamiin.

Semoga kita disempatkan untuk bertemu pada reuni-reuni yang akan datang dalam keadan sehat walafiat, meskipun kesehatan kita adalah kesehatan para jelita, menjelang limapuluh tahun. Semoga kita masih akan punya cerita-cerita panjang yang akan menjadi bahan tawa bahagia kita. Aamiin …, halah! nulis ini malah mewek.

Ya sudahlah, memang seperti ini di grup ‘Neng Nget’, perasaan bisa berubah tidak jelas, seperti pembicaraan yang sering mengalir tidak jelas. Hanya satu yang jelas, kita saling menyayangi sebagai ‘tretan’ (saudara) …

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post