Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kulipat Rinduku (11)
www.google

Kulipat Rinduku (11)

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 78

#TantanganGurusiana

“Mas Edy …, tanpa terasa bibirku menyebut nama itu ketika aku mendengarkan bait demi bait syair lagu Naff “Kau Masih Kekasihku” Aku sudah menghapusmu dari kontak teleponku. Tapi aku tak mampu menghapusmu dari kenangan kita. Aku telah melipat rinduku sejak memutuskan menikah dengan mas Iwan.

Pertemuan itu masih belum menggetarkanku karena aku yakin semua tidak akan menggoyahkan hatiku. Tapi sepucuk suratmu dalam bingkisan seperangkat alat shalat dan kiriman lagumu …, seperti menghisap seluruh ototku menjadi lemah tak bertenaga.

Hatiku bergetar dan tak bisa kupungkiri bahwa akupun merasakan hal yang sama. Aku tak bisa membalas pesan whattapp itu. Aku bingung mau berkata apa. Jika aku mengatakan bahwa aku juga punya rasa yang sama, alangkah salahnya aku. “Tidak boleh! aku tidak boleh hanyut ke dalam rasa apapun pada mas Edy,” gumamku sambil mengusap air mata yang menggelayut di sudut mataku.

Aku segera menghapus pesan itu. Aku merasa takut untuk memegang HP ku sebab aku tak ingin melakukan hal yang saat ini benar-benar aku tolak. Aku tak ingin merindunya. Ku abaikan saja semuanya.

Beberapa saat kemudian masuk panggilan dari nomor tak tersimpan. Aku tahu itu pasti mas Edy. Aku ingin mengabaikannya. Namun di panggilan berikutnya aku tak mampu lagi …

“Assalamu’alaikum Bu Guru,” sapanya dari ujung telepon.

“Wa alaikumussalam …,” jawabku dengan suara yang aku buat senormal mungkin karena mulai bergetar.

“Sudah mendengaarkan kiriman laguku, kan? sudah mendengarkannya kan?” pertanyaan-pertanyaannya mendesak.

“Aku sudah mendengarkan semuanya dan terimaksih sudah membuatku menangis lagi,” kalimatku dingin.

“Maafkan aku Din, aku tahu semua permintaan ma’af tidak akan merubah semuanya. Namun aku akan merasa terbebani jika belum memperoleh kata ma’af darimu, Jeng!” kata mas Edy membuatku makin tenggelam dalam buliran air mata kenangan.

“Mengapa Mas Edy tidak memperjuangkan cinta kita? Mengapa Mas tega meninggalkan aku? Mas Edy menghilang, kamu pengecut Mas!” Kataku hampir menjerit. Aku menguatkan seluruh tenaga agar tak menangis.

“Jeng …, dengarkan aku dulu. Biarkan Mas menjelaskan. Bertahun ini Mas selalu merasa bersalah tak bisa menemuimu demi keluarga besarmu. Karena aku tak ingin merusak semua yang telah dipersiapkan untuk pernikahanmu.”

“Sudahlah, Mas …, tak ada yang perlu dijelaskan lagi. semua sudah percuma. Semua hanya akan menyisakan penyesalan. Jika hanya permintaan maaf yang kau ingin, aku sudah lama memaafkanmu. Bukan salahmu datang terlambat, juga bukan salahku mengikuti kehendak keluarga.” Suaraku mulai bergetar.

“Maafkan aku, Mas, aku tidak bisa melanjutkan pertemanan ini. Hanya akan menorehkan luka lama. Meski sejujurnya aku merindukanmu. Tapi biarlah, aku tak mau membuka rindu yang telah kulipat rapi dalam kenangan di relung hatiku yang tak ingin aku bagi dengan siapapun.”

“Tapi Jeng …, bukan maksudku untuk membuka rindu itu. Aku hanya ingin jeng tahu bahwa saat itu aku telah berupaya meminangmu. Aku mendatangi ayahmu. Aku meyakinkan tentang hubungan kita. Namun aku kalah pada fakta bahwa waktu itu kau sudah ada yang meminang. Undangan sudah tersebar.” Mas Edy menjelaskan.

“Semua persiapan pernikahanmu sudah dipersiapkan. Aku bukan orang jahat yang bisa memenangkan egoku. Aku bisa merampasmu saat itu jeng …. Tapi apa yang akan terjadi pada ayahmu?pada ibu? Pada keluarga besar Iwan? Keluarga besarku juga tidak akan menerima tindakanku. Maka aku memilih mengalah. Di hadapan Ayah, Ibu dan di hadapan Iwan aku merelakan melepaskanmu dengan seluruh rasa luka Jeng.”

Aku hanya mampu mendengarkan dengan seksama semua kata-kata mas Edy. Semua adalah rahasia yang selalu ingin aku tahu mengapa mas Edy menghilang waktu itu. Aku tidak menyela saat mas Edy kembali menjelaskan.

“Waktu itu aku berupaya meyakinkan bahwa Iwan akan benar-benar menjagamu dengan sepenuh hati. Aku meminta pada Iwan agar dia tidak pernah sedikitpun menyakitimu. Aku bukan tak mampu menentang semuanya, Jeng, akan tetapi aku harus mengalah demi kehormatan orang-orang yang menyayangimu. Dan aku sangat yakin jika Iwan lebih bisa membahagiakanmu daaripada aku. Meninggalkanmu bukanlah pilihan tapi keterpaksaan dengan segala luka.” Kalimat demi kalimat mas Edy memaksa buliran rinduku luruh.

Tangisku pecah. Aku menutup telepon tanpa sanggup memberi salam. Tubuhku terguncang. Begitu besar pengorbanan mas Edy. Dia rela menanggung luka sendirian. Meskipun aku sebenarnya terluka, namun apa yang aku alami jauh beruntung darinya karena aku dikuatkan oleh orang-orang di sekelilingku.

“Eng … aku sudah tahu jawabannya dari mas Edy,” tulisku melalui pesan whatsapp.

Trus …???” tanyanya ketus.

“Ya, paling tidak aku lega mengetahui hal yang sebenarnya terjadi waktu itu sehingga aku tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Lagi pula aku sudah bahagia dan bersyukur dengan keadaan sekarang. Meskipun jujur, aku sesekali masih ingat akan mas Edy.”

Trus …???” tanya Era ketus terus. Meskipun Era begitu, Era tetap menjadi tempat curhatku karena dia satu-satunya yang bisa mendengarkan dan paham dengan apa yang pernah terjadi antara aku dan mas Edy. Yah …, meskipun Era marah-marah terus tak apalah …, dia tidak salah. Sikapnya yang protektif juga tidak salah, karena dia sayang aku.

Namun di balik itu semua, aku mulai mempertanyakan, salahkah jika aku menjalin hubungan pertemanan dengan mas Edy?

(Bersambung …)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post