Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Wanita Tangguh
www.google

Wanita Tangguh

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke –100

#TantanganGurusiana

“Teng … teng … teng …, suara tiang listrik dipukul batu. Dengan aba-aba ini, maka seluruh emak-emak akan dengan sangat patuh menghentikan kegiatan apapun yang sedang dilakukan. Termasuk diriku, bunyi kenteng itu memaksaku menutup laptop karena akupun harus segera bergegas, mengganti daster dengan baju yang lebih sopan, memasang jilbab lalu lari keluar, menyebrang jalan menemui pusat suara.

Di sana sudah nampak beberapa emak-emak yang sudah berkerumun memilih belanjaan. Ada yang sigap memilih ini itu, ada yang masih bingung. Sementara aku hanya berdiri menunggu. Memandang dari jarak satu meter. Apakah pesananku sudah tersedia.

“Ada mbak?” tanyaku

“Komplit, ‘congngok gelluh’ (bahasa Madura yang artinya ‘lihat dulu’),” jawab mbak Yana dengan senyum dan gaya bahasa Madura yang khas sama seperti diriku. Bahkan tak jarang kami bercakap dalam bahasa Madura sebagai obat kangen kampung halaman. Meski cara kami berkomunikasi kadang bikin geli ibu-ibu yang lain.

Aku memang jarang berbelanja dengan cara memilih pagi itu, selain memakan waktu lama pilah pilih, aku malah akan bingung mau masak apa. Hehehe, kebiasaan tidak bisa fokus. Jadi aku biasa berbelanja semi online. Malam sebelum tidur atau pas ingat, aku tulis apa saja yang ingin aku pesan untuk esok hari sehingga aku tak pernah lama jika berbelanja.

Para emak yang lain sudah sangat paham, jika kehadiranku hanya sebentar untuk mengambil belanjaan, mengecek dan membayar. Sangat jarang bisa mengobrol dengan tetangga. Terkadang aku bersalaman dan berpeluk cium dengan tetangga depan rumah yang sama-sama sibuk dan terhitung sangat jarang sekali bertemu muka. Biasanya kami akan tertawa terpingkal-pingkal saat seperti itu. Hellooooouuuu …. Apasaja yang dilakukan kok sampe segitunya.

Emak depan rumah, masih saudara. Dia seorang guru sekaligus membuka boutiq khusus baju-baju muslim. Aku memanggilnya dek Vidho, karena urutan kekeluargaan yang mengahruskan aku memanggilnya seperti itu. Selepas kantor dek Vidho akan berkutat dengan mesin jahitnya, menuntaskan pesanan mukena maupun jilbab dari seluruh penjuru emak-emak di kampung ini. Sebagai guru, iapun harus berjibaku dengan waktu untuk menyelesaikan tugas kantornya. Salut dengan semangatnya.

Sementara emak depan rumah di sebelahnya, adalah Bu Nyai pondokan. Sebuah pondok yang membuatku kagum dengan pengelolaannya. Lulusannya banyak yang memperolah beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke Kairo atau ke Universitas Islam terkenal lainnya. Padahal Bu Nyai hanya sendiri sejak Pak Ustad meninggal dunia. Hanya beberapa tahun terkahir ini, beliau nampak ditemani oleh putra sulungnya yang baru lulus dari Universitas Islam di Kairo. Putra-putri Bu Nyai yang lainnya juga masih banyak yang bersekolah dan kuliah di sekolah Islam dan universitas Islam.

Dari waktu ke waktu aku melihat perkembangan pondok yang luarbiasa, sejak pondokan sederhana berdinding bamboo sampai kini sudah menjadi pondokan berlantai dua dan mesih terus melakukan renovasi. Kepercayaan masyarakat begitu besar sehingga pondokan ini tak pernah sepi dari santri maupun santriwati yang ingin menjadi penghafal Qur’an. Sungguh luarbiasa, Kan?

Sosok emak lain yang membuatku kagum bernama mbak Jum, dia sangat jarang mengobrol denganku padalah rumah kami hanya berjarak dua rumah saja. Kegiatannya selalu padat mulai pagi sampe malam? Apakah dia pegawai negeri sepertiku? Bukan, Mbak Jum adalah ibu rumah tangga biasa yang mengelola bisnis dari rumah. Semua hobbynya bisa disulap menjadi uang.

Mbak Jum Hobby menanam bunga anggrek, aku juga sih … bedanya, anggrek-anggrek mbak Jum selalu tumbuh subur dan bisa dipasarkan sementara anggrekku merana tak terawat hehehe …, selain itu mbak Jum juga mengelola bisnis Tupperwear, salah satu penggannya tentu saja aku.

Oh ya, mbak Jum juga menerima pesanan kuae dan baju-baju garmen meski dia ndak buka toko, tapi bisninsnya lancar sepanjang tahun. Dia hanya memajang barang-barang baru di status whatsapp yang mungkin hanya dibaca oleh tidak terlalu banyak orang. Tapi ya itulah, ketelatenan membuatnya terkenal berdagang dari rumah. Ia bisa melayani keluarga dan menemani putra putrinya dengan maksimal. Kerren kan?

Itulah beberapa sosok wanita-wanita tangguh di seputar rumahku. Tentang diriku, hmmm … aku bingung mau bicara apa. Kalau kusebut baiknya ntar menimbulkan huru-hara dianggap alay lebay muji-muji diri sendiri. Narsis … tukan? Komen-komen yang aku terima pasti komen ndak trima apalagi dari para sahabat-sahabat yang biasa iri tuh, si Eko-Ana, Shodiq dan Roy yang sejak kuliah S2 dulu memang selalu iri terhadapku. Entahlah, mereka selalu ngeledek, meskipun dalam hatinya mereka pasti kagum denganku. Aku tau itu …hehehe…

Namun ndak mungkin juga aku tuliskan hal-hal negative tentang diriku? Apa kata dunia coba? Apalagi aku juga seorang guru. Guru bahasa Inggris yang punya hobby menulis yang kerren menewen … halah! … tuh kan? terjebak muji diri sendiri?

Aku hanya sekian dari emak-emak yang mencoba memberi yang terbaik untuk keluarga dan siswa-siswaku. Dari semua keterbatasanku. Terbatas ilmu, terbatas tenaga dan masih banyak hal lain yang menurutku sangat terbatas sehingga aku perlu terus menempa diriku supaya bisa melampaui keterbatasn itu. Aku merasa ingin terus belajar agar aku bisa menjadi semangat bagi anakku dan murid-muridku.

Aku juga ingin merenda cerita yang bisa membahagiakan orang-orang di sekelilingku sebagai tanda kasih sayang pada kedua orangg tuaku yang belum sempat menyaksikan dan menikmati ceritaku hari ini. Aku ingin semua perbuatan baikku menjadi pahala penolong orangtuaku di sana, Semoga Allah selalu melimpahkan barokah kasih sayangNya. Aaamiin Ya Robbal Alaamiin.

Sampai di sini dulu ya …saya tak nangis dulu … biasa baper kalau ingat ayah ibu. SELAMAT HARI KARTINI para wanita tangguh !!!

Balung, 23 April 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post