Anda Guru? Teruslah Belajar!
Oleh Hermin Agustini
Tantangan hari ke – 109
#TantanganGurusiana
Puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa sampai hari ini saya masih dikaruniai kenikmatan dan kebarokahan usia hingga masih bisa merasakan dan merayakan rasa bangga sebagai guru.
Shalawat dan salam selalu untuk nabi Muhammad saw yang telah mengajarkan umatnya untuk terus belajar hingga mampu keluar dari jaman Jahiliyah yang gelap menuju jaman terang benderang yang penuh ridho Allah SWT.
Guru, adalah sosok yang digugu dan ditiru. Seperti yang dituturkan oleh Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani.” Di manapun posisi guru, jika depan ia harus bisa memberikan teladan. Apabila guru ada di posisi tengah ia harus bisa memberikan dorongan dan jika di posisi belakang, ia harus bisa memberikan kekuatan.
Sebagai sosok yang selalu digugu dan ditiru, guru harus mampu memberi panutan yang baik disetiap tutur kata dan perbuatannya. Di segala macam situasi dan keadaan, guru harus mampu memberikan teladan, memberi motivasi dan memberi kekuatan.
Untuk memenuhi semua itu, maka setiap guru wajib membekali diri dengan segala kompetensinya. Guru harus terus berselancar dalam menimba ilmu menuju kepantasan agar tak terlibas jaman. Guru adalah makhluk yang tak boleh berhenti belajar (terinspirasi dari kutipan status whatsapp teman) dalam segala keadaan.
Pada era revolusi Industri 4.0 di mana perkembangan tekhnologi dan informasi berkembang dengan sangat cepat, guru dituntut untuk tanggap dan ikut melesat, tak perduli apakah dia masih berstatus sebagai guru honorer maupun guru yang sudah PNS dan hampir pensiun. Siapapun yang bernama guru wajib ‘mellek’ (bahasa Jawa yang artinya membuka mata) terhadap perkembangan IT.
Mau tidak mau, suka tidak suka, semua harus mengenal dan malaksanakan kegiatan belajar mengajar mulai dari berbau IT sampai pada berbasis IT. Apalagi pada saat ini, disaat kita sedang dilanda pandemic Corona, semua kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan secara jarak jauh, maka para guru dituntut bisa melaksanakan pembelajaran secara daring.
Sekali lagi, guru harus terus belajar. Para guru yang pada awalnya setengah hati dalam belajar IT, kini tak bisa mengelak lagi. Semua guru disibukkan dengan mengasah diri untuk mumpuni dalam penggunaan informasi dan teknologi dalam pelaksanaan belajar mengajar.
Tak luput yang terjadi di sekolah saya, untuk keberlangsungan proses belajar mengajar, maka semua guru diundang secara bertahap (mematuhi anjuran social distancing) untuk belajar menggunakan beberapa aplikasi yang bisa memudahkan interaksi guru dan siswa.
Kami memilih aplikasi yang mudah dan sudah banyak di kenal para siswa sejak sebelum pandemic Corona. Di antara kami sudah ada yang menggunakan beberapa aplikasi bersama siswa. Diantaranya adalah aplikasi thatQuiz, googleclass dan Logo Schoology. Untuk kemudahan siswa, kami bersepakat memilih ThatQuiz yang sudah lebih banyak dikenal dan digunakan di kalangan siswa maupun guru.
Untuk kepentingan itu, seluruh guru di sekolah saya diajak mempelajari dan menggunakan aplikasi tersebut. Bagaimana dengan guru yang sudah sepuh, hampir pensiun dan dirasa terlalu rumit mempelajarinya? Tidak ada alasan untuk itu. Sambil belajar, guru bersangkutan dengan sukarela membawa putra atau putrinya untuk membantunya menggunakan aplikasi tersebut.
Akhirnya, hampir semua guru di sekolah saya, mampu menggunakan aplikasi tersebut bersama siswa. Apakah tanpa kendala? Sudah bisa dipastikan, jangankan sesuatu yang harus dilaksanakan secara mendadak, sesuatu yang telah direncanakan sekalipun masih menghadapi kendala.
Kendala dari guru tidak terlalu menjadi penghalang, karena hampir seluruh guru telah memiliki hape android. Sekolah memberikan fasilitas pulsa kepada para guru yang masih berstatus honorer untuk membantu meringankan membeli paket data.
Adapun kendala yang dihadapi siswa cukup bervariasi. Di antara para siswa di masing-masing kelas, ada beberapa siswa yang tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar secara daring karena belum memiliki hape android pribadi. Siswa tersebut masih harus menggunakan hape orangtuanya, sayangnya, si oragtua kurang memahami kebutuhan putra-putrinya.
Ada pula siswa beralasan jaringan lemot, yang paling membuat kami tersentuh sekaligus berpikir adalah alasan karena belum bisa membeli paketan. Alasan ini dipandang agak aneh, karena menurut hemat kami, semua yang menggunakan hape android tentu saja mampu membeli paket data, apalagi untuk kepentingan belajar.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kami para guru menghubungi orang tua masing-masing, baik melaui whatsapp grup maupun melalui telepon pribadi, bahkan jika tidak berhasil, di antara kami ada yang mendatangi siswa tersebut ke rumahnya untuk memberi sosialisasi bahwa kegiatan belajar mengajar masih terus berlangsung dengan cara daring.
Disinilah, peran guru benar-benar tertantang untuk memberi pencerahan tidak hanya kepada siswa, namun juga kepada para orang tua yang ternyata memang belum banyak tahu tentang kegiatan belajar mengajar secara daring.
Dengan cara bahu-membahu, saling mensupport dan saling bekerja sama, kendala-kendala tersebut mulai berkurang dan kami bisa saling mengisi laporan pembelajaran harian melalui whatsapp grup dengan kata ‘lengkap’ daripada kata ‘belum lengkap’ atau ‘kosong’ seperti yang terjadi di hari-hari sebelumnya.
Itulah guru, dengan ketulusan dan kelapangan hati, ia belajar untuk dirinya sendiri sekaligus terus berupaya menuntaskan kendala-kendala yang terjadi demi terus terlaksananya pembelajaran di keadaan apapun.
Guru tak akan pernah berhenti belajar. Guru dituntut terus melakukan kegiatan terpuji dalam menghadapi segala keadaan yang menguji. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga kita semua tergolong guru yang terus belajar dan siap mencerdaskan anak negeri dengan sepenuh hati. Salam Literasi.
Balung, 2 Mei 2020
Tulisan ini saya persembahkan sebagai ucapan selamat kepada seluruh guru Indonesia yang pada hari ini terpaksa tidak bisa melaksankan upacara bendera seperti biasa untuk merayakan hari Pendidikan Nasional. Semoga di tengah pandemic ini, kita semua tetap semangat dalam menjalankan tugas dan semoga kita selalu dalam lindungan kasih sayang Allah SWT. Semoga keadaan segera kembali normal. Aamiin …
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
