Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cinta Semusim Bunga Tembakau (5)
www.google.com

Cinta Semusim Bunga Tembakau (5)

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 112

#menuju 365 hari

#TantanganGurusiana

Cantik bunga tembakau yang mulai rekah menghias sepanjang jalan yang mereka lalui. Angin semilir menyejukkan hati dua insan yang larut dalam rasa serupa tapi tak sama. Rendra merasa telah menemukan gadis sederhana pilihan hatinya, gadis yang ingin dia bawa pulang ke kampung halamannya.

Sementara Ayu tak mampu menghentikan rasa yang semakin mendalam, Ayu tak mampu lari dari rasa yang ia perangi, Ia tak mampu menghindar dari kebaikan dan perhatian Rendra, meski sejujurnya, Ayu sangat mencintai Rendra, tetapi tetap tak akan bisa memilihnya.

Ayu menyandarkan pipinya dipunggung Rendra, menikmati perjalanan sembari memejamkan mata merekam semua keindahan perjalanan yang tak akan jadi miliknya. Ayu melingkarkan kedua tangannya ke perut Rendra yang disambut dengan genggaman tangan Rendra.

“Adik, Abang sayang adik!” teriak Rendra.

“Adik juga sayang Abang kan?” teriaknya lagi.

“Aku sayang Rendra! Aku sayang sekali kepadamu Abang!” teriak Ayu melepas beban di hatinya, Ia abaikan rasa bersalahnya, Ia nikmati sendiri sayatan cinta yang tak mungkin ia jalani.

Air mata Ayu tak terbendung, ia terus mendekap Rendra seolah tak ingin melepaskannya, jauh di lubuk hati, Ayu menyadari sepenuhnya bahwa dekapan itu akan hanya menjadi kenangan tak terlupakan yang sebentar lagi, pelan tapi pasti, harus ia lepaskan.

“Maafkan aku Abang, maafkan aku tak mampu menolakmu, ma’afkan akau membiarkanmu larut dalam rasa cinta tanpa masa depan.” Bisik Ayu dalam hati, rasa cintanya berbanding lurus dengan rasa bersalahnya. Andai saja dia bisa tegas menolak Rendra sejak awal. Tak akan seperti ini kejadiannya, Ayu tenggelam dalam perang batinnya sendiri. Perang yang sulit ia menangkan.

Perjalanan terasa singkat. Mereka tiba di halaman rumah Ayu yang asri dan rindang. Kedatangan mereka berdua langsung disambut sang Ayah yang sejak tadi menunggu.

Kehadiran Rendra bukan yang pertama, ayah ibunya sudah mengenal Rendra sebagai teman akrab Ayu. Rendra memang telah beberapa kali mengantar Ayu pulang jika kesorean karena angkot jurusan desa belum tentu ada. Biasanya Ayu ke wartel untuk menelpon adiknya supaya dijemput di terminal perbatasan, namun semenjak dekat dengan Rendra, Ayu lebih sering diantar pulang.

Sementara Ayu membuatkan teh, sang ayah larut dalam obrolan bersama Rendra yang selalu santun. Namun Ayu selalu mengingatkan Rendra supaya tidak menceritakan hubungan mereka dengan berbagai alasan.

“Kalau Abang memang benar-benar sayang aku, Abang jangan pernah bicara tentang hubungan kita jika sedang mengobrol dengan ayah,atau kita akan segera putus,” kata Ayu di suatu waktu ketika Rendra mengantarnya pulang.

“Lah terus kapan aku boleh membicarakan dengan Ayah?” tanya Rendra.

“Tunggu Abang sukses,” jawab Ayu tanpa membahas tentang perbedaan keyakinan diantara mereka. Yang jelas, Rendra dilarang keras membicarakan perihal hubungan mereka sebelum mendapat aba-aba darinya.

***

“Trimaksih ya Nak, sudah repot-repot mengantar Ayu pulang,” ucap ibunya sambil menyodorkan sebungkus pisang goreng.

“Trimaksih Bu, banyak sekali?” kata Rendra sambil nyengir.

“Tidak apa-apa, hanya pisang goreng, hati-hati di jalan Nak,” ucap Ibu Ayu tersenyum dan membiarkan Ayu mengantar Rendra sampai ke halaman.

“Trimakasih ya Abang, selalu memberi kebaikan untukku. Semoga Abang juga memperoleh kebaikan yang lebih baik,” Ucap Ayu pada orang yang selalu mengaduk perasaannya, antara perasaan nyaman berselimut rasa bersalah.

Ayu melambaikan tangan saat motor Rendra mulai melaju keluar halaman. Ayu menatap punggung Rendra sampai menghilang di ujung lorong.

“Selamat jalan Abang, semoga selamat sampai kampung halaman, mungkin ini adalah kali terakhir kau mengantarku pulang.” Bisik Ayu pada hatinya yang menangis.

(Bersambung …)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post