Deg-Deg Ser di Webinar 3
Begini rasanya jatuh cinta. Setiap saat selalu memberi desiran tak menentu yang membuat jantung deg-deg ser setiap kali bersama, entah bersua langsung maupun melalui whatsapp grup. Satu hal yang membuat desiran semakin terasa ketika berhasil bergabung bersama seluruh guru di Nusantara melalui acara Webinar 3 dengan materi “Guru Penggerak Menjawab”
Detik-detik menunggu acara dimulai dengan persiapan persis mau menghadiri seminar, berdandan rapi dan duduk manis di depan laptop menunggu sampai nomor ID dibagikan. Deg-deg ser khawatir terpental akibat kesalahan teknis atau ketidak pahaman menggunakan zoom meeting karena masih pengalaman pertama bagi saya.
Alhamdulillah, begitu terhubung dan berhasil melihat para panelist yang sedang mempersiapkan acara bermunculan di layar laptop serasa ada dalam satu ruangan bersama beliau-beliau. Semula sih ge-er, saya kira wajah saya juga terlihat, eh …, ternyata wajah para peserta memang sedang di ’off’ semua. Entah kenapa begitu, mungkin supaya para peserta fokus ke materi bukan ke wajah masing-masing, karena sebagian besar pesertanya adalah emak-emak dan mbak-mbak ‘alay’ jago selfie, hehehe ….
Seperti biasa, acara dibuka oleh CEO MediaGuru Indonesia, Bapak Mohammad Ikhsan yang dengan gaya khasnya memberikan ucapan selamat hari pendidikan nasional kepada kita semua, berikutnya adalah tayangan manas-manasin, beliau menampilkan sederet keberhasilan para guru penggerak yang tergabung dalam beberapa komunitas guru penggiat literasi, diantaranya Ikatan Guru Penulis dan Penggiat Literasi (IGPPL) Sumbar, Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) Kemenag Sumbar, Ikatan Pendidik Penulis Sumatera Utara (IPPSU), heran mengapa komunitas dari Jember Jawa Timur belum disebut, hehehe …
Materi pembukaan mengalir pada beberapa agenda Kelas Media Guru Online yang akan melayani semua guru yang berminat menulis dan menertbitkan buku, termasuk pelatihan menulis yang disediakan bagi para siswa. Selain itu, disebutkan pula berbagai tantangan yang bisa diikuti oleh para guru. Saya merasa sangat beruntung tergabung dalam MediaGuru Indonesia, seolah berada di dalam sebuah mesin pencetak guru penggerak. Mesin ini syarat dengan kegiatan positif yang memfasilitasi para guru untuk terus mengasah diri menuju kepantasan agar setiap guru “berdaya dan bisa memberdayakan”
Di acara ini sebenarnya saya sempat terpental beberapa kali, biasanya saya langsung galau, tapi kali ini saya berlatih bersabar menghadapi jaringan antara ada dan tiada. Untungnya, materi lengkap masih bisa saya saksikan di youtobe, alangkah bersyukurnya saya ada di lingkungan orang-orang hebat yang bisa menyeret saya untuk ikut belajar mellek IT.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Praptono, M.E.d, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidika Menengah dan Pendidikan Khusus yang memberikan apresiasi atas semua keberhasilan yang telah dilakukan oleh MediaGuru sebagai pencetak guru penggerak literasi yang menjadi hal penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melihat kenyataan bahwa nilai PISA (Programme for International Student Assessment) yang mencerminkan kemampuan bernalar, membaca, matematika dan sains siswa berusia 15 tahun dan merupakan indikator mutu sistem pendidikan di Indonesia masih menunjukkan score dibawah passing grade (dibawah angka 500).
Oleh karena itu Kemendikbud, di dalam lima tahun ke depan akan fokus pada pencapaian pasing grade PISA yang salah satu keberhasilannya ada pada para peran guru penggerak yang berperan sebagai pemimpin perubahan, dimana para guru penggerak secara individu harus mampu berdaya dan memberdayakan.
Ada 5 strategi yang akan dilaksanakan oleh Kemendikbud dalam rangka mencapai hal tersebut yaitu :
1. Transformasi kepemimpinan sekolah.
Kepala sekolah diharapkan tidak hanya mumpuni dalam aspek managerial dan administrative tapi juga harus bisa mumpuni dalam aspek pembelajaran sebagai intruksional leader.
2. Transformasi pendidikan dan pelatihan guru.
Guru dengan empat kompetensinya harus mimiliki keungguluan mampu merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi kegiatan pembelajaran benar-benar berbasis karakter anak melalui berbagai pendekatan belajar sehingga setiap anak bisa belajar optimal sesuai dengan karakter masing-masing.
3. Mengajar sesuai tingkat kemampuan siswa.
Hal ini merupakan tanggngjawab guru yang harus mampu menggunakan kurikulum sebagai guidance. Dalam hal ini, guru diharapkan mampu memodivikasi dan mengadaptasi kurikulum sesuai karakter anak, kondisi lokal dan pembelajaran yang disusun. Selanjutnya, diharapkan terjadi personalisasi dan segmentasi sehingga terlaksana pembelajaran yang inovatif dan kreativ oleh setiap guru.
4. Standar penilaian global.
Kemendikbud akan melakukan evaluasi tingkat dasar yang akan melihat kemampuan literasi, numerasi dan karakter, dimana kemampuan karekter anak akan menjadi tolok ukur kinerja sekolah yaitu kepala sekolah, pengawas, dan dinas pendidikan. Selain itu, Ligkungan sekolah juga akan diperhatikan apakah sudah benar-benar menjadi lingkungan kondusif dalam kegiatan pembelajaran. Rencana pelaksanaan akan dilakukan secara piloting dimulai pada bulan Agustus yang akan datang.
5. Kemitraan daerah dan masyarakat.
Seluruh potensi masyarakat, orangtua, tokoh pendidikan, perusahaan-persusahaan akan diajak bekerja sama menjadi kekuatan sipil untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Kedepan akan dimunculkan sekolah-sekolah penggerak yang memberdayakan potensi kepala sekolah, guru, siswa dan komunitas sebagai percontohan sekolah-sekolah lain agar juga bergerak ke arah yang lebih baik sehingga pada tahun 2020 dicanangkan munculnya 10.000 sekolah penggerak.
(Bersambung …)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
