Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Disiplin Positif Sekolah Ramah Anak

Disiplin Positif Sekolah Ramah Anak

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 141

#menuju 365 hari

#TantanganGurusiana

            

Salah satu pembahasan dalam Pelatihan  Sekolah Ramah Anak yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember adalah tentang DISIPLIN POSITIF oleh Ibu Bekti Prastyani, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak. Dari materi yang disampaikan, diantaranya tentang MITOS dan FAKTA HUKUMAN sebagai berikut,

 

Mitos tentang hukuman menyatakan bahwa hukuman fisik adalah cara yang paling baik dalam mendisiplinkan anak. Metode yang lain tidak bisa memberikan dampak sebaik itu.

Faktanya, hasil penelitian justru menunjukkan bahwa hukuman fisik berdampak negative pada perkembangan anak, pendekatan dengan disiplin positif tanpa hukuman mendorong perkembangan kedisiplinan anak.

 

Mitos menyebutkan bahwa hukuman mengajarkan ketaatan dan rasa hormat, namun faktanya, dengan hukuman, anak hanya taat ketika ada yang mengawasi,padahal ketaatan pada peraturan dan etik harus didasarkan pada kesadaran.

 

Mitos meyakini “Di ujung rotan ada Emas”,

Fakta dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kekerasan membawa dampak psikologis yang panjang hingga anak dewasa. Hal ini menghasilkan budaya kekerasan yang berlangsung secara turun temurun.

 

Mitos menyebutkan bahwa hukuman adalah bentuk kasih sayang. “Anak yang kukasihi, kuhajar dan kudidik”

Fakta dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman berdampak negative bagi perkembangan anak, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.

 

Disampaikan pula bahwa kekerasan dan hukuman berdampak negatif terhadap perkembangan yang menyebabkan anak rendah diri, mengalami gangguaan perkembangan koknitif, sosial dan emosional. Bisa pula berdampak pada putus sekolah dan bulliying.

Kekeraran dan peristiwa traumatic menimbukan sinaptik negative dalam memori yang akan terus membayangi hidup anak dan menghambat perkembangan anak.

 

Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 M sel otak, satu pukulan atau cubitan mampu membunuh lebih dari 10 Msel otak. Sedangkan satu pujian  atau pelukan mampu membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak.

 

Dari sekilas ulasan yang bisa saya rangkum, membuat saya merenung tentang apa yang telah saya lakukan selama ini untuk mendisiplinkan siswa dan anak-anak. Semoga di masa yang akan datang, saya bisa menerapkan disiplin positif dengan lebih baik. Tunda eksekusi, dekatkan solusi.

 

Bukan maksud untuk mengurui, hanya ingin berbagi dari sedikit pemahaman yang saya peroleh  siang  tadi. Semoga bermanfaat.

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post