Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kecolongan

Oleh Hermin Agustini

Tantangan hari ke – 118

#menuju 365 hari

#TantanganGurusiana

Keputusan mbak Lena menikah lagi memang terekesan terlalu terburu-buru. Tapi siapa yang bisa menahan mbak Lena jika ia sudah berkeinginan. Jangankan meminta persetujuan anak-anaknya, meminta restu orangtua dan saudarapun bisa ia abaikan. Pernikahan keduanya kandas setelah kelahiran putra mereka. Tak menunggu lama, ia menemukan pendamping baru, namun meninggal dalam sebuah kecelakaan. Pernikahan berikutnya hanya berlangsung tiga minggu karena ternyata suaminya penganut aliran sesat. Jika dinasehati, mbak Lena selalu mengatakan bahwa ditinggal mati suami bukan kehendaknya, dan tidak mudah baginya untuk hidup sendiri.

Setelah itu mbak Lena memutuskan untuk bekerja ke ibukota. Berbekal keterampilan menjahit, dia bekerja di sebuah boutiq ternama. Gaya hidupnya berubah menjadi lebih glamour dan sering mengunggah foto-foto cantiknya dengan background ‘wah’ yang memberi kesan mbak Lena adalah seorang janda kaya. Pernah ada laki-laki mengaku saudagar kaya mendekatinya, namun dia menghilang tanpa pesan setelah tahu kenyataan sebenarnya bahwa mbak Lena adalah seorang janda biasa yang jauh dari kondisi mewah. Bisa jadi, laki-laki itu mendekati mbak Lena karena modus tertentu.

Seperti tidak ada kapoknya, mbak Lena tiba-tiba menikah dengan orang tak jelas asal-usulnya. Aku menasehatinya dengan sangat keras, jangan sampai dia menikah dengan suami orang atau preman. Tapi ya itulah mbak Lena, pernikahan dengan seseorag minteriuspun berlangsung tanpa kehadiran sanak saudara. Hampir tiga bulan aku tak bicara dengan mbak Lena, tapi mengalah juga pada saat menjelang Romadhan. Sejak itu hubungan kami menjadi baik, terlebih mbak Lena meyakinkan kami bahwa suaminya adalah seorang da’i yang taat beragama, ditambah cara bicaranya yang sopan dan lembut berhasil memikat kami untuk melaksanakan umroh keluarga. Namun, iapun menghilang setelah duabelas anggota keluarga membayar biaya perjalanan tersebut. “Aku tidak tahu apa-apa,” kata mbak Lena tanpa sesal, iapun tidak kapok untuk menikah lagi sementara kami masih terjebak trauma.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post