Reportase Webinar V Media Guru Indonesia Meneroka Dapur Pentigraf
Oleh Hermin Agustini
Tantangan hari ke – 134
#menuju 365 hari
#TantanganGurusiana
MediaGuru Indonesia selalu terdepan dalam mengasah para mutiara gurusianer semakin berkilau di saat apapun. Work From Home di tengah pandemic tidak menjadi halangan bagi MGI untuk menggiatkan kegiatan menebar ilmu. Bapak Mohammad Ihsan sebagai CEO selalu punya cara untuk mengaktifkan para gurusianer, beliau berhasil mengajak para gurusianer menulis pentigraf padahal belum tahu persis ilmu tentang pentigraf. Menurut beliau, ibarat mengendarai mobil, yang penting bergerak dulu, berikutnya tinggal mengarahkan. Kami digiring untuk belajar membuat pentigraf kemudian bersama-sama diajak belajar ilmu pentigraf melalui Webinar V Media Guru Indonesia.
Belajar di Mediaguru selalu menyenangkan dan mendebarkan, karena di sela sela acara terdapat kuis yang mendebarkan. Meski tak pernah menang, tapi tetap menyenangkan.
Di acara pembukaan tersebut, Pak Ihsan menghembuskan angina segar bagi para guru ASN yang ingin naik pangkat bisa mengisi rubrik yang ada di Majalah Literasi yang merupakan media nasional, berangka kredit dua, sip banget, kan? tentu saja dengan syarat tulisannya memenuhi kriteria. Oleh karenanya, yang ingin agar tulisannya dimuat di majalah tersebut harus mengikuti kelas Majalah Literasi dengan fasilitas pendampingan menulis. Dengan demikian exist guru semakin berkilau.
Selain itu, bagi para penulis cerita anak, juga dibuka kelas menulis cerita anak yang juga akan dilaksanakan secara online di bukuanak1.mediaguru.id. Informasi terakhir disampaikan bahwa pada bulan Juli yang akan datang pada hari anak nasional akan meluncurkan gerakan Anak Cinta Indonesia Cinta Buku dengan harapan anak akan suka membaca juga menghasilkan karya.
Acara inti disampaikan oleh pakar dan penemu pentigraf, Bapak Dr. Tengsoe Tjahjono, M.Pd. Penyair dan dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang telah memulai menulis pentigraf sejak tahun 1980 ketika beliau masih mahasiswa.
Beliau menyampaikan bahwa karya satra tidak berangkat dari khayalan, melainkan memang berangkat dari pengalaman atau fakta yang diolah dalam format sastra sehingga logika dalam sastra tetap bisa berterima jika dibandingkan dengan logika kehidupan sehari-hari.
Namun penulis harus menghindarkan diri dari curhat pada karya sastranya, karena penulis tidak mendiskripsikan ulang apa yang ia alami atau lihat, melainkan mengolahnya ke dalam format karya sastra, seperti yang beliau sampaikan bahwa “Tugas penulis bukan MEMINDAHKAN realitas sehari-hari ke dalam teks tetapi MENGOLAH dan MENGANGKAT realitas tersebut menjadi realitas baru,”
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pentigraf yaitu :
· Fokus pada persoalan yang dihadapi seorang tokoh atau tema yang diangkat. Karena hanya tiga paragraf, maka hanya fokus pada satu tokoh dan satu tema saja.
· Elemen narasai yang berupa tokoh, alur, konflik dan latar dihadirkan secara bersama-sama dalam satu jalinan yang padu, utuh, berkelindang. Tokoh bisa manusia, hewan, tumbuhan maupun alam. Tokoh merupakan hal penting sebagai penggerak alur, bukan kehendak pengarang. Tanpa tokoh tak ada alur, tak ada kisah, tak ada cerita.
· Kurangi dialog, dialog diubah menjadi teks diskripsi atau narasi. Jika terpaksa ada percakapan, cukup satu kalimat langsung.
· Usahakan ada kejutan pada paragraph ketiga, yaitu hal yang tak terduga, yang bisa menimbulkan suspense atau ketegangan. Daya Tarik pentigraf terletak pada daya kejut yang terjadi pada akhir paragraph.
· Ukuran paragraph maksimal 210 kata, kurang dari itu lebih baik, karena 210 kata telah terukur ada dalam satu halaman kertas A5, sehingga jika melebihi akan berlanjut ke halaman berikutnya, menjadi tidak menarik atau kurang seksi.
· Mengolah realita baru bukan memindahkan realita ke dalam bentuk tulisan. Boleh dari pengalaman sehari-hari tapi harus dirubah dengan daya kreasi dan daya cipta penulis sehingga memunculkan hal baru.
· Munculkan konflik agar pembaca penasaran. Setiap cerita harus ada konflik yang bisa terjadi antar manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan alam maupun budaya, bahkan manusia dengan Tuhannya.
· Pentigraf tidak bersambung.
Pentigraf sangat efektif dan sesuai dengan kondisi masa kini yang terlalu sibuk sehingga tak banyak waktu untuk menulis cerita panjang maupun membaca cerita panjang. Dengan Pentigraf siapapun bisa menulis dengan lebih efektif tanpa membutuhkan waktu lama. Demikian pula dengan pembelajaran di kelas juga akan memudahkan siswa dalam mengenal pola tulisan yang pendek.
Sesi terakhir acara ini dilanjutkan oleh Pimpinan Redaksi Media Guru Indonesia Bapak Eko Prasetyo yang menyajikan karya sastra ringkas, diantaranya Karmina (pantun kilat dua seuntai) Haiku yaitu puisi pendek khas Jepang, Puisi tiga bait, pentigraf beserta ulasan contoh-contohnya. Namun sebelum pemaparan materi, suasana dihangatkan dengan beberapa kuiz berhadiah buku karya Prof. Tengsoe. Saya tidak mengikuti kuiz tersebut karena memang tidak mengikuti acara dari awal, saya baru bisa bergabung pada sesi Pak Eko karena kebetulan putri saya sedang sakit, untung saja acara ini masih bisa saya saksikan melalui **(censored)** (**(censored)** sehingga saya masih berkesempatan menyimak secara lengkap dan membuat reportase ketika putri saya berangsur pulih malam ini.
Setelah menyimak materi pentigraf dari sang pakar, saya memahami bahwa beberapa pentigraf yang telah saya tulis di gurusiana kurang sesuai dengan ketentuan penulisan pentigraf. Terimaksih Pak Kumendan Mohamad Ikhsan yang telah memotivasi kami untuk bergerak terlebih dahulu, sehingga kemudian bisa mengoreksi karya sendiri. Terimakasih Media Guru Indonesia.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
