Restu Suami Lebih Penting Daripada SIM
Oleh Hermin Agustini
Tantangan hari ke – 138
#menuju 365 hari
#TantanganGurusiana
#Pentigraf
Mengemudi bukan lagi hal langka bagi perempuan. Tapi kini telah menjadi hal yang sangat umum dan lazim seiring kemajuan zaman dan kebutuhan. Akupun mengikuti kursus mengemudi sampai bisa. Suamiku tak berkomentar apa-apa, aku menganggapnya setuju. Bahkan dia memberiku kesempatan mengemudi pada saat pulang kampung tiga tahun yang lalu. Dengan bangga aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa mengemudi dengan baik, namun “prak!” aku menyerempet spion motor di kiri jalan. Aku gagal memperoleh SIMS (Surat ijin mengemudi dari suami).
Keputusannya tak bisa kubantah, sampai kemudian hatinya berangsur luluh. Mungkin dia merasa kerepotan harus mengantar dan menjemput dua orang bergantian antara aku dan anakku, apalagi anakku sudah menginjak SMP, tentu akan semakin banyak kegiatan. Tak disangka, ia memberiku kunci mobil dan menyuruhku kembali belajar mengemudi.
Tanpa bicara, ia selalu mengawasi kemajuan hasil belajarku. Hingga suatu hari ia mengajakku ke tempat ujian memperelah SIM di Samsat. Ia hanya memintaku memperhatikan para peserta ujian. Tentu, aku memperhatikan cara masing-masing peserta yang sedang menjalani ujian itu dengan seksama. “Bunda siap ujian hari ini?” tanya suamiku yang aku jawab dengan menggeleng dan mengajaknya pulang. Suamiku selalu punya cara jitu menaklukkan ketidak hati-hatianku. Aku wajib mahir untuk peroleh SIM sebagai syarat mendapat SIMS.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
