Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Haruskah Menulis Tantangan GuruSiana?
herminagustini.gurusiana.id

Haruskah Menulis Tantangan GuruSiana?

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-1

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana (Remidi 2)

Tidak! Aku tidak akan mengikuti tantangan menulis GuruSiana lagi! Ngapain? toh tanpa ikut tantangan aku akan tetap menulis, aku tak perlu merasa terpaksa lagi. Lebih baik aku fokus sendiri saja. Gerutuku setelah terhempas untuk keduakalinya dalam menulis tantantantgan GuruSiana.

Kandas pertama pada hitungan hari ke-28 akibat tanpa sengaja mendelet postingan hari ke-27, tentu saja dengan berurai air mata aku harus remidi. Namun, angkuhku tak mau menghitung ulang. Aku tetap berlanjut menghitung ke hari 29 dan seterusnya. Sehingga pada hitungan hari ke-30 aku tak mungkin mengajukan sertifikat biru karena masih sampai pada hari ke 2 remidi.

Begitu pula pada saat hitungan hari ke 60, aku tak bisa mengajukan sertifikat perak karena aku belum sampai pada hitungan ke-60, sampai pada hari ke 90 pun, aku tetap tak bisa mengajukan sertifikat, karena aku masih harus berlanjut menulis ke hari 91 dan seterusnya supaya sampai pada hitungan hari ke 90.

Ternyata setelah cukup hitungan 90 hari, ketika aku ingin mengajukan sertifikat, aku kesuliatan akibat tidak mau menghitung ulang dari angka satu. Aku harus meneliti tanggal posting selama 90 hari. Ternyata aku tidak setelaten harapanku, aku tidak bisa bersabar, hehehe…, apalagi aku yang merasa sok sibuk punya kebiasaan menunda hingga lebih dari hitungan 90 hari. Di sinilah semangatku mulai memudar, aku mengira seandainyapun suatu saat aku terlepas dari tantangan, aku akan bisa tetap fokus dalam menulis karena aku merasa semangatku tak perlu lagi dipacu, hehe, kepedean ya?.

Sampai pada suatu hari, aku baru pulang dari perjalanan lumayan jauh sejak pagi sampai jam sembilan malam. Sebenarnya, dengan sedikit saja menahan kantuk, aku akan bisa melanjutkan menulis tantangan. Namun, aku memilih istirahat sebentar yang nyatanya bablas sampai lewat dari batas waktu posting terakhir. Aku terjaga pada jam dua pagi.

Maka pada tanggal 4 Juli 2020 menjadi hari pamungkasku dalam mengikuti tantangan. Pada hari itu, setelah hari ke 145, aku merelakan terlepas dari tantangan menulis GuruSiana. Jangan tanya tetang rasaku. Ya sudahlah, kali ini aku tidak akan melakukan remidi lagi. Toh tanpa ikut tantangan aku akan tetap menulis, angkuhku membelai mesra keengganan menulis.

Sejak hari itu aku menikmati kebebasan pikiran, menikmati kebebasan beraktifitas, mencoba menulis solo. Aku memulai semangat baru untuk mengganti kegiatan menulis tantangan. Aku berusaha mengumpulkan serpihan tulisan selama 145 hari berlalu. Aku mulai memilah dan memilih, ada puisi, pentigraf, cerpen dan cerbung. Lumayan banyak untuk bisa aku lanjutkan menjadi sebuah buku.

Tapi nyatanya, tanpa paksaan dan tanpa rasa kepepet, hanya tersisa malas yang membuai mesra hati gundah gulana. Setiap saat aku mendengar notifikasi pastingan di grup FB Media Guru Indonesia, aku terganggu. Namun, aku selalu meyakinkan diriku agar aku fokus pada menulis mandiri. Aku abaikan notifikasi postingan siapa saja. Tidak pernah kubaca apalagi memberi komentar di FB MGI maupun di GuruSiana. Semangatku ada di titik Nol untuk menulis, mungkin aku sedang kecewa mendalam namun tak ingin aku akui. Hehehe …

. Semakin hari hatiku semakin galau. Semakin ingin kuabaikan semakin rindu. Aku merindukan keteraturan menulis ala GuruSiana. Aku merindukan sensasi "Mendem Mangan Semir" yang membuahkan senyum bangga "kerren menewen" di setiap posting tulisan. Aku rindu kepekaan perasaan dan pikiran terhadap segala peristiwa yang bisa aku tulis. Ternyata, tanpa tantangan memang kurang energy untuk menulis. Meskipun tetap menulis, tapi tidak sedahsyat ketika kepepet tantangan. Harus aku akui, aku lebih nyaman berada di zona tidak nyaman keteraturan menulis tantangan GuruSiana.

Oleh karenanya, setelah off menulis tantangan GuruSiana selama hampir satu bulan dan belum berhasil menerbitkan satu karya apapapun kecuali terbuai dalam menghamburkan waktu tanpa hasil yang jelas, pada hari ini, Bismillah, semoga Allah meridhoi langkahku untuk kembali berselancar dalam 365 hari ke depan dan seterusnya untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik, lebih baik dan semakin baik memberi manfaat bagi siapapun yang membaca. Aamiin.

Terimakasih Media Guru Indonesia yang selalu memberikan cara dan fasilitas jitu memberi peluang dan kesempatan sebesar-besarnya bagi penulis di seluruh Nusantara untuk menuangkan segala ide, pengalaman maupun kisah inspiratif yang bermanfaat. Bagi yang terhempas, bangkitlah, tetap SUMANGAT! SUPER SEMANGAT!

Menempuh jalan sendiri hanya membuat dunia kita sunyi, namun bersama dalam sebuah komunitas membuat kita utuh untuk terus saling melengkapi. Salam Literasi !

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post