Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Aku Madura (edisi curhat atau sambat)

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-30

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana

Apakabar Pembaca,

Seperti biasa, jika ada sesuatu yang sedang mengusik pikiran saya, maka akan tetap saya ulas sampai pikiran saya tenang ( hehe ..ngeyel ). Bagi yang sedang mengikuti cerbung berjudul “Mahkota Palsu” harap bersabar karena saya ingin jeda dulu sampai pikiran saya tenang setelah curhat berikut ya?

Sesuatu yang masih membuat pikiran saya terusik sejak dahulu ketika saya masih bersekolah di sekolah dasar, bahkan waktu itu saya sempat merasa minder atau kehilangan rasa percaya diri akibat diperolok-olok karena saya Madura. Rasa tidak percaya diri sebagai Madura saya rasakan sampai lulus SMA, namun seiring perjalanan waktu, mindset dan perasaan saya mulai berubah setelah membaca dan mengamati sisi positif orang-orang Madura.

Hal pertama yang saya lakukan sebagai rasa bangga bahwa saya terlahir sebagai suku Madura adalah menggunakan gelang kaki yang merupakan salah satu ciri khas pakaian wanita Madura. Tentu saja gelang kaki yang saya pakai bukan “binggle” (gelang kaki khas wanita Madura) akan tetapi gelang kaki yang secara umum telah banyak dipakai oleh banyak wanita, meskipun bukan orang Madura. Hehe..tuh ada yang meniru ciri khas wanita Madura yang terkenal dengan kecantikan “Putri Konengnya”, kan?

Selain itu, saya juga mulai menyukai warna-warna cerah yang memang kontras dengan warna kulit ( kebanyakan orang Madura berkulit putih-kuning langsat, kalau ada yang hitam manis, itu sih di luar pengamatan saya, hehehe …), potongan baju yang full press body juga merupakan ciri khas wanita Madura yang selalu menjaga kecantikan bentuk tubuh dan kecerahan kulit dengan memimun ramu-ramuan yang menjadi kebiasaan keluarga Madura. Believe or Not, jamu ramuan Madura sangat terkenal kemanjurannya.

Ups …, bukan tentang pakaian dan jamu yang ingin saya bahas, namun lebih dari itu, saya ingin merubah mindset negative tentang orang Madura yang telah terlanjur terkenal dengan karakter keras, gampang marah, dari logat bicara yang dianggap lucu atau jenaka dan menjadi bahan lucu-lucuan atau bahan ledekan, menimbulkan kesan bahwa orang Madura tidak pintar alias …ehm…saya tidak suka menyebutkannya. Hehe …

Menurut saya, karakter keras, gampang marah, penampilan tidak bagus, cara bicara atau etika kurang santun serta tidak pintar, sama sekali tidak ada pengaruhnya dari suku apa ia dilahirkan. Jadi, saya tidak setuju jika ada orang yang tiba-tiba mengatakan,” si A atau si B itu norak ya, maklumlah dia orang Madura,” hehe …hati-hati jika membahas hal-hal negative lalu mengklaim hal tersebut karena yang bersangkutan adalah Madura ( bukan ngancam loh …) Bisa jadi yang sedang Anda ajak bicara adalah Madura asli seperti saya, heheheh …, untungnya saya tidak sedang bawa clurit …,ups … tidak segitunya juga lah.

Nah, agar tidak terjebak dalam kubangan mindset negatife yang akan membuat Anda keliru dan tercengang tentang suku Madura, cobalah ditengok beberapa tokoh-tokoh pahalawan, jajaran kementrian Indonesia, tokoh-tokoh ulama besar dan banyak lagi orang-orang penting yang muncul dari Madura. Bahkan, di Negara Arab Saudi sana, banyak suku Madura yang sukses sebagai pebisnis dan kaya raya, ini katanya sih, karena saya belum pernah sampai ke sana.

Berbagai sisi positif suku Madura bisa dibaca di berbagai sumber, di google juga banyak kok informasi yang bisa menjernihkan pikiran negative tentang suku Madura, heheh , tidak perlu jauh-jauh, saya sendiri punya banyak teman yang terlahir sebagai suku Madura, hanya dari satu alumni sekolah saja, saya menemukan banyak teman asli Madura yang mempunyai profesi dan jabatan penting yang terlalau banyak jika saya sebut satu persatu.

Sekelumit contoh saja, sahabat saya adalah seorang Head of Enterprise Sales di Google Cloud Indonesia, beliau berasal dari sebuah desa terpencil (Sumberpandan, Bondowoso) yang terlahir dari keluarga Madura, beberapa sahabat lain juga berperan penting di beberapa perusahaan Indonesia yang bekerjasama dengan perusahaan asing, asli keturunan Madura, berbahasa Madura.

Ada beberapa teman yang menjadi pimpinan rumahsakit, jajaran dokter, menjadi pengelola apoteker, Ada yang menjabat di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, ini adalah UPT di bawah Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan. Beliau membawahi empat kabupaten sekaligus. Kerren kan? Ada pula entrepreneur dengan omset mencapai seratus juta, yang semuanya asli Madura. Luar biasa, kan? Meskipun demikian, kami yang suku Madura, tergabung dalam satu komunitas alumni dengan ikatan persaudaraan yang erat, tak pandang suku, agama, ataupun jabatan.

Sebenarnya apa sih yang ingin saya sampaikan? Hehe, maaf jika saya ke mana-mana ya, harap maklum, ini memang kebiasaan saya yang tidak ada hubungannya dengan latar belakang sebagai suku Madura loh ya …, heheheh ….

Terlapas dari semua itu, saya ingin sampaikan bahwa baik atau buruknya seseorang tidak ditentukan dari suku apa ia dilahirkan. Dan sebagai suku apapun kita terlahir, tidak perlu merasa lebih baik dan mengklaim suku lain kurang baik. Semua kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari suku apapun kita terlahir, semua memberi warna indah untuk tanah air kita Indonesia.

Hidup rukun berdampingan dalam ikatan persaudaraan yang erat, yang akan membawa kita pada nilai yang lebih baik di hadapan sesama maupun di hadapan sang Pencipta di hari perhitungan kelak. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk dari yang lain, semua kita sama, kita adalah makhluk mulia ciptaan Allah SWT.

Jangan pernah merasa bahwa diri ini lebih baik dari yang lain. Salam Literasi.

Balung, 28 Ahustus 2020.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post