Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Mahkota Palsu 17

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-25

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana

Cerita sebelumya:

Nela menantang Tiyok untuk melamarnya tanpa berpikir panjang. Padahal ia belum bertanya kepada anak-anak apakah mau jika ia menikah lagi. Siapa pula sosok Tiyok sebenarnya. Entahlah, mereka berbicara tanpa ada beban, semua bebas mengalir.

***

“Mbak yakin dengan Mas Tiyok? Apa sudah pernah bertemu sebelumnya?” tanya Fatma ketika kakaknya bercerita tentang rencananya itu.

“Mas tiyok itu pegawai beacukai di Surabaya, pekerjaannya enak. Dia juga punya tambak, Ia ditinggal lari istrinya dan meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil, namanya Riko dan Dani. Mereka masih berusia empat dan lima tahun,” Nela mulai menjelaskan sosok Tiyok.

“Sudah pernah bertemu?” Fatma mengulang pertanyaannya.

“Belum pernah sih …,” jawab Nela datar.

“Lah trus? Kenal dimana?”

“Sekarang dunia wes di genggaman, mbak kenal di FB, tapi orangnya baik dan selalu perhatian. Dari foto-fotonya kelihatan kalau dia sudah mapan, bahkan kalau pergi ke mana-mana dia jarang bawa baju ganti, tetapi langsung beli,” Nela menjelaskan tanpa keraguan.

“Mbak, jangan gampang percaya dengan informasi dunia maya sebelum tau kebenarannya. Coba cari tau dulu lebih lengkap, ajak bertemu juga sekalian untuk menjajaki apakah dia menyukai anak-anak Mbak dan sebaliknya. Perkenalkan dulu dengan keluarga,” Fatma mencoba memberi nasihat.

“Dan yang terpenting, yakinkan dulu anak-anak. Apa iya mereka mau menerima sosok ayah baru?” lanjut Fatma.

“Mas Tiyok itu orangnya baik dan sudah pasti akan sayang ke anak-anak, buktinya dia bisa mengasuh dua anaknya yang masih kecil-kecil,” jawab Nela tetap dengan keyakinannya.

“Haduh mbak …, jangan gampang percaya mbak …,” Fatma kembali menasihati.

“Iya, nanti mbak cari tau lagi,” jawab Nela ringan tanpa beban. Fatma hanya menghela napas panjang, ia tidak habis pikir mengapa mbaknya sangat santai dalam mengambil keputusan menikah padahal menurut Fatma, keputusan itu adalah hal penting yang harus diambil dengan sangat hati-hati. Fatma menilai mbaknya terlalu sembrono atau kurang hati-hati dalam mengmbil keputusan.

Fatma juga semakin heran karena pada saat mbaknya telah mengambil keputusan untuk merencanakan memilih Tiyok, mbak Nela masih tetap berhubungan dengan Mas Bram juga pak Ibnu.

***

Matahari bersinar cerah seperti biasa mengusir embun di ujung dedaunan dan kelopak bunga. Pada hari Minggu itu. Nela sudah siap pergi dengan dandanan menor, rambut ikal yang dipotong sebahu membuatnya tampak sangat cantik berbalut baju warna ungu yang diidentikkan dengan warna janda menurut pemahaman masyarakat. Mbak Nela seolah ingin mengumkan pada dunia bahwa ia janda dengan kesedihan yang ia pikulsendiri sehingga butuh banyak orang yang harus menemani hari-harinya agar bahagia.

“Mau ke mana, Mbak?” tanya Fatma penasaran.

“Mbak ada acara rias manten,” jawab Nela ringan.

“Kok gak bawa alat rias?” Fatma mulai penasaran.

“Kali ini mbak hanya jadi asisten bu Retno, jadi ndak usah bawa peralatan, semua sudah dilengkapi bu Retno,” Nela menjelaskan sambil terus berlalu.

“Mbak ndak pamit Akung dan Uti dulu?” Fatma mengngatkan mbaknya yang tampaknya enggan berpamitan. Tentu saja hal tersebut membuat Fatma mulai curiga.

“Aku antar ya Mbak?”

“Ndak usah, nanti mbak dijembut mobil bu Retno di depan kecamatan. Biar mbak naik ojek saja, lagian kamu masih belum siap-siap nanti kelamaan. Mbak sudah nelpon tukang ojek langganan. Sebentar lagi mau datang” Nela menolak tawaran adiknya.

Fatma semakin penasaran, hendak kemana sebenarnya mbak Nela, mengapa ia seolah menyembunyikan sesuatu dari dirinya. ( Bersambung …)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post