Mahkota Palsu 5
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-10
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
“Kapan Ayah dan Mama pulang?” Yanti bertanya sembari memijit-mijit punggung ayahnya.
“Secepatnya sayang,” Jawab Mas Prio menenangkan si Yanti meski jauh di dalam hatinya, ia tak punya keyakinan bisa memaksa istri yang ia sayangi. Namun kali ini Mas Prio berpikir keras untuk bisa meyakinkan istrinya agar bisa segera pulang demi buah hatinya. Satu-satunya cara, ia harus tampak sangat sehat terutama di depan mbak Nela.
“Ma, kita pulang sesuai rencana ya, hari Senin setelah anak2 berangkat ke sekolah. Ayah juga sudah merasa sehat, Ayah ingin segera ke kantor,” Mas Prio mulai meyakinkan Mbak Nela.
“Mas yakin sudah benar-benar sehat?” Mbak Nela masih keberatan.
“Kamu bisa melihat sendiri, kan? keadaanku sudah semakin membaik. Lagipula, kasihan anak-anak jika ditinggal lama-lama tanpa kita.” Jawab Mas Prio setengah memaksa.
“Ya sudah, kalau itu kehendak mas Prio, tapi kalau ada apa-apa jangan salahkan mama ya!” jawaban mbak Nela masih keberatan.
“Sejak dulu, apa pernah Ayah menyalahkan Mama? Apapun keadaannya, ayah selalu membela Mama, namun kali ini Ayah tidak tega melihat anak-anak kurang perhatian. Ayah tidak apa-apa, Ma. Ma’afkan ayah jika merepotkan mama. Setelah ini, ayah tidak akan merepotkan mama lagi,” Mas Prio meyakinkan istrinya yang ternyata telah tertidur pulas membelakanginya.
Benarkah mereka akan pulang sesuai rencana? (bersambung …)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
