Mahkota Palsu 8
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-13
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
“Dewa, kenapa akhir-akhir ini kok malah sering keluar malam bahkan ndak pulang, nak?” Uti membelai kepala Dewa yang saat itu sedang bersantai bersamanya.
“Ndak apa-apa Ti,” jawab Dewa datar tanpa menoleh, ia tetap fokus menonton pertandingan sepak bola di televisi saat itu. Si Uti tampak prihatin dan ingin melanjutkan nasihatnya namun tertahan karena Dewa sedang asyik menonton TV. Selain itu, karena Akung memberi tanda dengan menggelengkan kepala pelan agar Uti tidak melanjutkan nasihatnya. Waktunya belum tepat.
Dengan menghela napas, Uti memilih ke dapur untuk membuatkan mereka cemilan. Sementara si Yanti tampak sangat serius mengerjakan pekerjaan rumah di meja makan dekat dapur.
“Aku besok ke rumah mama ya Ti, Aku kangen pingin bobok dengan mama,” tiba-tiba Yanti ingin bertemu mamanya yang memang sudah beberapa hari tidak tampak ke rumah Akung dan Uti.
“Telpon dulu, khawatirnya mamamu ada rencana ke sini atau ada acara arisan,” kata Uti mengingatkan Yanti karena biasanya mamanya selalu sibuk dengan kegiatan berkumpul dengan ibu-ibu atau teman-temannya, apalagi sepeninggal suaminya, mbak Nela menjadi semakin sibuk. Apalagi kabarnya saat ini ia sedang mengikuti kursus merias pengantin.
Gaji pensiun almarhum suami Mbak Nela sebenarnya cukup jika hanya untuk biaya hidupnya sendiri, apalagi dia tidak terbebani biaya hidup dan biaya anak-anak yang ditanggung oleh Akung dan Uti. Akan tetapi gaya hidup mbak Nela yang membuatnya selalu kekurangan uang. Ia selalu berusaha menjaga kecantikan dan penampilan.
“Sudah telpon mamamu?” tanya Uti pada Yanti.
“Sudah, tapi belum diangkat, telpon mama sibuk terus,” Yanti mulai merajuk dan meletakkan hapenya begitu saja di meja makan. Akhirnya Akung mendekati dan membelai Yanti yang tampak sedih memeluk guling di kamarnya.
“Besok biar Akung yang antar kamu bertemu mama, mungkin mama kamu sedang sibuk,”
“Mama nggak sayang Yanti,” tangisnya pecah sembari memeluk Akungnya.
“Ssst …, tidak boleh bilang seperti itu sayang, mama kamu memang sedang sibuk untuk mencari uang saku tambahan supaya bisa penuhi kebutuhan Yanti,” hibur Akung pada cucu kesayangannya itu. Tangis si Yanti berangsur reda, ia terlelap dalam pangkuan akungnya.
Ada rasa sedih yang mendalam di hati Akung melihat cucunya terpaksa kehilangan perhatian seorang ayah, lebih sedihnya, karena sang mama, yang seharusnya menjadi satu-satunya orang yang memperhatikannya malah sibuk dengan diri sendiri. Anak-anak malah semakin jauh dari mamanya.
“Mau kemana Dewa?” tanya Akung ketika melihat Dewa hendak keluar rumah.
“Mau keluar sebentar Kung,” jawab Dewa langsung berlalu. Anak itu menjadi lebih pendiam dan cuek atau tidak perduli pada lingkungannya. Hal tersebut juga membuat Akung dan Uti prihatin.
“Apa yang bisa kita lakukan, Pak?” tanya Uti prihatin.
“Kita tidak boleh membiarkan Nela hidup seperti ini terus, Bu. Nela harus kita ajak pulang ke sini saja, kalaupun mau buka usaha kan ndak harus ngontrak? Toh di rumah kita masih cukup luas dan bisa ia gunakan untuk usaha apa saja, hidup sendiri seperti itu membuatku kurang tenang apalagi dengan kebiasaan Nela yang kurang hati-hati dalam bergaul,” Akung menarik nafas panjang sembari menikmati cemilanyang dibuat Uti tadi.
“Ibu juga khawatir, Pak, apalagi melihat anak-anak yang kesedihannya bertambah-tambah. Ayah yang penyabar dan sangat perhatian telah tiada, sementara mamanya semakin jauh dari mereka,” ucap Uti sedih.
Akankah Nela mau di ajak pulang untuk tinggal bersama orangtuanya?
(Bersambung …)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
