Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tak Pantaskah Aku sebagai Anakmu?

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-18

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana

Cara berdandannya tetap sama, cara bicaranya juga sama, kebiasaan menunjuk dan menyuruhnya tidak berbeda, tatapannya pun masih tidak berubah. Cara berpikir dan pandangannya pada dunia juga tak pernah bergeser. Baginya, dunia penuh kepalsuan, tak ada cinta ataupun ketulusan kasih sayang. Mungkin menurutnya, cinta hanyalah hasrat sesaat yang penuh dengan intrik, modus, basa-basi, permainan kata tanpa makna dan tujuan.

Sehingga sekeliling dan dunia ia rasakan tak pernah ramah. Ketulusan tak pernah mampu merengkuh hatinya yang beku. Hanya kesepian yang sepenuhnya ia percaya. Semua berlalu meninggalkannya dalam beku. Aku yang tak tega jatuh bangun meyakinkannya akan cinta dan kasih sayang agar sinar matahari menghangatkan hatinya yang dingin dan beku. Meskipun aku tau bahwa aku tak punya daya merubah hatinya kecuali Sang Maha Pengasih.

Parkinson telah lama membatasi gerakannya, semakin hari semakin membelenggu, hingga ia semakin lemah, namun semua itu tak mampu melumpuhkan ketajaman lisannya. Meski hanya aku yang melayaninya, tak berarti aku pantas berharap mendapat pengakuan sebagai anak, aku tetap hanya menantu yang hampir duapuluh tahun pelukanku tak pernah mampu menghangatkan kebekuan hatinya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post